Umur 27-28 gw merasakan ini. Udah giveup lah soal romansa dan rumah tangga. wkwk ga pernah punya pengalaman pacaran, ga tau cara memulai hubungan, udah nyoba blind date dan dating app, bahkan pernah mau nyoba ta'aruf jg ga ada yg lanjut.
Di sisi lain utang keluarga masih banyak, kerjaan biasa2 aja, hidup jg ga ada pencapaian yg bisa dibanggakan. Waktu itu gw mikir, kasian jg keluarga gw nanti kalau gw maksain nikah sementara hidup gw begini dan beban keluarga gw banyak. wkwk
Gw udah di titik yaudah lah.. di tahun 2021-2022 itu gw lakuin apa yg gw mau, daripada pusing mikirin beban hidup yg ga kelar2. Gw banyak menghabiskan gaji buat beli buku, komik dan mainan.. nongkrong sama temen2, ke luar kota buat main pokemon atau cuma nyamperin temen, nonton festival musik dan film, nonton standup show banyak bgt.. Tapi ternyata tetap kerasa kosong. Wkwkwk gw jg masih berusaha buat nyelesaiin utang2 keluarga, konsekuensinya gw makin stres dan makin nyari pelampiasan lainnya.
Sampe akhirnya setelah beberapa sesi bersama psikolog, kami nemu masalahnya. Haha dan dari situ gw mulai agak berubah secara sudut pandang. Kakak gw jg ngasih reminder bahwa gw jg harus mikirin masa depan gw sendiri.
Alhamdulillah, di waktu kurang dari setahun, banyak hal yg berubah. wkwk gw mulai mau terbuka sama orang baru dalam konteks hubungan, sampai akhirnya gw dikenalin sama istri gw sekarang dan akhirnya kami nikah. Sayangnya memang gw ga sempat nabung di masa2 kelam itu. Jadi pas memulai rumah tangga, gw nol banget. Tp ga ada yg gw sesali dari perjalanannya sampai ke sana.
bestie ku dapet warisan 300 juta pas umur 24.
2 tahun kemudian tinggal 40 juta.
aku judge dia boros, ngga bisa manage uang.
pas kita ngobrol, dia nunjukin mutasi rekeningnya
ternyata alasannya bukan karena 1 pembelian gede.
ada yang bisa nebak kenapa?
A seminary male student was caught while he was wanking off to a woman he saw in their locker room, and the whole thing caused him his faith and mockery.
Bule ini kasih tau kalau kemampuan warga di sebuah negara untuk bisa jalan2 keluar negeri adalah hasil dari keputusan politik.
Dia orang Belanda. Kasih contoh kalau dia mau ke Indonesia, dia tinggal terbang aja. Sementara orang Indo mau ke Belanda mesti buat visa dan bisa sebulan nunggu.
Contoh lain, meski bukan jalan2. Ada seorang supir taxi di Bali, tiap ditanya ttg resto apa yang enak, si supir sarankan ke resto bebek tertentu. Tapi, selama hidupnya, dia gak pernah makan disitu. Pertama kali dia makan, itu diajak sama turis yang naik taksinya.
Jadi kalau ada yang gak peduli sama politik, ya lu liat tuh. Lu bisa pergi keluar negeri dengan mudah/sulit bukan faktor duit doang, tapi faktor pemerintah lu jago atau katrok.
Dapat ingfo sejarah menarik..
Ternyata dari seluruh Gubernur BI, mulai dari tahun 1958 sampai sekarang.
TIDAK ADA GUBERNUR BI YANG MENGUNDURKAN DIRI KECUALI DUA ORANG
- Budiono (karena mau jadi Cawapres)
- Perry Warjiyo (alasan pribadi)
Hanya Perry yang mundur karena alasan pribadi.
Bahkan Gubernur BI saat krisis ekonomi 1966 (Teuku Jusuf Dalam) dan krisis ekonomi 1997 (S. Djiwandono)
Sama sekali tidak mundur.
Ada apa ini?
Lama-kelamaan pasar bisa membaca mundurnya gubernur BI ini sebagai intervensi dari pemerintah.
FOTO 1: Budiono (WIKIMEDIA)
FOTO 2: Teuku Jusuf Muda Dalam (Wikimedia)
FOTO 3: S. Djiwandono (WIKIMEDIA)
>sebelum nikah saya miskin
>pas mau niat nikah (masih niat saja) tiba-tiba punya penghasilan banyak.
>setelah punya anak income malah makin banyak.
>sampe saya kira: mungkin ini rizki istri dan anak, saya cuma numpang rizki mereka yang dititipkan Allah melalui saya.
Barusan lewat postingan soal "reimburse apa pun ke Allah". Pas baca komentarnya, ternyata banyak juga yang nerapin.
Jadi keinget cerita kalau para ulama bahkan urusan garam dapur aja mintanya ke Allah.
Akhirnya iseng aku coba. Aku merengek minta mie ayam ke Allah. Sebenarnya ada uang, tapi semuanya pecahan besar, sayang mau dituker. 😭
Eh gak sampai 30 menit, tiba-tiba ayahku nawarin beli mie ayam buat seisi rumah. 😭🙏🏻❤️
Makasih banyak ya Allah. 😭
Mulai hari ini kayaknya aku bakal merengek ke Allah buat apa pun. ❤️
Semakin kamu melekat sama hasil, semakin jelek performamu.
Ini bukan motivasi. Ini cara kerja otak.
Tekanan bikin fokus pecah.
Solusinya sederhana:
Lepas hasilnya.
Fokus cuma ke proses.
Bukan “tidak peduli”.
Tapi “saya cuma kontrol yang bisa saya kontrol”.
Mau wawancara kerja? Fokus ke cara jawab pertanyaan, bukan ke “diterima atau enggak”.
Mau olahraga? Fokus ke gerakan hari ini, bukan ke angka di timbangan bulan depan
Setiap kali otak mulai tanya “nanti hasilnya gimana?”, langsung potong dengan pertanyaan ini:
“Apa yang bisa saya kerjakan dengan baik sekarang?”
Itu saja.
Latihan kecil hari ini:
Pilih 1 aktivitas yang biasanya bikin deg-degan. Lakukan dengan niat “saya cuma fokus eksekusi, hasilnya urusan belakangan”.
Rasain bedanya.
Ibu kos mengusir pasangan living 2gether Si cewe ngumpetin cowonya di kamar mandi kocak bgt lagi 😭😭😭
Bu kos : sampean bawa cowo?
Cewe : enggak bu. Sendiri.
Bu kos : mosok? Seh ndelok *sambil masuk kamar kos dan cek kmandi
Bu kos : loh kan...wes sampean pergi sekarang
Cewe : sekarang bgt bu? Nantik malam bu janji
Bu kos : Gak... Sekarang...!!!!
cc : devitaskumala
WA dari istri masuk setelah anak tidur.
“Mas, aku tadi lihat biaya masuk SD.”
“Berapa?”
“Hampir Rp18 juta.”
Lalu muncul pesan berikutnya:
“Kita sanggup Engga?”
Aku diam cukup lama.
Gajiku Rp6 juta. Tabungan pendidikan anak masih nol.
Malam itu aku membuka mutasi rekening tiga bulan terakhir.
Dan menemukan angka yang selama ini lolos dari perhatian kami.
Gajinya Rp17 juta.
Jabatan manajer.
Rumah KPR.
Dua anak sekolah swasta.
Dari luar terlihat mapan.
Tapi kalau besok dia tidak bisa bekerja selama 3 bulan:
Tabungan keluarga cuma cukup 19 hari.
Asuransi jiwa: tidak punya.
Dana darurat: belum ada.
Dan dia baru sadar setelah HR kantornya mengirim satu email.
Saat kuliah S1 Biologi, dosen kami, alm. Pak Ross Rosanto mengajukan satu pertanyaan, "Mengapa burung merak warnanya hijau?". Tidak ada satu pun yang menjawab. Beliau memberikan jawaban, "Karena yang kita lihat pada burung merak adalah warna hijau". Kontan kami pun tertawa. Dalam hati, kami berpikir jawaban macam apa itu.
Beliau tidak menjelaskan lebih lanjut. Beliau hanya tersenyum simpul. Saya menemukan jawabannya saat kuliah S2 di Geodesi dan Geomatika ITB, pada mata kuliah penginderaan jauh. Saya menemukan "aha moment", "Oh, ternyata ini adalah jawaban pertanyaan dari Pak Ross dulu".
Ada yang tahu jawaban atas pertanyaan mengapa burung mereka berwarna hijau?
Gambar ini menunjukkan bedanya otot kita pada usia 25 tahun vs 55 tahun.
Usia 25 tahun nampak otot kita masih padat
Usia 55 tahun nampak otot mulai disusupi lemak
Akumulasi lemak abnormal di otot rangka ini namanya adalah myosteatosis. Ini berbeda dengan lemak subkutan biasa.
Myosteatosis meningkat seiring usia, kurangnya aktivitas fisik, kelebihan lemak tubuh, inflamasi, dan perubahan hormonal. Kondisi ini menurunkan kualitas otot, meskipun massa otot mungkin masih terjaga.
Lemak yang menyusup ini bisa mengganggu kemampuan kontraksi otot, hingga berhubungan dengan terjadinya resistensi insulin yang berujung pada diabetes.
Semoga bermanfaat!
Sumber Ilmiah:
-Myosteatosis in the Context of Skeletal Muscle Function Deficit: An Interdisciplinary Workshop at the National Institute on Aging
"Tanteku Guru 30 Tahun. Dia Bilang: 'Anak yang Paling RUSAK Bukan yang Nggak Diurus. Tapi yang TERLALU Diurus.'
Pas Dia Jelasin, Aku Merinding, Asliiii."