Apa yang dulu dianggap “bijak & nyaman” di era para sesepuh, kini berubah jadi masalah yang menumpuk. Mereka menikmati hasilnya, kami menanggung akibatnya. Negeri ini terlalu sibuk memuja masa lalu, tapi buta terhadap masa depan. Egosentrisme masih jadi wajah utama bangsa.
Keadilan dan transparansi itu hak semua warga negara, termasuk rakyat Papua. Tapi gimana bisa adil kalau operasi sepihak yang mengandalkan ‘keyakinan aparat’ tanpa akuntabilitas malah berujung pembunuhan dan penyiksaan di luar pengadilan? Kita ini negara apa sebenarnya?
Gue berdiri 2 KM dari Istana Negara, dimana potret ketidaksejahteraan terlihat. Tapi pejabatnya asik joget-joget di Istana
Kemerdekaan bukan seharusnya diperingati dan dirayakan doang, kemerdekaan harus selalu diperjuangkan setiap saat
Bung Karno pernah bilang bahwa kemerdekaan 17 Agustus 1945 hanya jembatan
Belum, merdeka kita belum tuntas. Kita masih harus melawan penindasan, diskriminasi, kekerasan, dan kemiskinan struktural yang dipertahankan kekuasaan
Merdeka itu artinya jangan pernah lelah mencintai Indonesia dan jangan pernah lelah bersuara melawan ketidakadilan!
Be patient with people. Don’t give up on them so easily. Remember, the Almighty is most patient with you. How many times have you faltered; yet He brought you back on track, repeatedly. One day, it will hit you. Indeed, we have a Lord who is Most Merciful.
Maybe one day when we’re gray and free
We’ll meet at a café, you’ll smile at me
And we’ll laugh at what we couldn’t be
In a world that made us choose responsibility.
"The legacy of the movies is … that my children's generation will show them to their children. So you could be watching it in 50 years' time, easy. I'll not be here, sadly, but... Hagrid will, yes”
Thank you Robbie Coltrane 🙏