hanya soal sekuntum bunga dan waktu.
untuk hasil akhirnya adalah gugur.
terserah mau berapa juta diksi terutarakan untuk menunggu mekarnya,
entah seratus majas diungkapkan dikalah indah mekarnya.
dan terserah berapa ribu bait lagi kau ukir saat sesalkan layu nan gugurnya.
ketika wanita menangis karena seorang laki-laki, maka dia benar-benar mencintainya.
namun ketika laki-laki menangis karena seorang wanita, maka itu adalah hari terakhir kau melihatnya jatuh cinta.
aku menyayangimu, meski sering kali kuhunuskan tanduk dikepalaku.
namun kau selalu meminta tandukku untuk lebih tunduk kepadamu.
kau meminta kasih sayang, atau menuntuk penghormatan ?
Untuk melukaiku, cukup dengan bahagiamu saja. karena menangis hanya akan membuatku semakin kuat. sedangkan senyumankulah yang membuat kedua tanganku terangkat.
#hariini#berandamu#luka
Kukira dengan diamku mencintaimu,
Takkan pernah kujumpai sebuah penolakan.
Ternyata sorot matamu,
Memandang jauh dari tempatku berdiri.
Aku yang salah, atau kau yang tak sudi ?
Aku bahkan masih melirik matamu
Mendalami masalalu yang masih berjalan hingga saat ini
Guncangan hati yang sama
Patah hati yang membuat rasaku terbangun kembali
Bukan untuk memilikimu
Aku hanya rindu buaian kekecewaan
Memang inilah pekerjaan orang pengangguran