Kalian Para BURUH Merasa diwakilkan Said Iqbal tidak ???
Naik Mobil mewah perut kenyang badan subur
Buruh ?????? Hidup pas pasan boro booro mobil mewah untuk ganti oli aja susah
Ga pernah liat gue anak hilang seceria ini, curiga dia bukan hilang tapi healing
gue semakin yakin gen alpha terbuat dari tanah sengketa, soalnya agak laen jir ๐ญ
Ada apa sih para Menteri kita ini? Koq rendah sekali pemahamannya tentang Bisnis dan Koperasi.
Tak paham bisnis proses, tak paham rantai distribusi, tak paham retail, lebih cilaka juga tak paham apa itu KOPERASI yang pada dasarnya adalah entitas usaha yang fokus utama melayani anggota.
Bagaimana Kopdes MP bisa bertahan, jika yang mensupply barangnya adalah Toko Modren yang juga entitas retail. Tentu harga barang di Kopdes akan jadi mahal sekali, dan konsumen tentu akan lebih memilih barang murah di Toko Modren.
Saya setuju harus ada proteksi bagi Koperasi Retail (termasuk Kopdes MP), tapi bukan dengan menutup Toko Modren yang ada, juga tidak melarang izin baru Toko Modren di suatu wilayah. Cukup dengan melakukan zonasi jarak, sisanya biarkan berkompetisi alami baik sisi harga maupun layanan.
Koperasi pasti bisa survive dan menang kompetisi, jika ruh koperasinya betul-betul dijalankan. Yaitu sebagai badan usaha bersama dengan asas kekeluargaan. Dimana jika koperasinya tumbuh, raih laba, maka konsumen yang merupakan anggota juga akan dapatkan bagian laba/SHU.
Nah, SHU ini yang tak akan bisa dilakukan Toko Modren sebagai entitas ekonomi kapitalistik. Dimana laba usahanya hanya akan menambah pundi-pundi pemilik Toko Modren dan pemilik sahamnya. Konsumen hanya sekedar pembeli, sebagai objek untuk meraih laba.
----------
Cuma yang jadi tantangan bagi Koperasi Retail (masuk Kategori jenis Koperasi Konsumen) adalah pasokan atau supply produk dengan harga kompetitif.
Nah, inilah makanya dulu saya tidak setuju waktu ada yang menggerakan membuat Koperasi 212 RETAIL. Saat inisiatornya minta saran saya, mas @ekagumilars, saya sampaikan tidak akan kuat head to head dengan Toko Modren (2 brand yang sudah menasional). Paling hanya bertahan beberapa bulan, paling lama 1-2 tahun, setelah itu hidup segan mati tak mau. Kenapa?
Karena, kunci di bisnis retail itu bukan di retailnya. Kunci bisnis retail itu ada di DISTRIBUSI nya. Kunci nya di KUANTITI, kemampuan menyerap produksi pabrik. Selama hanya jadi tangan ke sekian dari rantai distribusi, ya pasti amsiong menghadapi 2 toko modren tsb.
Saya sarankan waktu itu, semangat ummat yang besar, dengan akumulasi modal yang besar, langsung saja buat DISTRIBUTOR CENTRE 212, bermaian langsung di level Distributor yang bernegosiasi dengan pabrik. Bukan membuat retail-retail di banyak kota.
Lantas retailnya dimana?
Bekerja sama langsung dengan Koperasi Konsumen yang sudah ada, dengan warung-warung, dengan toko-toko ummat. Tak perlu membuat Toko Modren 212 yang justru akan menambah tekanan bagi warung-warung, toko-toko milik umat, yang selama ini sudah ditekan oleh 2 Toko Modren nasional.
--------
Nah, solusi bagi Kopdes MP apa?
Bukan sewenang-wenang menutup toko modren eksisting, yang akan berdampak meningkatkan jumlah pengangguran. Juga bukan melarang izin baru (cukup zonasi), tapi buatlah KOPERASI SEKUNDER MERAH PUTIH, yang anggotanya seluruh KOPDES MP (Koperasi konsumsi).
KOPERASI SEKUNDER MP ini lah nanti yang akan bertindak sebagai DISTRIBUTOR yang bernegosiasi dengan pabrik, dengan kuantiti pembelian besar, sehingga dapat harga sama murahnya dengan 2 toko modren eksisting.
Dengan cara ini, dari sisi harga, Kopdes MP akan bisa bersaing dengan 2 brand Toko Modren nasional. Tinggal menata pelayanan agar tak kalah dengan 2 brand toko modren nasional.
Melalui cara ini juga, karena Kopdes MP sudah dapat harga yang baik karena keberadaan Koperasi sekunder MP, maka Kopdes MP bisa juga mensupport warung-warung rakyat yang jadi anggotanya. Sehingga tak mematikan usaha rakyat, tapi ikut menghidupi warung rakyat.
Ujungnya, jika jalan dengan ruh sebenarnya Koperasi ini ditempuh, maka 2 brand Toko Modren nasional pun tak akan mampu menyaingi. Kenapa?
Karena laba dari Koperasi sekunder yang telah dapat support harga pabrik pun akan dinikmati oleh anggotanya, yaitu Kopdes MP. Ujungnya laba itu pun akan terdistribusi ke seluruh konsumen Kopdes MP yang merupakan anggota Kopdes MP.
----
Itu jalan Koperasi, dan hanya bisa dijalankan orang-orang yang paham ruh Koperasi. Kalau yang hanya lihat cuan karena Kopdes MP akan dapat modal usaha dari pinjaman Bank Himbara, ya tunggu waktu ledakan kredit macet saja.
Bukan saya mengutuk, tapi ini pelajaran yang sudah ada, pengalaman yang sudah dirasakan orang-orang yang bergerak di Koperasi.
๐๐
Salam
FK