Awalnya gua kira nonton short video di HP itu bisa menjadi pengisi waktu luang. Tapi setelah baca jurnal ini, gua baru tau efeknya bisa berbahaya untuk otak.
Penelitian dari Tiongkok ini meneliti 48 orang, terus dilihat kebiasaan mereka nonton short video, lalu dicek fungsi atensi & kontrol diri, didukung juga dengan pemeriksaan EEG.
Hasil penelitian ini cukup bikin gue kaget antara lain:
-Semakin sering nonton short video, semakin turun kemampuan otak buat kontrol diri
-Fungsi eksekutif otak, terutama atensi, juga menurun
Short video ternyata berasosiasi dengan overstimulasi dengan karakteristik cepat, singkat, dan penuh reward instan. Lama-lama otak jadi kebiasaan butuh stimulus cepat, sehingga bikin fokus jangka panjang makin susah.
Yang menarik dari studi ini adalah:
Semakin tinggi tingkat kecanduan (adiksi) untuk menonton short video di smartphone, berasosiasi dengan semakin rendah tingkat pengendalian diri (self control)
𝗞𝗘𝗦𝗜𝗠𝗣𝗨𝗟𝗔𝗡
Kebiasaan nonton short video ternyata berkaitan dengan penurunan self-control dan turunnya fungsi eksekutif otak, terutama kemampuan atensi.
Jerman ketar-ketir pasca ga lolos dari grup Euro 2000 plus krisis pemain. Mereka bikinlah training2 center regional plus relaksasi citizenship. Jadilah itu generasi Ozil, Khedira, dll
Inggris ketar-ketir liganya bagus tapi timnasnya underperform, plus ga lolos Euro 2008. Dibikinlah St George Park plus regulasi pemain muda lokal wajib dapet tempat utama di level klub. Jadilah itu Foden, Palmer, dll.
Nah ini Italia hanya ketar-ketir terus di 3 Piala Dunia terakhir
Yoi. Fans k-pop di Indonesia ini sering melakukan apa yg disebut dlm ekonomi digital sbg unpaid labor alias buruh gratisan.
Mereka berpromosi gratis, menerjemahkan konten, sampai2 mau2nya melakukan pembelaan masif kpd idolanya di media sosial.
Tp dr POV ekonomi industri Korea, fans k-pop Indonesia ini cuma angka2 yg bisa dieksploitasi. Mereka dipandang sbg sekelompok manusia2 yg cuma berguna dlm efisiensi biaya pemasaran.
Nah, ketika suatu massa fans K-Pop Indonesia cuma dianggap sbg angka untuk mendongkrak popularitas, industri kreatif Korea memanfaatkan hasil eksposur fans Indonesia tsb agar bisa menjual artis2nya dgn harga lebih mahal ke pasar Amerika dan Eropa.
Dlm konteks sosiologi-ekonomi, ketika seseorang memberikan tenaga secara cuma2 demi keuntungan pihak lain yang sudah kaya, posisi orang tersebut dalam hierarki ekonomi dianggap golongan yg sangat rendah, mudah dimanfaatkan, mudah diekploitasi, mudah dikibuli.
Tak heran kalau sebagian masyararat Korea dgn enteng menyebut fans k-pop Indonesia-yg sebetulnya telah berkontribusi luar biasa dlm pasar volume negaranya- nggak lebih dari monyet belaka.
Ironis.
Orang demo itu buat kau juga. Negara ini kalo jadi bagus, dapat kerja tidak perlu jual sawah. Atasanmu itu duduk enak dapat uang banyak. Kok ya patuh sama dia. Goblok!
@KAI121 Halo min, mau nanya sehubungan rel kereta terendam banjir sungai tuntang, untuk perjalanan ka airlangga tujuan randublatung- semarang jam 15.36 apakah terdampak? Ataukah masih bisa jalan? Mohon infonya
Quote Squidward.
1) Kehidupan bisa sangat menyebalkan, tapi kita harus tetap bertahan.
2) Orang banyak bicara ketika mereka ingin terlihat pintar.
3) Hidup itu tidak adil, jadi terbiasalah.
4) Terkadang, yang aku inginkan hanyalah tidur sepanjang hari.
5) Kenapa berita lokal selalu menampilkan hal bodoh.
6) Semua orang hanya peduli tentang diri mereka sendiri, bisakah hari ini berakhir lebih cepat.
7) Aku tidak membenci orang, aku hanya lebih suka saat mereka tidak ada di sekitarku.
8) Kenapa aku lakukan hari ini, jika bisa aku lakukan besok.
9) Kenapa aku harus memberikan uangku kepada orang yang lebih kaya dariku.
10) Aku tidak ingin bermalam di sini (Krusty Krab), aku punya kehidupan.
Menyamakan si botak dengan Squidward adalah penghinaan terhadap Squidward.
Squidward simbol perjuangan kelas pekerja.
work! aku mau belajar excel, tapi bingung mending beli bootcamp atau liat yt aja yg free?? soalnya kalo bootcamp udah ada silabusnya, tp ya harganya lumayan bagi aku 😔