Teruntuk mas menteri @nadiemmakarim perkenalkan saya seorang guru honorer usia 35-.
Terkait kebijakan PPPK 2021 ini.
Mengapa tidak ada afirmasi untuk kami yang usia 35-.
Ini bertentangan dengan makna sila ke 5 pancasila.
Sehingga banyak dari kami yang merasa dirugikan.
@abiridwan2173 Iya sampai detik ini saya masih nyesek didalam hati ini, saya tidak ada afirmasi kalah sama yang punya afirmasi meskipun nilai selkom teknisnya jauh diatas saya tetapi karena punya afirmasi maka saya pun kalah. Harusnya yang usia 35- juga ada afirmasi pak biar adil.
Kita itu hidup berpedoman dengan Pancasila.
Tetapi pada kenyataannya pelaksanaan tes P3K 2021 ini ada makna Pancasilanya, terutama sila ke 5.
Seharusnya guru yang usia 35- juga mendapatkan nilai afirmasi.
@nadiemmakarim Sy sudah mulai stres p3k ini, nilai hampir mendekati tp tdk lulus, gmn lagi tahap 2, saingan makin banyak, tambah lagi yg serdik, soal ujian pun sy Gk tau apa makin sulit atau lebih mudah, saya SDH mulai pasrah, tambah kalau tdk lolos tahap 2 dan 3 , nasib sy gmna
Bukan penambahan tetapi pengurangan PG yang terjadi.
Harusnya bagi yang usia 35- juga mendapatkan afirmasi.
Jangan hanya memperioritaskan yang 35+, ex K2 maupun yang sudah punya serdik.
Makna sila ke 5 nya tidak ada bagi kami khususnya yang 35-.
Tidak ada afirmasi.
@BKNgoid Bukan penambahan tetapi pengurangan PG yang terjadi.
Harusnya bagi yang usia 35- juga mendapatkan afirmasi.
Jangan hanya memperioritaskan yang 35+, ex K2 maupun yang sudah punya serdik.
Makna sila ke 5 nya tidak ada bagi kami khususnya yang 35-.
Tidak ada afirmasi.
@Kemdikbud_RI@nadiemmakarim Assalamualaikum wr.wb.
Salam sejahtera.
Mas menteri yang baik dan saya hormati, saya mau tahu dasar adanya perubahan PG pada seleksi ASN P3K ini.
Karena aturan dibuat terlebih dahulu kemudian pada akhirnya direvisi kembali.
Apa gerangan yang terjadi sehingga bisa seperti ini??
Klaster persebaran covid-19 terus bertambah dan berkembang.
Kebiasaan dan perilaku hidup yang tidak menghiraukan akan betapa bahayanya virus ini.
Inilah negeriku.
Inilah indonesiaku.
Benar benar masih banyak memakan korban akibat dari wabah covid-19 ini.
Tapi masyarakat tidak peka dan mau peduli,akibat kurangnya rasa kesadaran pada diri sendirinya.
Inilah hebatnya negeri ini.
Inilah indonesia.