Kali ini aku agak serius memilih kata-kata yang mengekspresikan suasana hati dan isi kepala. Mbacalah! baca resapi nilai (velue) agar ideologi bangsa di buat bukan alakadar kalender sejarah.
Politik bisik-bisik inilah fakta busuk budaya kita yg tlah mengeras membatu dari zaman ke zama. Dan fakta politik kebajingan (munafikun), inilah pula alasan mengapa kemaslahatan terus menjauhi negeri ini
Bagi kami rakyat jelata, acuan utama hidup adalah hari-hari bertahan dengan gorengan dan atau ketoprak. Keajaiban teramat langka, bila pegang selembar saja Dolar, dan ini valid!
Dulu, zaman aktivis kelas komisariat candanya "diskusi tanpa logistik, logika tidak jalan. Dan "diskusi tanpa tanpa logika kesia-siaan semata". Bila ditarik sederhanakan benang kusut adagium ini, idealisme ada takarannya, militansi ada takaranya, YATIDAK BUTA!
Manusia di negera jajahahan, hanya ada 2 yg paling inti di kejar adalah makan dan kekusaan. Apapun embel-embelnya entah itu aktivisi, tukang catat dst... golnya pasti hanya itu..!
DAN, kukasih taukau, hanya ada resiko dari perjudian ambisi bung, (satu) jika sedang mujur lolos kau bisa saja girang, bahkan condong ke arogan akibt kelimpahan. Tapi (dua), bila kau salah jalan, kau bakal jadi gembel yg tak bs kau anulir ulang kembali, simalakama.