Penyatuan Gasibu-Gedung Sate, Guru Besar ITB: Kalau Membuat Legasi Sampai Kiamat, Jangan Cuma Gincu
Guru Besar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Prof. Harun Al-Rasyid Lubis, mengingatkan pembangunan di kawasan ikonik seperti Gedung Sate tidak boleh hanya berorientasi pada aspek visual atau simbolis semata. Menurutnya, perencanaan harus memiliki dampak jangka panjang yang jelas terhadap tata kota.
"Jadi kalau membuat legasi di Kota Bandung biar diingat sampai hari kiamat, seorang Gubernur atau Walikota nggak cukup hanya window dressing atau gincu-gincuan hungkul. Harus yang lebih mendasar dan berdampak panjang, walaupun energinya memang harus ada rencana, terutama kan kita udah melihat kayak apa di Kota Bandung gitu-gitu ajalah tiap hari," ujar Harun kepada https://t.co/rlyOPGjVlP, Senin, 27 April 2026.
Harun juga menyinggung persoalan lama terkait pelanggaran tata ruang di sekitar Gedung Sate. Ia mencontohkan keberadaan bangunan tinggi, termasuk hotel, yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan zonasi dan telah menjadi preseden buruk dalam pengelolaan ruang kota.
Harun menyarankan agar Pemprov Jawa Barat mempertimbangkan skema kompensasi Koefisien Lantai Bangunan (KLB) seperti yang diterapkan di Jakarta. Dalam skema tersebut, pelanggar aturan ketinggian bangunan diwajibkan memberikan kontribusi berupa pembangunan fasilitas publik.
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas disusun berdasarkan kajian teknis Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama kepolisian dan perangkat daerah terkait.
“Perencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,” ujar Rasdian (28/4/2026).
Julkifli/PRMN
#gasibu #gedungsate #jabar #dedimulyadi
Kata Profesor ITB soal Rencana Penggabungan Gedung Sate dan Gasibu
Pemprov Jawa Barat kini sedang menyiapkan wajah baru di kawasan ikonik Gedung Sate dan menyatukannya dengan Lapangan Gasibu menjadi plaza ruang publik dengan anggaran revitalisasi mencapai Rp15 miliar.
Guru besar ITB dari Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL), Prof. Harun Al Rasyid Lubis, mengingatkan agar rencana penggabungan Gedung Sate dan Gasibu tidak hanya didasari ide sesaat.
Harun bilang bahwa penataan kedua kawasan besar tersebut seharusnya mengacu pada hierarki perencanaan yang jelas, khususnya pada level urban design. Menurutnya, diperlukan pedoman urban design guideline (UDGL) agar pembangunan memiliki basis perencanaan yang kuat.
"Kalau perencanaan itu kan ada yang sangat tinggi namanya tata ruang, lalu ada rencana spasial, lalu ada rencana transportasi angkutan umum, lalu ada rencana yang paling bawah itu namanya urban design. Suatu kawasan, mungkin berapalah kawasannya bisa satu kilometer diameternya gitu kan? Ada enggak selama ini?," ujarnya saat ditemui https://t.co/B3VLYsueTo di Bandung, Jumat, 17 April 2026.
Selengkapnya: https://t.co/5nqSIH04Km
***
Julkifli Sinuhaji/PRMN
@mandiricare halo. Kenapa nomer hp saya dibagikan ke asuransi axa mandiri. Disitu sales nawarin, secara lisan. Kalo saya bilang setuju. Langsung dibuatkan asuransi. Padalah saya ingin berbentuk tulisan. Ini kenapa data pribadi saya dibagikan ke axa?