🚨 𝗔𝗦 𝗜𝗧 𝗦𝗧𝗔𝗡𝗗𝗦: Celtic are currently drawing 1-1 meaning Hearts are ��𝗛𝗥𝗘𝗘 points clear with one game remaining.
🚨 𝗥𝗘𝗠𝗜𝗡𝗗𝗘𝗥: Hearts play Celtic (A) on the final day of the season.
Hearts have a better goal difference by 5 so Celtic would need to win by 3 goals to become Scottish Premiership champions.
Any other result and Hearts would win their first league title in 𝟲𝟲 𝗬𝗘𝗔𝗥𝗦.
Guys, Felix Siauw baru ngomong sesuatu di podcast Helmy Yahya yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari seorang ustaz Indonesia dalam waktu lama.
Dan intinya satu kalimat yang langsung dilontarkan:
"Orang Indonesia tidak pernah menjadi Islam."
Bukan karena KTP-nya.
Tapi karena cara berpikirnya.
Masalah pertama
kita salah paham soal tawakal:
Felix kasih contoh yang sangat konkret.
Ada pesantren roboh.
Respons orang Indonesia:
"Qadarullah, ini takdir Allah."
Felix langsung potong:
itu bukan tawakal.
Itu kebodohan yang dibungkus agama.
Karena setiap insinyur teknik sipil yang melihat bangunan tiga lantai dengan pondasi yang salah sudah bisa prediksi itu akan roboh.
Tidak perlu menunggu roboh untuk tahu.
Dan kalau kita sudah tahu sebabnya tapi tidak dikerjakan lalu ketika roboh bilang qadarullah itu bukan pasrah pada Allah.
Itu menyalahkan Allah atas kelalaian kita sendiri.
Rasulullah memakai baju besi
dua lapis di medan perang.
Seorang sahabat tanya kenapa.
Jawabannya sederhana:
karena sebab akibat adalah bentuk tawakal yang sesungguhnya.
Bekerja sekeras mungkin baru serahkan hasilnya.
Masalah kedua
"enggak apa-apa mereka ambil dunia,
yang penting kita akhirat"
Felix bilang dia ingin kritik keras kalimat ini.
Karena logikanya terbalik total.
Cara masuk surga menurut ulama ada empat:
dengan ilmu,
dengan kekuatan,
dengan harta,
atau dengan doa.
Kalau kamu tidak punya ilmu,
tidak punya kekuatan,
tidak punya harta kamu hanya tersisa doa.
Dan kalau kamu bilang "yang penting akhirat" sambil tidak mengerjakan satu pun dari empat jalan itu dengan serius kamu sedang tidak mengejar akhirat.
Kamu sedang memakai akhirat sebagai alasan untuk tidak berusaha.
Rasulullah miskin bukan karena tidak bisa kaya.
Beliau miskin karena memilih memberi semua yang dimiliki kepada yang membutuhkan.
Miskin by choice bukan miskin karena tidak punya pilihan.
"Kalau dunia aja kamu enggak bisa nguasain,
jangan ngomong akhirat.
Akhirat itu lebih susah dari dunia."
Masalah ketiga
tidak ada critical thinking:
Ini yang paling mendasar dan paling merusak menurut Felix.
Ayat pertama yang turun kepada Rasulullah adalah iqra baca, berpikir, analisa.
Di saat itu bahkan tidak ada buku.
Tidak ada perpustakaan.
Artinya perintah iqra bukan sekadar membaca teks tapi perintah untuk berpikir kritis terhadap segala sesuatu.
Tapi apa yang terjadi di Indonesia?
Pertanyaan dibungkam.
Otoritas tidak boleh diganggu gugat.
Santri yang dilecehkan menerima
karena percaya itu "ritual penyucian."
Orang tua yang anaknya diperlakukan tidak wajar diam karena takut melawan ulama.
Felix bilang ini adalah abuse of authority yang masif dan akarnya adalah ketidakmampuan berpikir kritis yang sudah ditanamkan sejak kecil.
Padahal bahkan Rasulullah sendiri melatih sahabat untuk tidak buta taat.
Ada sahabat yang diperintahkan pemimpinnya masuk ke dalam api sebagai hukuman.
Mereka ragu dan datang bertanya ke Rasulullah.
Jawaban Rasulullah:
"Untung kalian tanya aku.
Kalau kalian masuk,
kalian tidak akan keluar selamanya."
Dari situ keluar hadis:
taatlah kepada makhluk selama tidak bermaksiat kepada Allah.
Artinya Islam dari awal mengajarkan untuk mempertanyakan bahkan otoritas.
Masalah keempat faktor struktural yang sering dilupakan:
Felix tidak hanya menyalahkan internal.
Ada faktor eksternal yang sangat besar yang tidak boleh diabaikan.
Di zaman kolonial Belanda,
ada sistem pembagian kelas berdasarkan akta kelahiran STBL.
Kelas pertama orang Eropa.
Kelas kedua orang Arab, India, Cina.
Kelas ketiga pribumi dan pribumi Muslim ada di posisi paling bawah.
Akta kelahiran itu menentukan siapa yang boleh sekolah di mana, siapa yang boleh masuk restoran mana, siapa yang boleh masuk pemerintahan.
Bukan soal kemampuan tapi soal sistem yang dirancang untuk memastikan satu kelompok tidak bisa mengakses kekayaan dan pengetahuan.
Itulah mengapa sampai hari ini di daftar orang terkaya Indonesia dan dunia dominasi Muslim sangat kecil dibandingkan populasinya.
Ini bukan semata karena etos kerja.
Ini juga karena sistem yang dibangun ratusan tahun untuk menutup akses.
Korelasi yang menarik antara keyakinan dan peradaban:
Felix membawa temuan arkeologi di Gobeklitepe, Turki bangunan berusia 11.000 tahun yang mendahului rumah dan ladang pertanian.
Para arkeolog menyimpulkan bahwa manusia tidak membangun keyakinan setelah perutnya kenyang.
Justru sebaliknya keyakinan dibangun dulu,
baru peradaban lain mengikuti.
Ini membalik teori lama bahwa agama
adalah produk kemakmuran.
Ternyata keyakinan adalah fondasinya.
Tapi ada yang salah kaprah.
Felix memisahkan dengan jelas:
bukan agamanya yang menentukan maju atau mundur suatu bangsa tapi kepedulian.
Romawi maju bukan karena agama tertentu tapi karena mereka peduli pada kotanya,
pada infrastrukturnya, pada warganya.
Ketika kepedulian itu hilang Romawi hancur.
Bukan karena Tuhannya berubah.
Felix menyimpulkan dengan satu pertanyaan keras yang ditujukan kepada dirinya sendiri dan seluruh ulama Indonesia:
"Rasulullah bilang ilmu dicabut dengan wafatnya para ulama. Ketika ulama pergi tanpa meninggalkan warisan berpikir yang benar yang terpilih adalah pemimpin-pemimpin bodoh.
Dan pemimpin bodoh membuat kebijakan bodoh yang menghancurkan umatnya."
Artinya yang paling bertanggung jawab atas kondisi umat bukan politisinya. Bukan penjajahnya. Tapi mereka yang seharusnya mendidik cara berpikir dan memilih untuk tidak melakukannya.
⚠️ Disclaimer: Berdasarkan podcast Helmy Yahya bersama Felix Siauw. Semua pandangan adalah pendapat pribadi narasumber dalam konteks diskusi keagamaan dan peradaban. Pembaca dianjurkan untuk memverifikasi referensi sejarah dan hadis dari sumber primer.
buat yang bingung atau penasaran gimana sih sebenernya rasanya jadi WNI, liat aja cuplikan video lomba cerdas cermat kemaren
juri adalah gambaran nyata kebanyakan pejabat kita, MC sebagai buzzer pemerintah, siswa SMAN 1 Sambas sebagai rakyat yang nggiatheli memanfaatkan kesusahan sesama rakyat demi keuntungan pribadi, siswa SMAN 1 Sanggau sebagai WNI yang cari aman dan adek² peserta lomba terutama dari SMAN 1 Pontianak adalah rakyat dengan status WNI yang terdzolimi
Disitu terlihat jelas kalo pejabat kita yang salah namun secara terang²an nyalahin org lain karena mereka ngerasa dirinya berkuasa, dan mereka semakin besar kepala karena bisa berkelit didukung oleh para buzzer yang mau gimanapun salahnya si pejabat ini mereka tetep dukung karena udah dibayar sama si pejabat
terus rakyatnya gimana? Yaa cuman bisa nerima dengan terpaksa karena ketika mereka protes pun malah di gaslighting & diserang sama buzzer peliharaan pemerintah ini
sementara sesama rakyat lain pun sebagian ada yg diam takut dijadiin sasaran, namun juga ada yang bukannya bantu sesama rakyat malah manfaatin moment demi keuntungan pribadi, hahahaha
miris...
Guys, ada momen di Mata Najwa yang menurut gue salah satu yang paling menggetarkan dalam sejarah wawancara televisi Indonesia.
Najwa tanya ke Habibie:
masih marahkah Pak Habibie melihat apa yang dulu diperjuangkan begitu banyak anak bangsa kini sepertinya sia-sia?
Dan jawaban Habibie bukan kemarahan.
Bukan kepahitan.
Tapi sesuatu yang jauh lebih dalam dari itu.
"Saya tidak marah.
Kecewa.
Tapi saya tidak mau luangkan waktu dan tenaga saya untuk mengeluh dan menyalahkan siapa saja."
Konteksnya dulu apa yang sebenarnya dihancurkan:
N250 bukan sekadar pesawat.
Ini adalah proyek kebanggaan yang Habibie bangun dari nol selama puluhan tahun.
Waktu itu sudah 48.000 orang bekerja di industri strategis ini.
Kontrak ekspor sudah ditandatangani.
Pesawat sudah terbang perdana dengan sempurna.
Progress sudah mencapai 80% menuju sertifikasi penuh.
Dan tiba-tiba diperintahkan berhenti.
Siapa yang memerintahkan?
Bukan Pak Harto secara langsung.
Pak Harto yang menandatangani perjanjian dengan IMF.
Tapi di balik itu IMF yang datang ke Indonesia membawa satu syarat:
kalau mau dibantu keluar dari krisis 1998,
industri-industri strategis itu harus dibubarkan.
Termasuk IPTN industri pesawat yang membanggakan itu.
"Yang melaksanakan itu adalah IMF.
Kalau IMF datang kemari,
dia mengatakan mau bantu,
tapi harus matikan perusahaan-perusahaan itu."
Dan Habibie tahu konsekuensinya tapi tetap menolak:
Ini yang paling gue kagumi.
Habibie bukan orang yang tidak tahu situasinya.
Dia tahu persis kondisi Indonesia saat itu:
inflasi tinggi, suku bunga melonjak, rupiah anjlok dari Rp2.000 ke Rp16.000 bahkan menuju Rp20.000. Rakyat antri makanan. Orang kelaparan.
Dan di tengah kondisi itu ada yang datang menawarkan solusi dengan syarat: bunuh mimpi bangsa ini.
Habibie menolak.
Bahkan ketika kemudian dia menjadi Presiden dan punya kekuasaan tertinggi untuk membuka kembali industri itu dia tidak melakukannya.
Bukan karena tidak mau.
Tapi karena dia menghitung dengan kepala dingin bahwa kondisinya belum memungkinkan dan memaksakan itu di tengah krisis hanya akan menambah beban rakyat yang sudah menderita.
"Andaikata saya laksanakan itu saya akan menghadapi inflasi tinggi, suku bunga tinggi, nilai rupiah anjlok.
Yang lebih penting dari pesawat terbang adalah orang antri makanan."
Ini bukan kekalahan.
Ini adalah keputusan seorang negarawan yang menempatkan kepentingan rakyat di atas ego dan warisan pribadinya.
Yang paling menyentuh dari seluruh wawancara ini:
Habibie membangun N250 bukan untuk dirinya sendiri. Dia sudah mapan.
Dia bisa saja tetap tinggal di Jerman,
menikmati karir gemilang di MBB, hidup sebagai insinyur kelas dunia yang dihormati seluruh Eropa.
Tapi dia memilih pulang.
Memilih membangun.
Memilih menuangkan seluruh ilmu dan hidupnya untuk bangsa yang bahkan belum tentu menghargainya.
"Saya mulai dengan 20 orang.
Waktu saya jadi Menteri, saya serahkan industri strategis 48.000 orang.
Ton over fighter dollar untuk negara.
Itu yang telah saya berikan kepada bangsa ini."
Dan ketika semua itu dihancurkan dia tidak meminta apa-apa kembali.
Tidak menuntut pengakuan.
Tidak mengeluarkan kepahitan.
Dia hanya bilang: "Lihat dari sudut positifnya."
Habibie adalah bukti bahwa nasionalisme sejati bukan soal teriak-teriak di jalanan atau benci negara lain.
Nasionalisme sejati adalah ketika seseorang yang sudah punya segalanya ilmu, karir, nama besar, kehidupan nyaman di luar negeri — memilih pulang dan membangun.
Memilih melayani.
Dan ketika apa yang dibangunnya dihancurkan oleh tekanan asing dia tidak hancur.
Dia tidak menyerah. Dia hanya berkata dengan tenang: ini sudah saya berikan kepada bangsa ini.
Berapa banyak pemimpin hari ini yang bisa berkata hal yang sama?
Apakah ini fakta tindakan hakim di persidangan? Ataukah hanya rekayasa AI? Saya tak sempat nonton sidangnya. Kalau benar ini atraksi hakim di persidangan: Duh Gusti, mengapa dunia peradilan kita begini?
Eh ada Maharnya ternyata
“Untuk mendapatkan surat rekomendasi tersebut, kami memberikan pembayaran sebagai berikut: Gerindra Rp 5 miliar, Golkar Rp 250 juta, PKB Rp 6 miliar, PKS Rp 2 miliar, PPP Rp 500 juta, dan Demokrat Rp 2,5 miliar,” ujar jaksa saat membacakan BAP di ruang sidang Cakra.
@Uncommonsince76 For years he fought the Satanic industry, trying to save the children in his own ways and they called him the pedo
https://t.co/Co9vyTEN20
Hello, X!
Perkenalkan aku Reynaldi. Owner dari brand Stradenine, brand lokal asli Surabaya.
Hari ini nama Stradenine mendadak ramai diperbincangkan terkait berita yang beredar.
Maka dari itu ada beberapa hal yang kami perlu luruskan.
Di foto, sepatu yang dipakaikan Gubernur Jatim dan Mensos itu brand Stradenine.
Di marketplace? 100–300 ribu.
Owner-nya Stradeline bahkan bilang: gak pernah ikut tender pengadaan.
Harga model di foto?
179.900!!
Jadi…
Selisihnya ke mana?
Sepatu doang lho ini.
Bukan jet pribadi.
Asyuu asyuuuuu..
Guys, Tom Lembong baru ngomong panjang di podcast Gita Wirjawan dan menurut gua ini adalah salah satu percakapan paling substansial yang pernah keluar dari mantan pejabat Indonesia.
Bukan karena dia bekas menteri.
Tapi karena dia ngomong dengan jujur tentang hal-hal yang jarang diakui secara terbuka oleh orang yang pernah berada di dalam sistem.
Mulai dari yang paling mengejutkan.
Tom bilang dia sempat sangat arogan.
Sangat sombong. Sangat sok tahu.
Dan dia mengakui itu dengan sangat jelas tanpa basa-basi.
Sembilan bulan di penjara mengubah sesuatu yang fundamental dalam dirinya dari orang yang percaya bahwa otak adalah segalanya menjadi orang yang sadar bahwa hati jauh lebih besar dari otak dan jiwa jauh lebih besar dari keduanya.
Kalimat yang paling membekas dari seluruh obrolan ini adalah
satu ultra capitalist market makes us sell our soul.
Pasar yang terlalu kapitalistis membuat kita menjual jiwa kita.
Dan itu bukan hanya kritik terhadap sistem ekonomi global. Itu adalah pengakuan diri dari seseorang yang pernah hidup di jantung sistem itu.
Soal pendidikan dan guru Tom dan Gita sangat sepakat dan sangat keras.
Indonesia menganggarkan 20% dari APBN untuk pendidikan.
Angkanya sekitar 800 triliun rupiah per tahun.
Tapi porsi terbesar dari anggaran itu tidak masuk ke gaji guru, tidak masuk ke sarana prasarana sekolah, tidak masuk ke peningkatan kualitas pengajaran. Banyak yang masuk ke sekolah vokasi yang sebetulnya bisa didanai dengan skema kredit pendidikan karena serapan kerjanya jelas.
Sementara guru honorer di Sulawesi Tenggara masih dibayar 500 ribu rupiah per bulan.
Dan guru tetap pun banyak yang hanya menerima 2,8 juta per bulan.
Tom mengutip data dari Singapura negara yang merekrut guru dari 20 persen teratas lulusan universitas. Hasilnya guru berkualitas tinggi bisa mengajar setara 1,5 tahun ajaran dalam satu tahun kalender.
Sementara guru dari golongan bawah hanya bisa mengajar setara 6 bulan ajaran dalam setahun yang sama.
Artinya pilihan siapa yang menjadi guru adalah pilihan yang menentukan apakah generasi berikutnya akan maju atau mundur.
Dan selama 88% kepala rumah tangga di Indonesia tidak punya pendidikan universitas kolam dari mana pemimpin-pemimpin berkualitas bisa muncul akan terus kecil dan dangkal.
Soal birokrasi dan perizinan Tom dengan sangat jujur menggambarkan lingkaran setan yang sudah terlalu lama berlangsung.
Tiongkok bisa mengeluarkan 10 izin per 1000 orang dewasa.
Asia Tenggara rata-rata satu.
Indonesia dan Filipina hanya 0,3. Tiga kali lebih rendah dari rata-rata kawasan.
Kenapa? Karena setiap izin adalah sumber penghasilan bagi pejabat yang mengeluarkannya. Setiap rekomendasi bisa diperjualbelikan.
Setiap pengecualian bisa diuangkan.
Dan selama tidak ada mekanisme yang memberikan pejabat cara lain untuk membangun kesejahteraan jangka panjang yang lebih besar nilainya dari korupsi jangka pendek lingkaran setan itu tidak akan putus.
Tom membuat argumen yang sangat menarik dan jarang didengar. Kalau seorang pejabat mau berpikir jangka panjang dan membangun aset yang nilainya naik beriringan dengan pertumbuhan ekonomi yang sehat nilai aset itu dalam 10 sampai 15 tahun akan jauh melampaui total uang yang bisa dikumpulkan dari korupsi.
Tapi mayoritas pejabat berpikir instan.
Dan selama sistem tidak memberikan insentif yang benar untuk berpikir jangka panjang korupsi akan terus menjadi pilihan yang lebih rasional secara individual meskipun merusak secara kolektif.
Soal desentralisasi dan Tiongkok ada paradoks besar yang Tom ungkap dengan sangat menarik.
Tiongkok secara politik adalah negara sentralistis dengan satu partai.
Tapi secara ekonomi mereka sangat desentralistis.
Walikota Chongqing bisa pergi langsung ke Stuttgart dan deal dengan Daimler tanpa perlu konsultasi Beijing.
Sementara walikota Jember yang ingin membuka pabrik harus minta izin menteri A, menteri B, menteri C.
Dan siapa yang bisa menjadi pemimpin daerah di Tiongkok bukan orang sembarangan.
Mereka sudah melalui proses seleksi yang sangat ketat berbasis merit, sudah dilatih secara formal tentang bagaimana mengelola anggaran daerah, sudah punya track record yang bisa diverifikasi.
Sebelum jadi presiden pun Xi Jinping sudah keliling menjadi pejabat daerah di berbagai provinsi.
Di Indonesia pertanggungjawaban antara pusat dan daerah masih sangat lemah.
Tidak ada KPI yang jelas dari pusat ke daerah.
Tidak ada standar yang ditetapkan.
Tidak ada akademi yang mendidik calon gubernur dan bupati tentang cara menyusun APBD yang optimal. Mereka belajar sambil jalan atau lebih tepatnya trial and error dengan uang rakyat.
Soal abolisi yang diterima Tom setelah 9 bulan di penjara dia menyebutnya dengan sangat sederhana dan sangat dalam.
Dia sudah menguras otak selama 9 bulan untuk membangun argumen paling cemerlang.
Hakim tetap menjatuhkan vonis 4,5 tahun.
Lalu seminggu kemudian abolisi datang dari presiden dan pimpinan DPR.
Sesuatu yang hanya terjadi tujuh atau delapan kali dalam 80 tahun sejarah republik.
Tom bilang itu tangan Tuhan. Dan dia menyimpulkan sesuatu yang menurut gua sangat penting 100% manusia itu hoki.
Tapi 80% tidak terbuka saat hoki itu datang karena terlalu ngotot dengan rencana dan paradigma sendiri.
Kerendahan hati dan keterbukaan adalah cara kita memaksimalkan faktor yang tidak bisa kita kendalikan itu.
Intinya guys obrolan ini bukan sekadar tentang ekonomi atau politik. Ini tentang bagaimana sebuah bangsa membangun dirinya dari fondasi yang paling dalam kualitas guru yang membentuk generasi,
pejabat yang punya insentif untuk jujur, pemimpin daerah yang punya kompetensi dan akuntabilitas, dan masyarakat sipil yang cukup cerdas untuk membedakan mana konten yang membangun dan mana yang hanya membuang waktu.
Dan dari semua itu satu hal yang paling sederhana tapi paling berat untuk dilakukan berani ngomong apa yang harus didengar atasan, bukan apa yang ingin mereka dengar.
Gilak sih ini.
@KemensosRI , Lo kagak salah tulis harga kan..??
Atau jangan-jangan Lo salah beli barang..??
JANGAN SERAKAH..!!
Ini @KPK_RI keterlaluan kalau masih gak bertindak..!!
Berapa harga wajar untuk pengadaan sepatu di bawah ini kalo pake standar pengadaan Pemerintah?
Mari kita bahas MENURUT pengetahuan saya (punya sertifikat Pengadaan Barang dan Jasa lv 1)
Harga tertinggi marketplace : 183.000
Keuntungan rekanan 15% (batas wajar maksimal): 27.450
PPN : 18.135
Pph ps 22 : 4.121
PNBP inaproc : 1.830
Total : 234.536
Atau bulatkan jadi 250.000 bisa lah.
Jadi angka 700.000 dapat darimana?
Wallahualam bissawab
CMIIW 🙏
BEBASKAN SAIF DAN THIAGO SEKARANG JUGA!
Zionis Israel menculik keduanya di perairan internasional dekat Yunani. Ini adalah kejahatan pembajakan yang tidak dapat ditoleransi!
Jangan lupakan Gaza, mereka yang terus berjuang demi Palestina pun juga mendapatkan perlakuan sewenang-wenang dari rezim Zionis!
🙏Ijin Lulusan SD belajar berhitung estimasi
di ambil dari berbagai sumber berita dan gw hanya hitung estimasi sesuai harga pasaran aja ya, meskipun laporan BULOG harga per paket sembako yang di bagikan kemaren senilai Rp. 350.000,-
dan menurut BULOG juga paket yang terdistribusikan sebanyak 350.000Paket.
Total estimasi untuk paket sembako saja Rp. 45Miliar itu duit katanya bukan dari APBN, ada yang bilang patungan dll.
Jika digabung dengan Rate pengisi acara serta embel-embelnya, Menurut para suhu apakah logis Biaya sumbernya dari Patungan/ Swadaya?
🆙🚨 CALCIO SKANDAL 🆕
NAMA DIRIGENTE #INTER 🔵⚫️ MUNCUL DI PENYADAPAN‼️
La Repubblica ungkap detail baru yang mengguncang: #Rocchi & #Gervasoni sudah dalam penyadapan lebih dari setahun dan dari salah satu percakapan itulah titik krusial ditemukan.
2 April 2025 📍 #SanSiro:
Rocchi ditangkap sedang bicara di telepon dengan seseorang dari lingkup arbitral. Dalam percakapan itu sesuai berkas penyelidikan, ia menyebut nama seorang dirigente #Inter: figur operasional yang mengurus hubungan klub dengan para wasit laga per laga.
Nama yang dimaksud: Giorgio #Schenone —> petugas penghubung arbitral Inter. 👀
Mengapa ini krusial?
Menurut Prokurasi Milano, percakapan inilah yang jadi dasar dari dua designasi yang dipermasalahkan #Colombo untuk Bologna-Inter & strategi “schermare” #Doveri. Dalam telepon itu Rocchi diduga ceritakan wasit mana yang disukai atau tidak disukai Inter.
Yang masih harus dibuktikan: apakah pengaruhnya langsung atau tidak langsung. Tapi ini pertama kalinya nama dari luar lingkup wasit masuk dalam narasi penyelidikan. 💣⚖️🔥
#FrodeSportiva #SerieA 📰 La Repubblica
Hiiiiii
Dapur MBG mana yang supplay makanan MBG untuk SMA 1 Comal hari Rabu, 29 April 2026?
Di Telurnya ada yang gerak-gerak itu apaaaa 😭
Catatan : “jangan diintimidasi siswa yg mengeluhkan terkait menu” 🙏🏼
Anggota DPR plenger yang mendesak Dirut KAI mundur ini namanya :
Firnando Hadityo Ganinduto
Fraksi Golkar Komisi VI Dapil Jawa Tengah I
Dirut KAI di suruh mundur tapi dia gak punya nyali mendesak mundur:
•Kepala BGN atas ribuan kasus keracunan MBG & pemberian insentif meskipun SPPG tutup
••Dirut BNI atas kelalaian pengawasan KCP Aek Nabara
•••Menteri Perdagangan & Menteri Perindustrian atas naiknya harga plastik gila-gila an
Pliss lah, jangan sampe satu-satunya BUMN profesional bagus ini dirusakin politikus.
Ini jelas-jelas kecelakaan KAI gara-gara taksi ijo itu. Apa jangan-jangan karena investornya si stafsus itu jadi pada gak berani nyalahin taksi tsb?