📹 | Momen ketika Speed ikut ‘Viking Row’ bareng suporter norwegia memakai kostum Viking lengkap di pertandingan Piala Dunia Norwegia vs Pantai Gading 🤣
endingnya ngakak 🤣
🇫🇷 ZLATAN IBRAHIMOVIĆ: “OLISE DOESN’T CHASE THE SPOTLIGHT—THE SPOTLIGHT CHASES HIM”
“Everyone will talk about Mbappé because he scored twice. That’s normal. Goals make headlines. But if you understand football, you watch Michael Olise. Two assists, a bicycle kick that hit the post, chances created everywhere—he controlled the game without needing to score. That is intelligence.”
“Some players ask for the ball. Olise asks the game to come to him, and when it does, he decides everything. The pass is always one second earlier than defenders expect. That’s why he now leads the World Cup in assists. You don’t accidentally become the best creator in a tournament full of superstars.”
“People call artists the players who dribble. I call artists the players who see pictures nobody else can see. Today, Michael Olise painted the match.”
#FRASWE
MERINDINGG BANGETT😭😭😭RIP KEADILANN!!!!
Ada yang keluar dari pengadilan membawa vonis. Ada yang menyambut dengan Indonesia Raya. Selebihnya, biarkan publik yang menafsirkan. Gaji Hakim naik, keadilan turun
Tetap semangat pak nadiem, semoga keadilan kau dapatkan.
NEGARA SAKIT!!! Pahlawan Ekonomi Yang Menciptakan Pekerjaan dan Kemudahan Hidup Bagi Ratusan Juta Rakyat Indonesia Dihukum Oleh Para Mafia Anggaran. Kasus Nadiem Makarim membuat banyak anak muda akan berpikir berbuat sesuatu untuk Indonesia..
Rivall Watch:
Prancis 🇫🇷
Kenapa Prancis lolos dari "kutukan juara dunia" bahkan semakin menggila?
Banyak orang bilang Prancis cuma beruntung.
Padahal kalau dibedah lebih dalam, mereka justru jadi contoh paling jelas gimana sebuah negara HARUS konsisten.
Mereka gak sekadar punya pemain hebat.
Mereka punya sistem.
Kesalahan terbesar juara dunia biasanya sama.
Mereka terlalu lama hidup dari nostalgia.
Masih berharap generasi emas bisa ngangkat tim 4 tahun kemudian.
Begitu generasi itu habis
Tim ikut habis.
Italia terlalu lama bergantung pada sisa generasi 2006.
Spanyol terlalu lama mencari "Xavi dan Iniesta baru."
Jerman terlalu lama hidup dari bayangan generasi Lahm, Schweinsteiger, Özil, Kroos, Müller, Hummels, Boateng, sampai akhirnya regenerasi berjalan setengah-setengah.
Prancis?
Mereka gak pernah mikir begitu.
Lihat skuad 2018.
Lloris
Varane
Umtiti
Pavard
Pogba
Matuidi
Kante
Griezmann
Giroud
Mereka juara dunia.
Empat tahun kemudian
Sebagian nama besar itu mulai hilang.
Tapi apakah Prancis ikut hilang?
Enggak.
Karena yang masuk bukan pemain sembarangan.
Masuk Tchouaméni
Kolo Muani
Upamecano
Konaté
Thuram
Mereka gak cari Pogba baru
Mereka cari pemain yang cocok dengan sistem.
Itu bedanya.
Deschamps gak pernah jatuh cinta sama satu gaya bermain.
Kalau lawan harus diserang
Dia menyerang.
Kalau harus bertahan
Dia bertahan.
Kalau harus jelek demi menang
Dia rela.
Prancis mungkin bukan tim yang paling indah ditonton. Tapi mereka hampir selalu jadi tim yang paling sulit dikalahkan.
Dan di turnamen, itu jauh lebih penting daripada main cantik.
Hal lain yang bikin Prancis beda adalah
Mereka gak bergantung pada satu superstar.
Semua orang bilang Prancis timnya Mbappé.
Padahal enggak.
Saat Mbappé dijaga
Masih ada Dembélé
Masih ada Tchouaméni
Masih ada bek-bek elite yang bisa bikin pertandingan tetap hidup.
Mereka punya banyak cara buat menang, bukan cuma satu.
Yang paling penting
Regenerasi Prancis dimulai sebelum generasi lama habis.
Ini yang sering gagal dilakukan negara lain
Pemain muda gak disimpan sampai senior pensiun.
Mereka dimainkan bareng
Masuk ruang ganti yang sama.
Jadi ketika pemain senior pergi
Yang muda gak kaget
Mereka udah siap ambil alih.
Makanya jangan heran
2018 juara dunia
2022 final
2026 masih jadi salah satu kandidat paling berbahaya.
Ini bukan kebetulan
Waktu dunia ngira era Griezmann, Giroud, Pogba, Varane, dan Lloris bakal jadi akhir kejayaan Prancis.
Federasi Prancis cuma senyum
Karena mereka udah nyiapin suksesor.
Bukan satu
Tapi satu angkatan
Di depan, setelah era Griezmann & Giroud, mereka masih punya Mbappé sebagai pemimpin generasi baru.
Di belakang Mbappé, sekarang muncul Barcola. Winger yang berani duel satu lawan satu, cepat, eksplosif, dan gak takut ambil risiko.
Lalu ada Doué. Masih sangat muda, tapi tekniknya luar biasa. Bisa jadi winger, gelandang serang, bahkan second striker. Tipikal pemain yang bikin lawan bingung karena bisa muncul dari mana aja.
Belum lagi Cherki. Kreativitasnya mungkin salah satu yang terbaik di generasinya. Visi, dribel, umpan terobosannya bikin dia bisa jadi otak serangan Prancis untuk bertahun-tahun ke depan.
Masih ada Olise yang kaki kirinya bisa mengubah jalannya pertandingan kapan saja.
Di lini tengah, tongkat estafet sudah berpindah ke Tchouaméni didampingi Kone. Masih muda, tapi jam terbang di level tertinggi sudah luar biasa.
Di belakang
Ada Saliba.
Bek yang tenang, kuat duel, cepat, dan nyaman membangun serangan dari bawah. Banyak orang percaya dia bakal jadi pemimpin Prancis selama satu dekade ke depan.
Ia masih ditemani Konaté, Upamecano, dan Kounde yang sama-sama berada di usia emas.
Regenerasi di Prancis bukan proyek dadakan.
Itu budaya
Itu sistem
Itu sebabnya mereka hampir selalu punya dua bahkan tiga pemain top di setiap posisi.
Kalau satu cedera,
Masuk pemain kelas dunia lainnya.
Kalau satu pensiun,
Sudah ada penerus yang siap.
So, jangan heran kalau Prancis selalu ada di daftar unggulan setiap turnamen besar.
It’s safe to say that France has exceeded our expectations for their performance in the World Cup. They’ve easily defeated all their opponents so far.
This is one of those days I wish I’m jobless, sleep robbed me off yet another World Cup classic.
Nonton Mbappe, Olise, sama Dembele itu privilege tersendiri
Gerakan mereka tanpa bola, di mana mereka terus-terusan rotasi antara posisi 9, 10, sayap kiri, sayap kanan sepanjang pertandingan. Fluid banget
Saking nyamannya ketiga pemain ini plus ada Barcola yang main di semua posisi, para bek Swedia harus ngobrol konstan dan ingetin satu sama lain biar tetep fokus
Pakar Tata Negara Feri Amsari:
MAKANYA NEGARA ITU BEKERJA PAKE OTAK!!!
Ini Koperasi latihannya latihan militer.
Ini logikanya gak ketemu.
INI KELALAIAN NEGARA!
🚨 BREAKING: Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara
SAKIT NEGARA INI, SAKIT... YANG BENERAN MAU BERKONTRIBUSI BUAT NEGARA DIKRIMINALISASI.
WALLAHI, GABAKAL TERIMA. NANGISS LIAT SOSOK INI DIKRIMINALISASI.
KEADILAN SUDAH MATI... 🥀🥀🥀