Aku sedang kesusahan, tolong jangan persulit. Aku sudah mengikuti alur, ketentuan dan menunggu.
Jika aku tau kalo aku dipersulit, kupastikwn juga orang yang mempersulitku akan dipersulit juga, tentu bukan olehku. Aku bukan lagi di level mempersulit orang lain.
Seandainya aku meninggal, aku ingin tau adakah yang menangisiku seperti orang tuaku yang menangisi kelahiranku? siapa yang menangis paling kencang, atau justru meninggal dalam keadaan tak dikenal dan tak mau dikenal?
Ketika MBG dikirimkan langsung ke rumah siswa masing-masing, maka MBG sebagai daya dukung pendidikan menjadi hilang. Sebab tidak ada fungsi pendidikan disana. MBG disini seperti bansos, yaitu menjalankan fungsi kesejahteraan sosial.
Jika ini dipaksakan, maka sekolah akan dipaksa terlibat. Apalagi setelah SE soal PJ MBG. Guru yang sudah liburan harus balik kanan untuk memuluskan pengantaran MBG.
Sangat tidak setimpal.