Setiap turun aksi gue selalu ngomong dalem hati "Ini massanya masih kurang banyak".
Dalam ilmu politik ada konsep 3.5% rule. Untuk sebuah pergerakan bisa membuahkan hasil, perlu 3.5% dari populasi turun ke jalan untuk protes. (link gue drop di reply kalo ingin baca)
Bahkan yang dimaksud bukan aksi yang rusuh, tapi aksi damai.
Pergerakan di sosmed sudah cukup masif, bisa naik trending seharian, tapi di lapangam masih butuh BANYAK BANGET partisipasi masyarakat.
Makanya gue selalu menkankan pentingnya edukasi dan merangkul sebanyak mungkin orang, supaya pergerakan dan protes kita bisa berhasil memberi perubahan yang lebih baik untuk bangsa ini.
skenario: bpjs dihapus, masyarakat berobat ke klinik kopdes, obat kosong, masyarakat mati.
udah punya satu senjata pemusnah massal (mbg) ternyata masih kurang, sekarang mau bikin satu lagi, dongok.
Psikologi bilang, ada orang yang nggak terlalu suka bersosialisasi bukan karena sombong atau benci orang. Mereka cuma terlalu peka, cepat menangkap energi, membaca ketulusan, dan sadar saat itu terasa nggak tulus. Makanya, basa-basi sering terasa melelahkan titik mereka lebih memilih hubungannya sedikit, tapi jujur, tenang, dan tanpa topeng. Itu bukan anti sosial.. cara mereka menjaga energi dan kesehatan emosional