Dewasalah bersama usia, bawa akal sehat dan tata krama di setiap langkah. Tumbuhlah dengan bijak.
Manusia dihargai bukan karena angka usianya, melainkan karena tahu bagaimana cara bersikap.
-Jn
Kursi jabatan hanyalah persinggahan. Hari ini kau duduki, esok akan bertuan baru. Namun, jejak lakumu adalah keabadian. Dunia tak akan mengingat tingginya posisimu, melainkan gema dari sikapmu.
Siapa yg kau angkat atau kau runtuhkan, dan bagaimana rasanya berada di dekatmu.
-Jn
Tak ada jiwa yang benar-benar bersih dari cela. Kita hanyalah sesama pendosa yang saling menuding, tanpa pernah berani berkaca bahwa tangan yang mengarah pada kesalahan orang lain, juga dibentuk dari kerapuhan yang sama.
-Jn
Dia yang kita hakimi tersesat, mungkin hanya sedang jujur pada esensi Tuhan yang ia temukan. Sementara kita yang merasa paling benar, jangan-jangan hanya sedang patuh pada dogma yang paling menguntungkan ego diri sendiri.
-Jn
Neraka bukan dibangun untuk mereka yang tersesat di tengah pencarian, melainkan untuk mereka yang tahu kebenaran, namun memilih jalan menyimpang demi kenyamanan.
-Jn
Ketika orang sabar mulai marah, itu wajar!
Itu tanda kalau kamu sudah kelewatan.
Tolong mulailah sadar diri, karena memelihara kegoblokan itu menyusahkan.
-Jn
Menjaga jarak sering kali menjadi jawaban paling tepat atas sikap tidak hormat. Tak perlu bereaksi, berdebat, atau terlibat dalam drama. Cukup tarik dirimu pergi—karena kehadiranmu adalah hal yang paling berharga untuk tidak diberikan sembarangan.
-Jn
Fokuslah pada kebaikan yang bisa kau lakukan, meski tak semua orang menyukainya.
Ingatlah bahwa tugasmu adalah menjaga integritas dalam setiap tindakan dan respon mu, sementara penilaian serta perasaan orang lain biarlah menjadi urusan mereka dengan waktu
-JN
Mendengar hal buruk tentangku adalah bukti bahwa aku masih bernapas. Karena pada akhirnya, dunia hanya menyisakan pujian bagi mereka yang telah mati.
-Jn
Bertemanlah dengan mereka yang hatinya terlatih untuk mengingat kebaikan. Karena bagi jiwa yang lalai, satu kesalahan akan menenggelamkan seribu kebaikan yang pernah ada.
-Jn
Jangan biarkan sopan santun mu membuatmu lupa cara melawan. Kamu diajarkan rendah hati, bukan untuk mengajarkan orang lain menginjak mu dengan nyaman.
-Jn
Cukup itu ketenangan, lapang itu keharusan. Sebab, riuh dunia hanya akan menjadi polusi bagi jiwa, Jika kita terus mengukur keberadaan dari kekosongan yang tak kunjung terisi.
-Jn
Saling menghargai sering kali hanya omong kosong. semua tergantung pada kepentingan. Kita hanya dihargai ketika dibutuhkan.
Maka dari itu, jadilah seperti laut yang tetap tenang dan dalam, tidak peduli berapa banyak air yang mengalir di atasnya.
-Jn
Manipulasi sering kali muncul ketika fokus diarahkan pada bagaimana kamu bereaksi. Bukan pada perilaku keliru yang menjadi akar dari reaksi itu sendiri.
"In physics, we learn that every reaction is caused by an action."
-Jn
Tidak semua diam itu karena amarah atau keinginan membalas.
Karena ada diam yang tumbuh karena lelah, lalu berubah menjadi batas demi menjaga diri tetap waras.
"Aku memaafkan mu, namun jauhkan wajahmu dari pandangan Ku".
-Jn
Orang yang sungguh kuat tak perlu kerumunan untuk membenci. Ia memilih diam, menjaga jarak, lalu hidup dengan utuh. Kebencian yang butuh dukungan hanyalah tanda rapuh yang disamarkan.
-Jn
Tak apa bila kau ditulis sebagai penjahat dalam cerita orang lain.
Tidak semua kesalahpahaman perlu diluruskan. Sebab harga disalahpahami masih lebih murah daripada kehilangan dirimu sendiri karena terus tunduk pada versi yang mereka inginkan.
-Jn