Environmental Justice Foundation (EJF) @ejfoundation menemukan 350 awak kapal perikanan (AKP) Indonesia dan 80 AKP Filipina mengalami eksploitasi tenaga kerja saat bekerja di industri cumi-cumi global.
Namun, ICW menilai praktik ini berpotensi bertentangan dengan aturan pengelolaan keuangan negara.
Sebab, biaya kegiatan kenegaraan seharusnya dibebankan pada anggaran negara dan dicatat dalam mekanisme yang dapat diawasi publik.
Presiden Prabowo disebut beberapa kali menggunakan uang pribadi untuk menutup kebutuhan yang berkaitan dengan urusan negara.
Apakah praktik ini bisa dibenarkan?
Dalam esai bertajuk “Pesta Babi dan Salib Merah: Pertahanan atas Kuasa yang Beringas”, direktur PPMN Fransisca Ria Susanti tidak hanya mengulas film Pesta Babi, tapi juga menggunakannya sebagai pintu masuk untuk membahas persoalan Papua.
Selengkapnya ⬇️
https://t.co/P0OOB4XVsp
Tuduhan “antek asing” itu sering kali tidak disertai bukti.
Namun, dampaknya nyata: reputasi dihancurkan, kerja-kerja sipil dilemahkan, dan risiko kekerasan meningkat.
Label “antek asing” kerap digunakan untuk melemahkan suara kritis di Indonesia.
Laporan terbaru Amnesty International mengungkap kampanye disinformasi terkoordinasi yang menyebarkan narasi tersebut untuk menyerang jurnalis, aktivis, akademisi, hingga demonstran.
Prabowo dan sejumlah pejabat publik berulang kali menuding pengkritik pemerintah sebagai pihak yang dikendalikan kepentingan asing.
Narasi ini diperkuat ratusan akun media sosial secara terkoordinasi, termasuk akun yang menampilkan afiliasi dengan militer Indonesia.
Pernyataan dukungan Yasinta Moiwend, perempuan adat dan pejuang lingkungan dari Suku Marind, terhadap PSN di Papua memicu perdebatan di media sosial tentang film Pesta Babi.
Pasalnya, ia adalah salah satu tokoh yang menolak PSN di film dokumenter investigatif itu.
Klaim Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC, bahwa film Pesta Babi menyajikan narasi sepihak yang mengesampingkan perspektif Gereja Katolik, ikut memperkeruh situasi.
Bagaimana para jurnalis meliput kenaikan permukaan laut di Asia?
Simak pembahasann dalam bagian terakhir dari Panduan @gijnIndonesia untuk Menyelidiki Kenaikan Permukaan Laut: https://t.co/50dKyrfUK4
Ada berbagai cara efektif memvisualisasikan dampak kenaikan permukaan laut.
Selengkapnya dalam bagian kelima dari Panduan @gijnIndonesia untuk Menyelidiki Kenaikan Permukaan Laut:
https://t.co/7dmlT0CXkx
Indonesia dalam ancaman nyata kenaikan permukaan laut.
Bagaimana jurnalis bisa meminta pertanggungjawaban pemerintah?
Simak bagian keempat Panduan @gijnIndonesia untuk Menyelidiki Kenaikan Permukaan Laut:
https://t.co/aTV9X85O0r
Implementasi Konvensi ILO 188 berpotensi tersendat akibat belum jelasnya pembagian otoritas antarlembaga, serta tumpang tindih regulasi di sektor perikanan dan ketenagakerjaan.
https://t.co/NNvRGHqyab