غاية التدين السيطرة على النفس.. لا على الآخرين
Tujuan beragama itu untuk mengendalikan diri sendiri, dan bukan kendali untuk orang lain.”
— Maulana Jalaludin Rumi
-kalo kalah pintar, lu harus menang disiplin
-kalo kalah modal, lu harus menang konsisten
-kalo kalah gaya, menanglah di etika
-kalo kalah pendidikan, menanglah di pengalaman
-kalo kalah cinta, menanglah di self value
-dan kalo kalah segalanya, menanglah dihubungan lu sama Tuhan
Demi kebaikan semua, knp tidak Pemerintah menyatakan ketidakmampuan menangani semua. Lombok saja belum tuntas, maka nyatakan palu, donggala, lombok sbg bencana nasional, dan dunia internasional akan banyak membantu. Ini tentang kemanusiaan bukan citra politik jelang pilpres
Garang. Dibayar negara untuk mengabdi buat rakyat, malah mengabdi pada judi sabung ayam.
Rakyat biasa dikatai kampungan oleh atasannya. Dia ini entah cocok disebut apa. https://t.co/4tbBd5Suul
Maaf gus, mertua sy itu waktu kecil mondok di kempek. Sering adanya tanya jawab, pada saat kyai (entah ayahnya/kakeknya, sy lupa) baca kitab/menjelaskan. Kang Said Aqil sering tertidur, tp saat di tanya jawabannya itu bnr.
Oya ktny skrg lg sakit, mudah2n cepet sembuh kang said
Mempertanyakan Kekuatan Hafalan Buya Said Aqil Siradj
Bulan lalu saat saya menghadiri acara haul di Pesantren Progresif Bumi Shalawat, Sidoarjo asuhan Romo Kiai Agoes Ali Masyhuri, saya memdadak diminta tampil berceramah sebelum Buya Said Aqil tampil.
Saya gelagapan dan terpaksa berdiri di panggung memberikan ceramah 20 menit atas permintaan salah satu Kiai Khos NU, yaitu Gus Ali Masyhuri. Setelah Buya Said tiba dan naik panggung maka ceramah saya akhiri, karena memang Buya Said yang akan memberikan ceramah utama.
Beliau seperti biasa bukan sekadar ceramah tapi memberikan pengajian. Tak lupa kekuatan spiritual dan hafalan beliau begitu memikat para hadirin. Ilmu beliau bagaikan samudera.
Selepas acara, saat ramah tamah menikmati sop kikil, Buya Said ditemani duduk oleh saya dan bestie saya Pak Yai Sekjen @Helmy_Faishal_Z Setelah ngobrol santai, saya mulai iseng menggoda Buya Said.
Saya sampaikan bahwa saya dan semuanya sangat kagum dengan kekuatan hafalan beliau. Misalnya pas ceramah tadi beliau hafal silsilah Nabi Muhammad. “Tapi saya penasaran, mumpung gak ada Bu Nyai ini, Buya kan hafal sejumlah kitab, tapi hafal gak sih tanggal pernikahan Buya?” goda saya.
Buya menjawab: “Bulan Juli. Bulan Juli yah.”
“Iya tapi tanggal berapa?” desak saya dengan nakal.
“Bulan Juli”, Buya Said hanya bisa mengulangi jawabannya.
“Tuh kan….benar. Beliau bisa hafal semua kitab, tapi gak hafal tanggal pernikahannya”, seru saya disambut tawa yang lain.
Bukti video ada di hape Yai Sekjen Helmy Faishal 😀
Alhamdulillah Buya Said masih seorang suami yang “normal” rupanya 😀
Semoga sehat, panjang umur dan selalu membimbing kami para santri panjenengan, Buya. Maafkan keisengan saya 🙏🏻
Tabik,
Nadirsyah Hosen