27 April 2026: 16 perempuan tewas di gerbong KRL Bekasi Timur.
28 April: Presiden turun langsung ke RS, umuman di depan kamera: Rp 4 triliun untuk perbaiki 1.800 perlintasan kereta.
Juni 2026 di rapat DPR ,
Kemenkeu:
"Sampai sekarang saya belum terima masukan yang jelas dari Perhubungan."
Perhubungan:
"Sudah kirim ke BAPPENAS dan Kemenkeu."
Kemenkeu: "Kalau kata staf saya, untuk tahun depan. Belum bisa jawab sekarang."
Rp 4 triliun diumumkan di depan kamera dalam 24 jam.
Tapi 2 bulan kemudian antar-kementerian masih saling lempar "belum terima".
16 nyawa menunggu janji itu jadi kenyataan. Atau minimal jadi dokumen.
Gw lulusan top 3, kuliah udah outstanding, punya sertif² skill yg beririsan ma prodi, lulus dengan skirpsi yg tembus SINTA 2 murni, IPK tinggi, pengalaman magang gaada yg lompat², handle project² udah dari sems 4, so, portofolio ada
Tapi akhirnya gw memutuskan buat ikut CPNS di kementerian karena job market di sini brengsek banget. Bahkan beberapa HR pernah menganggap gw kurang capable di posisi yg gw udah teruji secara teoritis dan praktisnya. So, jangan pernah remehin orang2 yg sampe sekarang blom dapet kerja. Taun kemaren aja gw ikut urunan bayarin kenalan buat ikut bootcamp (karena gw tau dia capable). Sekarang? Dia masih mentok di magang² aja. Brengsek kan job market kita? Lebih brengsek lagi setelah kita tau kalo pemerintah ternyata bisa ngeluarin duit 1T/hari bua ngasih makan siang doang, dan ngeluarin duit 1jt/hari buat main tentara²an
Dan ternyata, Ahli DPR dalam gugatan MBG di anggaran pendidikan adalah Dekan FH UI, dekan saya sendiri, Bapak Parulian Paidi Aritonang. Betapa kecewanya dan sedihnya saya ketika menyaksikan hal tersebut dan vis a vis dengannya di MK.
Sedih liat orang super classist kayak gini sementara kemarin di acara nobarnya Klub Rumah Dara di Semasa, aku nyaksiin sendiri gimana warga dari berbagai macam latar tuh seru-seruan ngumpul bareng. Ada ibu-ibu yang nyeletuk kegirangan soal gimana dia rindu konsep layar tancep ini, ada serombongan keluarga besar yang serius banget nontonin film-filmnya bahkan excited pas diskusi. Hiburan kayak gini, apalagi di ruang terbuka, itu HAK semua warga. Udahlah capek jadi WNI, dibatasin pula hak rekreasinya.
"Ya wajar saya kasih posisi komisaris, dia udah banyak bantu saya waktu pemilu ...."
YA KALAU PINGIN BALES BUDI BAYAR PAKE DUIT SENDIRI DONG. YANG UTANG BUDI KAN ELU NGAPA MALAH BUMN, RAKYAT SAMA NEGARA YANG HARUS BAYARIN
Emang mental maling sialan
Udah coba rekap semaleman. Dari 57 Wamen yang ada di Kabinet, 37 diantaranya merangkap jabatan sebagai Komisaris BUMN.
Persentase nya nyentuh angka 64.9%. Ini bukan lagi pencilan atau anomali, ini angka yang besar, bahkan bisa dikatakan MAYORITAS. Dan ini baru Wamen, belum petinggi dan pejabat lembaga atau badan setingkat menteri.
Awalnya mau bedah nama satu-satu, tapi dari angka itu seharusnya sudah menjelaskan, tidak perlu dibedah, kalian coba cari contoh 10 Wamen, seharusnya 6-7 diantaranya merangkap Komisaris BUMN.
Maaf ya teman-teman, jujur panik bahas hal ini, apalagi ada riwayat akun kena suspend, followers belum besar, tiba-tiba dapet impresi tinggi, jadi masih belum berani. Mungkin pertimbangannya bakal tulis artikel aja nanti untuk detail lengkapnya.
Btw ada nama "lucu" lagi di jajaran Komisaris BUMN, bukan akademisi, bahkan riwayat pendidikannya pun saya tidak nemu, mungkin bakal spill tipis kayak sebelumnya.
Saat ini ada 25 wakil menteri yang juga menjabat sebagai komisaris BUMN.
Padahal putusan Nomor 128/PUU-XXIII/2025 jelas menegaskan bahwa wakil menteri tidak boleh rangkap jabatan.
Tanggal 15 Juni 2026, saat MBG digugat ke MK, BGN melakukan RDPU dengan Komisi IX secara tertutup. Ternyata Tahun Anggaran 2027 mereka akan tetap menggunakan anggaran pendidikan.
Fix harus dilawan.
*Paparan aslinya menggunakan wajah anak, saya buramkan.
Demo mahasiswa dan buruh menghasilkan:
1) Jam kerja 8 jam sehari, lebih dari itu wajib dihitung lembur.
2) Ada upah minimum, UMR, buat buruh atau karyawan perusahaan.
3) UMR juga tiap tahun disesuaikan dengan inflasi dan kebutuhan hidup.
Mau kaya gaji pokok PNS yang gak berubah dari tiga puluh tahun lalu? Kaya tunjangan fungsional dosen yang nominalnya gak berubah dari 2007? Tuh kalau gak pernah demo, suka-suka mereka.
4) THR juga hasil demo tahun 1960an. Kita masih nikmatin sampai hari ini.
5) BPJS ketenagakerjaan.
6) Cuti tahunan minimum 12 hari.
7) Reformasi. Suharto turun.
Kalau nggak mungkin hari ini semua sosmed diblokir sama "Departemen Penerangan".
Mungkin semua berita di TV cuma datang dari "Berita Malam" sama "Dunia Dalam Berita" punya TVRI dan direlay semua TV swasta.
Pidato Presiden selalu live. Mau kalian dengerin "nyenyenye" live?
***
Semua itu kita nikmati hari ini.
Gitu banyak yang nyinyirin rakyat demo.
Macet paling berapa jam sih?
FYI manteman: demo / unjuk rasa itu pengajuan surat ke polisi bukan surat izin ya, tapi SURAT PEMBERITAHUAN. Ini diatur di UU 9/1998 ttg Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Jadi kalau bilang "gak ada surat izin", polisinya yg tolol dan tidak baca sebab ACAB.
i will say this again and again.
aksi kamisan itu engga 'percuma' karena aksi ini adalah bukti konkrit bahwa aksi damai ga akan pernah digubris pemerintah. aksi ini ngebuka mata kita kalo emang mau didenger, harus ada tindakan LEBIH karena kalo engga ya... liat sendiri.