Menurutku, ini efek jokowi mengedepankan hukum formal dengan menghina"etika" saat calonkan gibran jadi cawapres. Dan balasannya dia dihukum oleh "etika" dengan cara pembentukan opini ijasah palsu ini. Begitulah cara alam semesta bekerja.
Karena saya bukan buzzer siapapun, saya lebih memilih "menuduh" Jokowi sengaja membiarkan isu ijazah terangkat se-lama mungkin, daripada menuduh ijazahnya palsu.
Ini agar namanya terus dibicarakan.
Hanya kroco dan bodoh yang percaya ijazah Jokowi palsu. Mau-maunya diakalin Jokowi untuk terus ngomongin dia.
Sebisa mungkin Jokowi membiarkan isu ini terus samar. Dan dia percaya diri karena toh nyatanya dia memang lulus UGM. Jadi ya dia santai-santai saja seberlarut apa tuduhan itu. Yang penting gimana isu ini terus jadi omongan dan kegaduhan. Yang untung akhirnya ya Jokowi.
Tujuan Jokowi "dibicarakan" ini disambut baik oleh kebodohan pembencinya level kroco yang terus tidak percaya bahwa ijazah Jokowi palsu. UGM nggak dipercaya, wartawan yang sudah melihat langsung nggak dipercaya, Bareskrim nggak dipercaya. Sampai nanti hasil sidang pun sangat mungkin tetap tak percaya.
Bodohnya bebal. Dan menurut saya, Jokowi justru tertawa melihat kebodohan itu. Dia tahu efek dijelek-jelekin di media itu justru membuat simpati banyak orang. Lha wong dia dipilih di Pilpres justru karena dianggap ndeso, dll.
Semakin dia dibenci di media, masyarakat tampaknya makin simpati sama Jokowi.
Saya mengamati, Danantara yang diluncurkan Presiden Prabowo 24 Februari 2025 lalu mendapatkan tanggapan dari kalangan ekonom, pengamat dan juga politisi.
Yang saya tangkap, sejumlah kalangan mengkhawatirkan kalau Danantara ini tidak memberikan manfaat, dan justru sebaliknya bakal menjadi masalah bagi perekonomian Indonesia. Kalangan tersebut menyangsikan governance, transparansi dan akuntabilitas lembaga investasi baru ini. Juga dikhawatirkan jika ada konflik kepentingan dan "political envolvement" yang tidak semestinya.
Pandangan saya, sebenarnya niat dan tujuan Presiden Prabowo ini baik. Keberadaan Danantara diharapkan bisa memperkuat investasi nasional, utamanya yang bersifat strategis (long-term strategic investment) yang akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menuju ekonomi Indonesia yang kuat (strong economy).
Saya berpendapat, kesangsian dan kecemasan sebagian kalangan ini mesti dilihat dari kacamata yang positif. Artinya, mereka tidak ingin Danantara yang bertujuan mulia ini gagal dan tidak mencapai tujuannya. Terhadap suara rakyat seperti itu justru mesti membuat para pengelola Danantara tertantang dan mesti pula membuktikan bahwa kecemasan rakyat itu tak akan terjadi.
Kuncinya, Danantara harus benar-benar memiliki "good governance", “expertise” (kecakapan) para pengelola Danantara, "economic & business judgement" yang tepat dan pruden, akuntabilitas dan transparansi, kepatuhan pada pranata hukum dan ada progres yang positif dari waktu ke waktu. Pengelolaan Danantara juga mesti bebas dari konflik kepentingan, "politics free" dan kemajuannya secara berkala diinformasikan kepada masyarakat.
*SBY*
Ahok mulai panik
Ganjar keringet dingin
Deddy sitorus inget gratifikasi
Megawati was-was
Pramono dan Puan cari aman
Hasto mulai bikin lagu
Begitulah nama-nama korup...tor
Setelah ramai kasus oplos dan korupsi di Pertamina, banyak konsumen yang pindah ke swasta. Bahkan beberapa SPBU swasta terpantau antri panjang.
Eh, tiba-tiba per 1 Maret Pertamina langsung menurunkan harga BBM nonsubsidi. Sementara SPBU swasta malah kompak naikkan harga.
Ada yang aneh gak ? 😅
Bisnis di konoha itu kayak perang. Masih mending kalau perangnya itu sehat dan fair. Musuh boleh pakai alutsista lengkap, kita mau pakai bambu runcing aja gak boleh, harus tangan kosong. 🫵
GOLKAR Mengklaim penurunan Harga Gas Elpiji Berkat @bahlillahadalia 🤣🤣🤣 awas Pak Nanti Jadi Bahan Tertawaan Netizen Indonesia 😂😂 udah dari lama Harga Gas 3 KG 19.000 bukan dari Partai Anda ...Kocak Banget nih Orang Main Klaim aja 😂😂😂
Bukan tolak ukur bro....yang benar "tolok ukur".... "tolok" itu keranjang dari anyaman bambu yg dipakai sbg ukuran utk tentukan harga oleh orang jawa jaman dulu...
Ternyata tulisan ‘untuk masyarakat miskin’ yang ada di tabung gas melon nggak jelas nih gaes tolak ukurnya 🤔
Kalau tolak ukurnya abstrak, artinya siapapun yang merasa miskin berhak dong? 🤷♂️
Gimana menurut kamu gaes?
One thing I'll never let go:
Sempat ngobrol dengan sekian jurnalis senior, ada yang baru pulang diajak nginep di IKN. Kritikan saya dibilang nyinyir. Katanya, "Kamu belum liat bagusnya pembangunan di sana," dan "Mbok jadi orang tu optimistis dikit sama pemerintah sendiri".
😚
Innalillahi wa Inalilahi rojiun.
Telah pulang ke rahmatullah ibunda Prof. @mohmahfudmd, Hj. Siti Khadijah, di usia 94 tahun hari ini di Madura.
Semoga almarhumah husnul khotimah.
Aamiin. 🙏🙏🙏
@idextratime Kalau ga lolos Pildun:
“Targetnya kan memang bukan itu. Netizen kardus ini jangan terlalu banyak berharap, lihat rank kita? Trust the process”
Kalau lolos Pildun:
“Gue bilang jg apa. ET tahu apa yg terbaik buat Timnas dibanding kalian netizen kardus yg ga lebih hebat dari dia.”
@idextratime namanya jg bicara ttg track records. apakah dlm hal positive/negative perlu dibicarakan scr terbuka. shg mendapatkan penilaian yg fair. tdk terjadi kasak-kusuk di belakang. justru akan penuh dgn rumors ngak jelas akhirnya. bukan hal tabu, kalau kmdian tdk mau menjawab itu haknya.