Mawar Abu-Abu
"Ash-Gray Roses"
Penulis: Dorothea Rosa Herliany
September 2024
ISBN: 9 786239 517830
xvi + 82 hlm.
Bilingual, bahasa Indonesia dan Inggris.
Buku ini sudah terbit terbatas untuk acara Berlin Asia Art Festival 2023. Disempurnakan dan dicetak lagi September 2024.
Selamat juga untuk Martin Suryajaya @suryajayamartin dan Penerbit Velodrom @bukuvelodrom yang menerbitkan "Kesusastraan, Kehancuran", buku esai karya Martin yang menerima penghargaan pada kesempatan sama, tetapi ditujukan untuk SEA Write Award 2024.
Penerbit Julang bersyukur dan bergembira atas anugerah SEA Write Award 2025 untuk Dorothea Rosa Herliany.
SEA Write Award adalah penghargaan sastra untuk kawasan Asia Tenggara yang memiliki tradisi panjang. Penghargaan yang diberikan oleh Kerajaan Thailand ini hanya bisa (cont)
acara Berlin Asia Art Festival 2023, kemudian disempurnakan dan dicetak lagi September 2024, dan mulai diedarkan lagi di Oktober 2025.
Sekali lagi, selamat untuk Dorothea Rosa Herliany yang menerima SEA Write Award 2025 pada Selasa tgl 16 Desember lalu di Bangkok. (cont)
“Puisi adalah ruang terbuka untuk melihat persoalan manusia melalui visualisasi, dan melalui visualisasi ini mata batin manusia bisa tergores.”
(Dorothea Rosa Herliany)
Mawar Abu-Abu
"Ash-Gray Roses"
Penulis: Dorothea Rosa Herliany
September 2024
ISBN: 9 786239 517830
xvi + 82 hlm.
Bilingual, bahasa Indonesia dan Inggris.
Buku ini sudah terbit terbatas untuk acara Berlin Asia Art Festival 2023. Disempurnakan dan dicetak lagi September 2024.
Mau bilang sayang sekali, tapi memang lebih baik buku-buku bagus ini terus beredar daripada tersimpan tak terbaca. Mau bilang pengen beli, tapi nanti malah menambah banyak buku yang tersimpan di tempat saya. Mau ikut-ikutan menjual buku koleksi, tapi.... Ah, aduhai!
Petinggi-petinggi pada durjana, kaum kaya kemaruk luar biasa, keparat merajalela, para aparat bangsat semua. Sudah didoakan dan dilaknat berbusa-busa eeehhh ternyata panjang umur, lestari, dan meruyak subur makmur tujuh turunan delapan tanjakan. Malu banget sama kaum atheis, ih!
Pintu itu sudah setua hidupku. sejarah dan waktu
berlintasan dalam geritnya. hingga tak perlu kauketuk
setiap kali akan memasukinya. cuma, bertanyalah
sebab apa ia kemudian terkunci ketika sampai waktu
kereta
menjemputmu.
...
👇👇👇
https://t.co/6OUyI6nMxS
Berdasarkan postinganmu tentang sastra, sejarah Aceh, dan feminisme, aku tebak 10 buku favoritmu:
1. Paya Nie (Zulfan Lindan)
2. To Kill a Mockingbird (Harper Lee)
3. Isinga (Dorothea Rosa Herliany)
4. Manufacturing Consent (Noam Chomsky)
5. Mrs. Dalloway (Virginia Woolf)
6. Ulysses (James Joyce)
7. Qanun Meukuta Alam
8. Habis Gelap Terbitlah Terang (Kartini)
9. Hikayat Prang Sabi
10. Surat-surat dari Aceh (sejarah klasik).
Benar nggak? Ceritain dong yang sebenarnya! 😊
the article is "the resistance of papuan women in her environment in isinga romance by dorothea rosa herliany", and there's this one sentence that has stayed with me {it merged with my soul} the moment i read it, "pola perilaku manusia yang menindas alam sejajar-