Tidak ada toleransi
Newport harus ditutup semua
Pemiliknya dan pengurusnya harus dibawa ke penjara
Tidak ada kata maaf dan pakai kemeja putih. Ini sudah masuk kategori pelecehan dan penghinaan agama.
JIKA TIDAK DITUTUP DAN DITANGKAP PEMILIK DAN PENGELOLAANNYA SILAHKAN UMAT ISLAM TURUN DAN LAKUKAN TUGAS KALIAN JIKA APARAT HUKUM LAMBAN BERTINDAK.
Lihat aja bagaimana pengkhususan tahanan Kejagung ini yang dititipkan di KPK, sampai ada kegeraman dari jurnalis yang meliput hanya untuk sekedar peliputan berita.
Coba kalau tahanan yg lain dibiarkan wajahnya diliput bebas oleh media dengan jarak dekat tanpa sekat.
Video via Kang @reporterj4il Kabar6
Bapak Syamsul Bahrun melakukan aksi jalan kaki dari Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Teramang Jaya, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, menuju Jakarta.
Aksi ini ia lakukan seorang diri sambil membawa Bendera Merah Putih dan poster untuk mencari keadilan atas sengketa harta warisan keluarga orang tuanya yang dirampas kepala desa.
10 Agustus 1998, Letjen Prabowo Subianto menghadiri sidang Dewan Kehormatan Perwira (DKP) atas kasus penculikan para aktivis pro-demokrasi sepanjang 1997-1998.
Prabowo yang saat kasus terjadi menjabat sebagai Danjen Kopassus disebut memerintahkan penculikan kepada Tim Mawar.
Panglima ABRI Jenderal Wiranto memerintahkan 7 orang perwira tinggi untuk memeriksa Prabowo dalam DKP. Mereka adalah Jenderal Subagyo H.S., Letjen Fachrul Razi, Letjen Djamari Chaniago, Letjen Susilo B. Yudhoyono, Letjen Agum Gumelar, Letjen Arie J. Kumaat, dan Letjen Yusuf Kartanegara.
Hasil pemeriksaan DKP menyebut Prabowo melampaui kewenangan dengan menjalankan operasi pengendalian stabilitas nasional. Prabowo juga dinilai bersalah acap pergi ke luar negeri tanpa izin KSAD maupun Panglima ABRI.
Prabowo dinilai kerap mengabaikan sistem operasi, hierarki, dan disiplin di lingkungan militer. Sebagai menantu Presiden Soeharto, perwira tinggi lainnya segan kepada Prabowo.
Atas berbagai pelanggaran tersebut, DKP mengeluarkan rekomendasi yang berujung pada pemberhentian Prabowo dari dinas militer pada akhir Agustus 1998.
📷 AFP / Getty Images
DEMI HIT TWEET, JANGAN MAU JADI BUDAK HOAX, VIRAL SESAAAT, KONSEKUENSI HUKUM MENGINTAI
Jangan ikut-ikutan menyebarkan HOAX, DFK, atau konten provokatif yang sengaja diproduksi untuk memancing kegaduhan dan mengompori massa turun ke jalan. Jangan merasa aman hanya karena bersembunyi di balik layar dan akun media sosial. Jejak digital itu panjang. Kalau kontenmu terbukti menjadi bagian dari provokasi atau penyebaran informasi palsu yang melanggar hukum, konsekuensinya bisa serius.
Apa gunanya dapat duit beberapa juta kalau ujung-ujungnya harus berurusan dengan hukum? Duitnya bisa habis, reputasi rusak, waktu terbuang, bahkan biaya pendampingan hukum bisa jauh lebih mahal.
Jangan sampai karena mengejar uang receh, yang dibayar justru dengan kebebasan sendiri.
Sebelum repost, tanya satu hal: “Kalau besok konten ini diperiksa aparat, saya berani mempertanggungjawabkannya?”
Kalau jawabannya ragu, jangan klik repost.
|𝗡𝘂𝗮𝗻𝘀𝗮 𝗣𝗮𝗴𝗶 𝗥𝗖𝗧𝗜, 𝟮𝟬𝟬𝟭|
Dikumen ini terlalu berharga untuk diabaikan
Mari kita mengingat masa-masa itu. 🤣
Jumlah pengguna HP mencapai 𝟭 𝗺𝗶𝗹𝘆𝗮𝗿.
Tahun 2001, ini berita “WOW” dan bombastis🤣
Simak sampai habis gaes👇
HP dulu bahkan jadi simbol prestise bagi laki-laki loh. Perhatikan HP-ny, keren-keren kan? 🤣
Rugi kalau nggak nonton. 😁
|𝚁𝙲𝚃𝙸 𝙵𝚒𝚕𝚎𝚜|
Pemuda berinisial SR ( 41 ) ini tiba tiba merusak Palang Pintu lintasan Kereta api karena tidak sabar menunggu kereta lewat (9/8/2026)
📍Sleman
Sempat di datangi warga & TNI tapi sepertinya Mereka tidak berani bertindak Semoga pelaku bisa ditangkap @KAI121 dan mempertanggungjawabkan perbuatannya
Kelakuan kek binatang ,
Gentian diirasisin ga terima
LAGU KEBANGSAAN SINGAPURA
Pencipta lagu kebangsaan Singapura Zubir Said itu asli Bukittinggi, & pencipta lagu kebangsaan Malaysia Saiful Bahri asli Payakumbuh.
Tapi kenapa nama MINANGKABAU terkesan dileburkan di sana?
Karena peradaban Minangkabau di era kolonial sebenarnya udah sangat maju di bidang pendidikan & kebudayaan. Sayangnya, daerah induknya di Indonesia dibikin NYANGKUT kemajuannya oleh penguasa biarhi di jakarta bahkan kemajuan Minangkabau dihambat supaya jalan di tempat terutama pasca peristiwa PRRI.
Sejak PRRI, stigma & diskriminasi ke masyarakat Minang itu kuat kali wak:
- Minang disingkirkan dari panggung kemajuan nasional.
- Orang tua dulu sampai takut ngasih nama anak dengan nama khas Minang.
- Dituduh PEMBERONTAK yang mau memisahkan diri dari republik.
Pola pengasingan politik kayak gini sebenarnya mirip sama apa yang dialami suku Sunda pasca DI/TII wak. Orang Sunda sempat diasingkan dalam peta politik nasional. Baru setelah Soekarno turun, sisa laskar DI/TII dimanfaatkan Soeharto buat menyisir kekuatan PKI, dan setelah itu baru orang-orang Sunda perlahan kembali ke kancah perpolitikan nasional puncaknya di era Wapres Umar Wirahadikusumah.
Padahal esensi utama tuntutan PRRI itu murni PEMERATAAN!
Gimana logikanya coba? Bagaimana mungkin etnis yang menyumbang hampir 1/3 pendiri bangsa ini mendadak mau memberontak keluar dari negara yang MEREKA DIRIKAN SENDIRI? Gak masuk akal kan wak!
Bagi siapa pun yang paham sejarah tuntutan pembangunan daerah, pasti paham konteks lahirnya PRRI.
Gimana menurut kalian wak? Apakah luka sejarah pasca-PRRI ini masih menyisakan efek domino sampai hari ini? 👇