Kalian wajib nonton deh, video yutub Pandji yg ini...
Videonya cuma 40 menitan, isinya ngebahas public speaking, dan menurut gua ini mudah untuk dipahaminya.
Di video ini, Pandji menceritakan perjalanan dan ilmunya soal public speaking dengan cara yang sangat jujur, lucu, dan praktis.
Menurutnya..
"public speaking itu 80% psikologi dan hanya 20% teknik"
Pandji mengajarkan sebuah kerangka sederhana namun powerful: sebelum bicara di depan orang, kamu harus menjawab enam pertanyaan penting mulai dari “Orang menganggap saya seperti apa?” sampai “Apa yang ingin saya dapatkan dari kesempatan ini?”
Lengkapnya gini:
Orang kira-kira menilai gue seperti apa?
Apakah gue sesuai dengan persepsi itu?
Apa yang mau gue lakukan?
Apa yang ingin gue sampaikan?
Peluang apa yang ingin gue dapatkan?
Bagaimana cara menyampaikannya?
Tapi, bagi gua bagian yg ngena banget tuh ini. bagian cara menyesuaikan diri dengan jenis audiens:
- Ke anak kecil → Jadilah asli
- Ke remaja → Jadilah bagian dari mereka
- Ke orang dewasa → Berikan alasan yang masuk akal
- Ke bapak-bapak → Berikan rasa hormat yang tinggi
Pandji juga mengajarkan konsep “Hotspot” dan “Maskot” .. yakni, menemukan orang-orang yang paling responsif di ruangan untuk membangun energi dan membuat presentasi hidup.
Keren ya kalo aja ini bisa kita lakukan secara masif...
Sampahnya dipisah dengan baik yg kering disimpan tongnya sendiri yang basah masuk jadi kompos.
Punya aquaponik
Punya panel surya
Punya selokan yang cukup bersih dijadiin kolam lele
Punya penampungan air hujan
People planet profit sepertinya ide yang bagus banget..
Kalau kalian butuh buku anak gratis dari badan pemerintah. Silahkan bisa akses :
1. SIBI
https://t.co/N31aaCTyGF
2. BUDI Kemendikdasmen
https://t.co/7qk7feyqsf
3. Balai Bahasa Provinsi
Cara : kalian ke google, ketik 'Buku Balai Bahasa Provinsi... (Isi sesuai keinginan)'
Sekiranya berkenan bisa akses dan review karya @Dreamink_Studio di :
📚 Negeri Tepat Waktu (Noor H. Dee)
https://t.co/uLoP13Iej1
📚 Berapa Banyak? (Fransisca Emilia)
https://t.co/OMiwbiiCOg
RULES HIDUP DI TEMPAT KERJA
1. jangan jadi pahlawan.
2. datang tepat waktu, pulang wajar.
3. kantor itu kerja bukan keluarga.
4. jangan pamer dan mengeluh.
5. atasan gak selalu benar, tapi penentu.
6. email, chat, dan omongan itu bukti.
7. upgrade skill biar susah diganti.
8. kerja secukupnya, hidup sepenuhnya.
9. jangan terlalu jujur.
Tetangga Mbah Sadiman dulu apa gak malu ya? Orang lagi pusing bukitnya gersang, si mbah nekat jual kambingnya buat beli bibit beringin malah diketawain satu kampung dibilang gila.
Dulu pas bukit di Wonogiri itu abis kebakaran dan kering parah, si mbah ini malah nekat nanem beringin tiap hari selama 20 tahun lebih tanpa dibayar. Tetangganya pada nyorakin karena beringin kan dianggap mistis sama angker wkwk.
Tapi sekarang belasan ribu pohon yang dia tanem sendirian udah jadi hutan lebat, terus malah ngasilin banyak sumber mata air baru. Ujung-ujungnya warga desa yang dulu ngatain dia gila sekarang bisa dapet air bersih gratis buat bertani. Sukses membungkam satu kabupaten sih ini.
Sampai sekarang, mbah masih suka naik ke bukit buat ngecek pohon-pohonnya. Beliau pernah bilang, upah terbesar buat dia itu bukan uang, tapi ngeliat warga kampungnya udah gak kesusahan air bersih lagi pas musim kemarau.
nasib si mbah sekarang udah tenang banget, dihormatin satu kabupaten, dan hidupnya berkah karena berhasil membungkam omongan tetangganya pake karya nyata.
Sehat selalu Mbah Sadiman! 😭 Maturnuwun, sungkem beneran gue.
Tidak ada keharusan menyikapi matematika dengan super serius.
Matematika boleh didekati dengan santai, menyenangkan, dan penuh rasa ingin tahu.
Sebab belajar bukan tentang tegang terus-menerus, tapi tentang menikmati proses menemukan jawaban.
Untuk adik-adik sekolah dasar.
Ayok bermain...
Bermain apa?
Bermain Matematika.
PESAN PENTING DARI PSIKOLOG UNTUK SEMUA ORANG TUA
1. saat anak menangis
anak butuh di peluk, bukan dimarahi
2. saat anak merasa takut
anak butuh di genggam bukan di tinggal
3. saat anak marah
anak butuh didengar, bukan dihakimi
4. saat anak tantrum
anak butuh ketenangan dari orang tuanya, bukan emosi yang ikut meledak
5. saat anak gagal
anak butuh dihargai usahanya, bukan dibandingkan
6. saat anak bertanya
anak butuh perhatian penuh dan tatapan kita
7. saat anak bercerita
anak ingin kita hadir dengan antusias
8. saat anak melakukan kesalahan
anak butuh arahan, bukan bentakan
9. saat anak mencari perhatian
seringkali anak hanya butuh waktu kita, bahkan sebentar saja