Martha Tilaar pernah mempersilakan suaminya, Henry Alexis Rudolf (HAR) Tilaar (Alex Tilaar), menikah lagi karena merasa sulit mendapatkan momongan. Di balik ucapan yang terdengar tegar itu, Martha mengaku hatinya justru terasa teriris. Namun, sang suami punya cara tersendiri untuk menghiburnya di tengah perjuangan panjang mereka mendapatkan anak.
Dalam wawancara dengan Liputan6 pada 4 Februari 2013, Martha mengungkapkan bahwa empat dokter dari luar negeri pernah menyampaikan bahwa dirinya sulit memiliki anak.
Ia tidak lantas menyerah. Selama hampir 3,5 tahun, Martha menjalani perawatan, berdoa, dan mengonsumsi jamu demi mewujudkan impiannya bersama suami.
Saat berusia 41 tahun, Martha sempat mengira dirinya hamil setelah menstruasinya berhenti. Namun, dokter menjelaskan bahwa ia telah memasuki masa premenopause.
Kabar itu membuat Martha sedih. Ia merasa impiannya untuk memiliki anak mungkin tidak akan terwujud. Setelah pulang dari pemeriksaan, ia pun mengatakan kepada suaminya bahwa sang suami boleh menikah lagi jika menginginkannya.
"Aku bilang ke suami, 'Pa, aku premenopause. Jadi, kalau kamu mau kawin lagi, silakan'. Gampang banget ngomongnya. Tapi hatiku teriris-iris," kenang Martha dilansir dari Liputan6, Kamis (15/10/2026).
Alex Tilaar tidak membalas ucapan itu dengan kemarahan. Ia justru menggandeng tangan Martha dan mengajaknya ke perpustakaan. Di sana, ia bercanda bahwa buku-buku koleksinya merupakan istri keduanya.
"Aku sudah punya kok, istri kedua. Banyak lagi," kata Martha, menirukan ucapan suaminya.
Candaan sederhana itu menjadi bagian dari kenangan Martha tentang bagaimana sang suami berusaha menghiburnya saat ia merasa kehilangan harapan.
Martha Akhirnya Punya Anak di Usia 45 Tahun
Setelah menjalani perjuangan panjang, Martha akhirnya mengandung dan melahirkan anak pada usia 45 tahun.
Sebelum bayinya lahir, ia mengaku mendapat penjelasan dokter mengenai kemungkinan kondisi kesehatan anak yang dikandungnya akan mengalami risiko. Martha memilih berserah diri dan berdoa agar diberikan yang terbaik.
"Aku percaya pada-Mu Tuhan, kalau kau akan memberikan yang terbaik untukku," tuturnya.
Martha kemudian memiliki empat anak yang, menurut pengakuannya dalam wawancara tersebut, tumbuh sehat. Ia juga mengingat kembali berbagai perkataan dokter yang dahulu meragukan peluangnya untuk memiliki keturunan.
Martha Tilaar meninggal dunia pada Rabu (14/10/2026) dalam usia 89 tahun. Putra sulungnya, Bryan David Emil Tilaar, mengungkapkan bahwa sang ibu menjalani perawatan intensif selama sekitar delapan hingga sembilan hari. Martha awalnya dirawat karena asma, sebelum dokter menemukan adanya pendarahan.
Jenazahnya disemayamkan di rumah keluarga di Jakarta Selatan. Keluarga berencana memakamkan Martha di San Diego Hills, Karawang, di samping makam suaminya, Prof. Alex Tilaar.
#MarthaTilaar #MarthaTilaarMeninggal #KisahMarthaTilaar #HARTilaar #PerjuanganMendapatkanAnak #KisahSuamiIstri #KisahInspiratif #MarthaTilaarGroup #BeritaDuka #BeritaSelebriti
foto: Instagram/@martha_tilaar
BIG BREAKING NEWS
CELIOS MENYEBUTKAN ANCAMANAN IHSG TURUN KE STANDALONE ADALAH SEBAB AKIBAT DARI AKUSISI SAHAM $BYAN OLEH HAJI ISAM
awal tahun ini (27 januari 2026) msci sudah menahan penilaiannya karena bingung siapa sebenarnya pemilik banyak saham di indonesia
sejak itu menurut bhima aturan bursa hampir tidak berubah, hanya urusan administrasi
jadi kebiasaan di pasar saham tetap seperti dulu, tidak membaik
dua contoh yang dia sebut
contoh pertama: sebuah perusahaan milik haji isam membeli saham perusahaan batu bara (byan) senilai rp26,1 triliun
bhima bilang pembelian ini tidak transparan dan tidak melindungi pemegang saham kecil
dia juga bilang ojk (pengawas keuangan) tidak memberi hukuman berat untuk hal seperti itu
contoh kedua: danantara (badan investasi milik negara) mau membeli 5 sampai 10 persen saham bursa efek indonesia
bhima bilang itu membuat bursa terlihat kurang mandiri, karena didukung negara
Buat yang ga ngikutin demo di Perancis:
> Murid SMA protes karena terlalu banyak jam kosong di kelas akibat kekurangan guru. Tiap bulan minimal ada total 2 hari jam kosong bahkan sampe seminggu karena gurunya work life balance ambil cuti tapi gaada pengganti.
> Murid SMA muak karena tiap 1 guru harus ngajarin 35 murid. Mereka anggap ini rasio yang tidak efisien. Di Indonesia, 1 guru bisa ngajar >40 murid
> Murid SMA sadar kalau penyebabnya anggaran pendidikan yang kecil. Bahkan saat musim panas aja AC sekolah mati karena gak punya anggaran bayar listrik.
> Belum lagi setelah mereka lulus SMA dan mau jadi sarjana, itu sistem kuliahnya Gacha. Gaada test kayak di Indo. Mereka sistemnya tulis 10 jurusan dan kampus yang mereka mau, lalu nanti sistem yang ga transparan bakal pilih random sesuai ketersediaan kuota. Mereka frustasi sama ini.
> Teknik demonstrasi yang mereka lakukan adalah menduduki dan memblokade akses SMA dan Universitas terkenal. Salah satu SMA yang diduduki adalah SMA alumninya 5 mantan presiden Perancis. Kalau di Bandung Ibarat blokir SMA 3 dan 5 dan kampus ITB.
> Ada tokoh kanan yang ambil momentum nyalahin imigran, tapi gak kemakan narasinya sama anak SMA ini soalnya gak nyambung.
> Jadi makin viral karena salah satu video wawancara demonstran viral. Seorang anak SMA kulit putih di sekolah elite pusat kota Paris, tinggal di gated community, tapi narasinya pro minoritas, gerakan kiri, dan solidaritas terhadap rakyat kecil.
> Ketidakpuasan ini makin parah karena generasi boomers Perancis makanin uang pensiun dari pajak yang dibayarkan generasi muda. Sementara generasi muda gak ngerasa dapet apa-apa dari pajak.
> Menjadi titik balik gerakan kiri terbesar di Eropa. Sebuah sintesis dari dialektika anti-tesis gerakan ideologi kanan yang populer 1 dekade terakhir. Bisa kita bilang "The Leftist Spring" karena hal serupa terjadi juga di Jerman.
Di Indonesia sulit ada hal kayak gini karena sejak awal gaada dialektika Ideologi. Yang ada adu retorika makna Pancasila. Semua ideologi fafifuwasweswos maknanya 🤣
Kapal induk ini memang dihibahkan ke Indonesia, namun proses restorasi, perbaikan, hingga membuatnya kembali layak digunakan tetap membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
Kalau kapalnya gratis, seberapa besar biaya sebenarnya agar kapal ini bisa benar-benar beroperasi?
Ntah ini penyebabnya atau tidak, tapi pidato keras Bang Media Askar ini bisa saja membuat eyang bang bowo tantrum di depan mimbar dan bilang para pakar govlok..
Ya kan yang dibilangin govlok paling masuk akal ya teman-teman Kabinet Bayangan, bukan RG dan para influencer politik yang masuk angin..
A single bird has just accomplished one of the most extraordinary feats in the animal kingdom — flying nearly one-third of the way around the Earth without stopping to eat, drink, or rest.
The record-breaker is a five-month-old Bar-tailed Godwit that flew nonstop from Alaska to Tasmania, Australia. Covering 8,425 miles in just over 11 days, it set a new record for the longest nonstop flight ever documented in any bird.
What makes this journey even more astonishing is that it was the young godwit’s very first migration. The entire route took place over the open Pacific Ocean, with no chance to land. Despite that, the bird navigated thousands of miles of featureless water with pinpoint accuracy.
This incredible endurance is made possible by remarkable physiological adaptations. Before takeoff, the godwit packs on enormous fat reserves — nearly half its body weight — to fuel the flight. At the same time, many of its internal organs, including parts of the digestive system, temporarily shrink to lighten the load and maximize energy efficiency.
Unlike many seabirds that depend heavily on gliding, this godwit flapped continuously for the entire journey, battling shifting winds and weather systems the whole way.
Researchers at the Pūkōroro Auckland Shorebird Centre say discoveries like this are transforming our understanding of migratory birds. Their astonishing endurance, navigation skills, and energy management demonstrate biological capabilities that can match — and in some ways surpass — even the most advanced human engineering.