Saya bekerja di perusahaan startup dengan gaji dan lain-lain yang bisa mencapai 30 juta. Hidup di Malang, kerja remote, kolega semua baik, atasan mendukung dan servant leader.
Tapi masuk tahun ke-6, kerja mulai ndak tenang. Alasan terbesarnya adalah iklim ekonomi global yang tidak menentu dan AI yang semakin canggih—edutech semakin terancam.
Benar adanya.
Layoff terjadi.
Walaupun saya tidak terdampak, tapi keresahan semakin menjadi.
Akhirnya memutuskan untuk resign.
Sebelum resign, saya dan keluarga mulai menyiapkan sumber pendapatan lainnya. Walaupun kecil, minimal saya bisa menentukan sendiri nasib hidup saya.
Ternyata sumber keresahan saya adalah “sense of control”.
Bekerja di perusahaan, walaupun gajinya besar, feeling “saya tidak bisa mengontrol nasib saya” sangat besar.
Alhamdulillah, setelah 2 tahun resign, hidup mulai stabil. Naik turun tetap ada. Tapi selama sense of control-nya stabil—walaupun ada yang berkata itu adalah ilusi—minimal, kalau saya gagal, saya bisa berkata bahwa itu salah saya. Bukan salah sesuatu di luar saya.
Sekitar pukul 18.20 WIB, massa membentangkan spanduk besar berisi tuntutan rakyat di Tugu Tani, Jakarta, pada aksi 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Salah satu tuntutannya tentang penanganan karhutla untuk ditetapkan sebagai bencana nasional.
#Watchdoc
IHSG udah turun dalam dan selain sektor perbankan sebenarnya masih banyak perusahaan yang secara fundamental bagus, bisnisnya jelas dan pastinya punya pertumbuhan laba yang konsisten.
Tanpa basa basi langsung aja saya kasih 5 saham diluar banking.
Mari kita Simak :
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, bencana makin parah, biaya hidup makin mahal.
Dari banjir, karhutla, sampai cuaca ekstrem, krisis iklim makin terasa di kehidupan sehari-hari. Tapi, apa kerja pemerintah?
Menurut gue hebat sih Greenpeace menyuarakan kritikan langsung di jantung ibukota saat rush hour dimana orang-orang ramai lewat buat berangkat kerja.
Dan yang lebih hebatnya lagi adalah berhasil masangnya itu dan ngga terpantau polisi. Ngga mudah pasang spanduk begitu di bundaran HI.
Apresiasi buat temen-temen Greenpeace👏
Kalau maling, itu masih ada kemungkinan dia melakukannya karena kepepet dan butuh makan. Motivasinya untuk bertahan hidup.
Tapi Penjahat HAM, selamanya akan menjadi penjahat HAM. Penculik, selamanya akan menjadi penculik. Mereka melakukannya murni karena jahat aja. Bengis. Bajingan.
Entah kedunguan macam apa yang membuatmu berpikir kalau orang semacam itu layak diberi kesempatan untuk berkuasa.
Selamat ulang tahun presiden Republik Indonesia, Prabowo.
Just FYI, Singapura beri peringatan keras pada tujuh perusahaan Indonesia penyebab kebakaran hutan yang memicu kabut asap hingga ke negaranya.
Perusahaan itu:
Bumi Andalas Permai 🇮🇩
Bumi Mekar Hijau 🇮🇩
Paramitra Mulia Langgeng 🇮🇩
Sumatera Alam Anugerah 🇮🇩
SBA Wood Industries 🇮🇩
Hutan Lestari Raya 🇮🇩
Bangkanesia 🇮🇩
Sebagian besar mereka pemasok kayu pulp dan kayu lapis yang berbasis di Sumatera.
"Investigasi kami sejauh ini menunjukkan bahwa sebagian kabut asap yang dialami di Singapura berasal dari kebakaran di lahan milik tujuh perusahaan di Indonesia," kata Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu.
Singapura menuntut perusahaan-perusahaan itu segera mengerahkan tim pemadam kebakaran, menghentikan pembakaran, dan menyerahkan rencana aksi penanganan mereka kepada Badan Lingkungan Nasional Singapura.
Singapura menempati peringkat pertama sebagai kota besar paling berpolusi di dunia pada Jumat sore berdasarkan data IQAir, disusul Kuala Lumpur dan Jakarta.
Indeks Kualitas Udara (AQI) di Singapura menyentuh angka 230 atau "sangat tidak sehat".
Merespons polusi yang memburuk, Presiden Singapura Lawrence Wong menegaskan posisi negaranya yang rentan.
"Kita tidak bisa mengendalikan cuaca atau angin, kita juga tidak bisa secara langsung mengendalikan apa yang terjadi di luar batas negara kita," ujarnya.
Greta Thunberg raises awareness of the Kalimantan fires and haze crisis:
“The fires and haze crisis is far from over. As terrifying as this footage is, the reality on the ground is much worse than what you see on social media. 2 million acres of forests have been destroyed by fires. Animals have been burned alive, people are dying and suffocating, villagers have lost their forests and rubber trees, firefighters have died, and 277,075 people have been hospitalized due to acute respiratory infections, including 62,400 children under the age of five. This situation has been ongoing for four months. Please continue to support by donating today to Borneo’s Fires and Haze Crisis Fundraising Campaign to help firefighters, build more haze shelters to protect people, especially children and vulnerable groups, and save the remaining forests.”
ONGOING: Satellite data reveals widespread carbon monoxide (CO) pollution from intense seasonal wildfires across Indonesia, spreading toward Malaysia and Singapore.(16, 10, 2026)
Sho Shibuya, seniman asal Jepang, mengunggah karyanya berjudul INDONESIA.
Melukiskan kebakaran hutan di Kalimantan, Sumatra, dan daerah lain. Dimuat di The New York Times.
Sederhana namun mengena.
📸IG shoshibuya
Dari Sumatra, Kalimantan, Papua, hingga berbagai penjuru Indonesia, setiap kehidupan layak mendapat ruang untuk tumbuh dan terlindungi. ❤️🩹
Doa kami menyertai masyarakat yang terdampak, satwa yang kehilangan habitatnya, serta para petugas yang terus berjuang. Semoga api segera padam, hutan kembali pulih, dan hari-hari yang lebih baik segera datang.
#Persija