KAI mulai menyiapkan peremajaan armada KRL Commuter Line di Jabodetabek dengan mengganti 84 rangkaian lama yang dinilai sudah tidak lagi sesuai dengan standar pelayanan transportasi modern.
Menurut Dirut KAI, Bobby Rasyidin, sebagian armada KRL yang masih beroperasi menggunakan teknologi rheostatik yang sudah tertinggal dibandingkan teknologi terbaru. Sistem tersebut membuat akselerasi kereta terasa kurang halus sehingga mengurangi kenyamanan penumpang.
Saat ini, KCI anak perusahaan KAI telah mengoperasikan 18 rangkaian KRL baru sebagai pengganti armada lama. Kemudian sebanyak 9 rangkaian baru dijadwalkan akan mulai beroperasi tahun 2026 untuk menggantikan armada lama.
Peremajaan tidak hanya dilakukan di wilayah Jabodetabek. KAI juga menyiapkan penggantian armada KRL di Daop 6 Yogyakarta & Daop 8 Surabaya seiring program elektrifikasi jalur yang tengah berjalan.
(Kompas)
Yet again penyakit "visi dirut sebelumnya dan dirut sekarang berbeda". JR yang unitnya banyak mau diganti INKA langsung begitu. Padahal udah sempet ada berita MOU retrofit JR 205.
Mending traksi hentakan tapi dia jalan daripada pintu nyangkut gabisa jalan 😆