Baca selengkapnya wawancara Luthfi T. Dzulfikar (@LuthfiTD) pada Arsa Ilmi Budiarti, Bestha Inatsan Ashila (@biashila), Iwan Awaluddin Yusuf (@IwanAwaluddin), dan Lidwina Inge Nurtjahyo dalam Pakar Menjawab di
https://t.co/6JqXDc8XwK
Akibat #COVID19, setengah anggota Serikat Perusahaan Pers sudah memotong gaji karyawan. Sementara itu, traffic media online meningkat, tapi pendapatan iklan menurun.
https://t.co/s22De4Wok4
Covid-19 memaksa beragam sektor beradaptasi dalam bekerja dengan cara-cara baru. Ini juga terjadi pada industri media dan praktik jurnalistik.
Tulisan terbaru saya, bagaimana pandemik menciptakan normal baru bagi media dan jurnalis https://t.co/dr9kdgEMnm via @ConversationIDN
Menurut akademisi, kalangan sobat ambyar atau sadboi/sadgirl memiliki modal sosial yang bila dimanfaatkan untuk membangkitkan optimisme Indonesia di masa sulit akibat pandemi. https://t.co/1iQ1d5kJts
Empat alasan Dionisius Prasetyo alias Didi Kempot kembali digandrungi orang dan berhasil mengumpulkan Rp5 miliar lebih dalam konser amal selama tiga jam.
https://t.co/D9wRtG5vmi
Victim blaming membuat para penyintas kekerasan seksual mengalami penderitaan ganda: diperkosa dan disalahkan. Kuatnya budaya 'victim blaming' hambat gerakan #MeToo di Indonesia https://t.co/zcaOeaiqKJ via @ConversationIDN
A rape is a rape, an assault is an assault, and they are a total crime. Victim-blaming culture holds back #MeToo in Indonesia https://t.co/zzPjMl1pdm via @ConversationIDN
Cerita Nobita menjadi penyelamat lingkungan. Selengkapnya bisa dibaca di artikel review saya untuk https://t.co/7vFsCwTnit. Ecophenomenology: Unravelling the Disequilibrium of Human Relations with Nature. https://t.co/jbG8H1Qi8g via @rightnowinc
Today the superhero community mourns the passing of one of the legend's of Comics and Superheroes, Thank You Mr. Stanley Martin Lieber aka Stan Lee. You'll be greatly missed. Your legacy will last beyond many life times. #RIPStanLee. This is my precious book about Stan Lee.
Kenyinyiran dengan dosis berlebihan bukanlah bentuk sikap kritis, melainkan bibit kebencian yang ditanam dan dipupuk perlahan-lahan yang berujung pada permusuhan dan perpecahan.