@Raes_@akbarfaizal68@prabowo 1. Kalau demokrasi hancur anda ngetwit seperti ini sudah jemput polisi nyatanya tidak.
2. Kalau demokrasi hancur orang yang ngatain pemimpinnya planga-plongo, bajingan tolol sudah dijebloskan ke penjara, nyatanya tidak.
3. Berarti yg hancur itu akhlak kalian.
@Opposisi6890 Fitnah murahan, lebih murah dari sampah sekalipun! Cuma orang yang hatinya sudah bangkai dan isi kepalanya sejenis kotoran hewan yg mau percaya.
@ArmaZulfikar@akbarfaizal68@PurbayaYudhi@KemenkeuRI@bank_indonesia@ojkindonesia@prabowo Rupiah terpuruk 1,5 tahun setelah pak Jokowi pensiun yg disalahkan tetap pak Jokowi, waras gak? Tahun 2014 ketika itu pak Jokowi blm genap setahun menjabat presiden rupiah juga terkoreksi cukup dalam yg dikritik adalah pak Jokowi, tak ada yg menyentil pak SBY saat itu.
@1umarsidik@ferrykoto Sekalipun anda beragama apa hubungannya shalat dengan tugas dan tanggungjawab presiden? Mempersoalkan mestinya dengan sesuatu yang relevan dan substansi. Kalau mau persoalkan masalah ketaatan shalat presiden maka harus rubah UUnya dulu.
@ade_rusmaya Sok paling benar, sok jago!
Jadi panglima TNI Hut TNI aja kacau balau, apalagi kalau diberi mandat jadi kepala negara pasti hancurlah negara ini.
@PaltiHutabarat Ada yg lebih bodoh dari termul, yaitu mereka yg percaya penelitian fotocopy ijazah Jokowi.
Sekarang Rismon Sianipar sudah menyadari kalau penelitiannya tentang ijazah Jokowi itu salah. Tapi orang bodoh tetap percaya pada penelitian yg salah.
@OliverArrowver@Bonatua766hi Yg lebih bodoh dari termul adalah yg percaya hasil penelitian yg bahan ujinya fotocopy ijazah dari medsos, penelitinya pun ijazah S2&S3 bodong alias bukan ahli dan telah mengaku dan minta maaf yaitu Rismon H. Sianipar.
@Widodoaqua@papua_muslim95 Narasimu bertolak belakang dengan realita di Iran. Faktanya mayoritas rakyat Iran sangat mencintai dan menghormati para pemimpinnya.
Negara teroris dunia kau dukung maksudnya apa?
@naay_killa@Hilmi28 Urusan akhirat/perintah Allah SWT bagi orang Islam tak boleh digadaikan demi kepentingan dunia. Hidup di dunia sementara yg kekal abadi itu akhirat. Halal dan haram harga mati harus jelas dan transparan karena masyarakat kita majemuk.
@Hasiando_9@regar_op0sisi@jokowi Waduh! Hasil meneliti ijazah fotocopy yg dibumbui karangan bebas dlm sebuah buku mau mengalahkan bukti dokumen asli di UGM dan selembar ijazah original di tangan pak Jokowi yg kesemuanya itu tak pernah dilihat oleh RRT, pakai dasar hukum UU apa?
@NHenryp29864@geloraco Yg sdh pasti palsu adalah otak para penuduh tanpa bukti valid.
Ova Emilia, Dekan Fak. Kehutanan dan segenap sivitas UGM tidak bicara pribadi tapi institusi UGM.
Seseorang yg berijazah palsu tak mungkin punya teman wisuda dan foto dokumentasi wisuda.
@PaltiHutabarat Kalau otak goblok ngomong pasti tidak sesuai bukti dan fakta alias ngarang bebas. Sampai detik ini blm ada yg laporkan Rismon dkk terkait ijazah Gibran.
@Yamin71680430@KPK_RI KPK periksa orang jika ada alat bukti permulaan yg cukup. KPK tidak bisa didesak periksa orang hanya dgn asumsi belaka apalagi fitnah.
@vivo_dany7856 @Dennysiregar7 Anak haram konstitusi?
Sebutkan konstitusi pasal berapa yg mengharamkan. Atau UU nomor berapa, pasal berapa yg mengharamkan jangan asbun dan memaksa orang lain harus percaya sama anda.
@_sixbalax_@dinopattidjalal Semua negara di dunia ini punya aturan hukum bahwa yg berwenang memverifikasi keaslian suatu dokumen adalah instansi yg mengeluarkan dokumen tsb. UGM sudah pastikan ijazah Jokowi asli berarti ijazah Jokowi itu jelas dan asli. Otak loo kali yg gak jelas.
@dennyindrayana Terlalu dangkal dan terlalu picik pola pikirnya kenegarawanan hanya diukur dengan menunjukkan atau tidak menunjukkan ijazah.
Jokowi yg difitnah dan dihina Jokowi pulang yg disalahkan.