Kenapa model FIA dan F1 bisa sukses? Karena FIA tidak ikut berbisnis di aspek komersialnya F1.
Semua diserahkan sepenuhnya secara independen oleh Liberty Media selaku pemilik lisensi. Terserah mereka mau jual atau tidak. Terserah mereka mau diutak-atik seperti apa model pemasarannya atau bagi keuntungannya.
FIA sebagai regulator tidak punyak hak dan bahkan dilarang ikut campur. Ben Sulayem (presiden FIA) pernah berikan respon soal rencana Arab Saudi membeli F1 dari Liberty Media. Cuma respon komentar, dia langsung dikasih ultimatum oleh Liberty Media supaya tak ikut campur urusan komersial.
Nah, bedanya dengan FIA & F1, hak komersial Piala Dunia ini tidak sepenuhnya dijual. Mereka masih terlibat bisnis di dalamnya sebagai regulator dan dapat cuan langsung dari komersialisasi itu. Peran FIFA bergeser dari yang harusnya fokus sebagai regulator olahraga, malah nyampur sama bisnis.
Langkah 'benar'-nya adalah semua hak komersial Piala Dunia milik FIFA dijual 100% ke perusahaan independen (contoh: World Cup Management), kemudian investor baru bisa masuk ke situ tanpa campur tangan FIFA.
Di kasus FIA, mereka sama sekali tidak mengurus bisnis di F1. Bahkan Liberty Media setiap kali punya ide untuk ubah format, itu harus di bawah persetujuan dari FIA terlebih dulu. Nah, peran FIFA kalau mau memisahkan komersial harusnya seperti ini. Bukan malah ikut berbisnis & dapet cuan.
Infantino saja ngide mau ngejual saham World Cup, dari perusahaan yang dia bentuk sendiri atas nama FIFA, dan dia sendiri yang akan jadi dewan komisarisnya... Gimana nggak pada protes๐ ๐ ๐ ๐
Ini belum berbicara soal potensi eksploitasi pertandingan yang bisa berdampak pada kelelahan pemain. Sekarang saja tiap Juni-Juli selalu ada turnamen gede & jeda Internasional match makin gak ngotak jumlahnya.
Kocak banget Deadpool kan ga diajak main di film Avengers Doomsday, trus Ryan Reynold datang sendiri pake costume Deadpool minta di-include di filmnya setidaknya diedit foto keluarga tambahan aja pun gapapa di acara SDCC 2026๐ญ๐ญ