Program Layanan Publik
Presiden SBY:
- BidikMisi >> Pelaksananya negara
- BOS >> Negara
- Jamkesmas >> Negara
Presiden Jokowi;
- KIP/PIP >> Negara
- KIPK >> Negara
- KIS >> Negara
Presiden Prabowo;
- MBG >> Mitra swasta
Jelas bedanya kan? dimana design bcornya.
Terima kasih, Bro Bobon, krn telah menjadi jembatan suara rakyat & menyampaikan berbagai keluhan masyarakat kepada pemerintah melalui Mas Wapres Gibran. 👏🇮🇩
Mari sejenak mengenang kembali visi besar para pendiri bangsa. Sebuah warisan sejarah yang terus menjadi pondasi sekaligus penunjuk arah langkah kita sebagai bangsa.
Lima sila, satu cita-cita. Selamat Hari Lahir Pancasila. Kita lanjutkan perjuangan merawat pancasila sebagai dasar negara sebagai pilar utama kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pagi ini Saya dan Ibu Iriana melaksanakan Ibadah Salat Iduladha di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Jawa Tengah.
Kehangatan dan kebahagiaan masyarakat yang hadir, terasa untuk melaksanakan Ibadah Salat Iduladha bersama-sama.
Selamat Hari Raya Iduladha, semoga keberkahan selalu menyertai kita semua. Aamiin.
Iduladha mengajarkan kita tentang makna keikhlasan dan pengorbanan sejati.
Saya beserta keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Iduladha 1447 H, mari jadikan momen suci ini untuk saling berbagi dan menguatkan persaudaraan. Semoga keberkahan dan kedamaian senantiasa menyertai kita semua.
Kekuatan terbesar kita sebagai bangsa terletak pada persatuan dan kerukunan untuk berdiri tegak di tengah tantangan zaman.
Mari kita satukan langkah, berkolaborasi untuk meneruskan estafet perjuangan para pendahulu kita. Dengan semangat tersebut kita pasti bisa bangkit, untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju, tangguh, dan sejahtera.
Selamat Hari Kebangkitan Nasional 🇲🇨
Saya ada cerita seorang bapak.
Dia kerja 20 tahun buat biayain anaknya kuliah S1.
Lembur.
Utang.
Sampai jual tanah warisan.
Anaknya lulus. IPK bagus.
Wisuda lengkap dengan toga.
Sekarang anaknya kerja serabutan. Gaji di bawah UMR.
Dan si bapak masih senyum bilang,
"Mungkin belum rezekinya."
Yang bikin saya merenung bukan cerita anaknya.
Tapi cerita si bapak.
Dia lahir tahun 70-an.
Gak tamat SMA pun bisa buka toko,
punya rumah,
besarin anak dengan layak.
Logikanya simpel dan masuk akal:
"Dulu gw gak sekolah tinggi aja bisa. Kalau anak gw kuliah,
hidupnya pasti jauh lebih baik dari bapaknya."
Logika itu benar. Di zamannya.
Masalahnya bukan orang tua yang salah didik.
Bukan juga anaknya yang kurang usaha.
Tapi janji yang mereka pegang sudah kedaluwarsa.
Ijazah dulu adalah tiket.
Sekarang ijazah adalah syarat minimum.
Yang bahkan kadang pun masih belum cukup.
Dua hal yang kelihatannya sama, tapi sebetulnya beda jauh.
Bayangin ya.
Tahun 1995,
fresh graduate langsung diperebutkan perusahaan.
Sekarang,
lowongan entry level minta pengalaman 2 tahun,
skill digital, bisa multitasking, dan siap ditempatkan di mana saja.
Gajinya?
UMR aja belum tentu.
Hampir sama kalau dikonversi ke harga waktu itu.
Tapi harga rumah, kontrakan, dan beras sudah tidak ikut berdiam di angka yang sama.
Generasi 90-an pasti hafal nasihat ini:
"Rajin sekolah, biar dapat kerja bagus."
"Kuliah dulu, baru enak hidupnya."
"Investasi terbaik itu pendidikan."
Nasihat itu bukan bohong.
Di zamannya, itu benar dan terbukti.
Tapi zamannya sudah ganti.
Nasihatnya tidak ikut ganti.
Dan anak-anak kita tumbuh sambil pegang peta zaman dulu
yang sudah tidak cocok sama jalanan yang mereka hadapi sekarang.
Saya pernah ngobrol panjang sama seorang teman.
Dia cerita,
"Bokap gw sampai jual motor buat bayar UKT semester terakhir gw."
Saya tanya, "Sekarang kerjanya apa?"
"Freelance desain. Kadang ada job, kadang enggak."
"Bokap lu tau?"
"Tau. Dia bilang sabar, rezeki ada aja. Tapi gw liat matanya... dia bingung."
Si bapak bingung bukan karena anaknya gagal.
Tapi karena cara yang dulu berhasil sekarang tidak lagi bekerja.
Dan dia tidak punya peta baru untuk dikasih ke anaknya.
Kalau anakmu masih sekolah atau mau kuliah,
jangan cuma pikirin jurusannya.
Tapi ajarin juga:
1. Ajarin dia cara kerja uang sejak kecil.
2. Bekali satu skill konkret yang bisa langsung menghasilkan.
Sebelum dia lulus dan bingung mau mulai dari mana.
3. Kasih ruang buat gagal kecil sekarang.
Biar dia gak gagal besar pertama kali justru di dunia nyata.
4. Jangan cuma bekali ijazah. Bekali juga kemampuan bertahan.
Bukan berarti kuliah tidak penting. Tapi kuliah saja sudah tidak cukup.
Soalnya begini.
Orang tua yang paling menyiapkan anaknya bukan yang paling banyak bayar biaya kuliah.
Tapi yang paling jujur bisa ngomong ke anaknya:
"Dunia yang kamu masuki berbeda dari dunia yang Ayah dan Ibu kenal.
Kita harus cari tau bareng-bareng."
Kejujuran itu lebih berharga dari SPP mana pun.
Dan seperti biasa, selalu ada dua kubu.
Kubu pertama bilang,
"Orang tua salah. Harusnya ajarin skill, bukan kejar gelar."
Kubu kedua bilang,
"Orang tua sudah benar. Anaknya yang kurang mau usaha."
Tapi ada kemungkinan ketiga yang jarang ada yang mau nyebut:
Dua-duanya sudah berusaha sebaik yang mereka bisa dengan informasi yang mereka punya.
Tapi sistemnya yang tidak pernah jujur ke keduanya.
Generasi kita mungkin adalah generasi pertama yang hidupnya lebih susah dari orang tuanya.
Bukan karena malas. Bukan karena manja.
Tapi karena peta yang diajarkan ternyata sudah tidak relevan saat mereka datang.
Dan orang tua mereka masih dengan tulus menunjuk ke peta yang didapat dulu.
Roda perekonomian dan pembangunan bangsa tidak akan bisa berputar tanpa adanya dedikasi dan kerja keras seluruh buruh di Indonesia.
Selamat Hari Buruh, para pahlawan penggerak kemajuan bangsa. Mari kita terus bergotong royong, saling bahu-membahu, dan menjaga semangat persatuan demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik.
INDONESIA LOLOS KE SF UBER CUP 2026!
Indonesia🇮🇩vs Denmark🇩🇰 3-1
✅Putri Kusuma Wardani vs Line Christophersen 21-12, 21-15
❌Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi vs Line Kjaersfeldt 15-21, 16-21
✅Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Amalie Cecilie Kudsk/Mette Werge 21-19, 21-11
✅Ester Nurumi Tri Wardoyo vs Amalie Schulz 21-13, 21-18
Putri KW membuka jalan. Ester memastikan kemenangan, tdk menyia2an kesempatan setelah kemenangan solid Ana/Trias.
Selamat Tim Uber Indonesia!
📸: PBSI
Orang masih nganggep QRIS itu cuma buat beli es teh.
Tapi ini sistem pembayaran buatan Indonesia yang sekarang diterima di China. Bukan sebaliknya. Bukan Alipay yang masuk Indo tp kebalik QRIS yang masuk China.
Lo harus paham betapa langka ini. Negara berkembang biasanya jadi market, bukan jadi infrastructure. Kali ini Indo yang export teknologinya.
Dan ini baru payment. Kalau QRIS bisa jadi standar cross-border di Asia Tenggara, lo lagi ngeliat awal dari Indonesia jadi fintech hub beneran, bukan cuma jadi user-nya doang. Bangga!
Saya tidak datang dari lingkungan elite. Saya datang dari kampung. Hanya karena kehendak Allah jualah saya dapat menjadi Wali Kota, kemudian menjadi Gubernur, dan sekarang ini menjadi Presiden.
Logika politik bisa saja tak masuk, tapi siapa bisa menentang kehendak Allah SWT?