Rak2 Kosong dan Senapan di sebuah gudang desa di film "Merah Putih One For All" ternyata adalah gambaran Kopdes Merah Putih. 🙏
Sungguh visioner animatornya.
"ke 4 hakim yg memvonis saya 10 tahun penjara, tidak ada satupun yg berani melihat langsung ke mata saya"
"saya tau isi hati mereka, mereka tau saya tidak bersalah"
"hanya hakim Andi yg berani mengungkapkan kebenaran dan menyebut saya harus bebas tanpa syarat"
Indonesia sedang mengalami krisis kepercayaan, pencitraan pejabat disaat rakyat sedang mengalami kesulitan ekonomi & diperkuat dgn kembalinya budaya feodal
Salah satu kehilangan momentum terbesar bangsa:
Indonesia sedang membuang peluang emas mencetak generasi intelektual terbaik, tepat di depan mata, tepat saat Indonesia Emas 2045 tinggal 19 tahun lagi.
Ribuan anak muda Indonesia berbakat yang seharusnya bisa dikirim kuliah ke luar negeri belajar kecerdasan buatan, nuklir, teknik antariksa, bioteknologi, dan kedokteran canggih justru tidak mendapat beasiswa karena anggarannya sudah habis terserap untuk program MBG + Kopdes
Rp335 triliun APBN 2026 dialokasikan untuk memberi makan siang.
Bukan untuk mengirim satu generasi pelajar terbaik ke universitas terkemuka dunia.
Bukan untuk membangun 100 laboratorium riset kelas dunia.
Bukan untuk mencetak 50.000 insinyur dan ilmuwan yang bisa membawa Indonesia loncat ke era industri maju.
Bandingkan saja: beasiswa LPDP 2026 hanya menyentuh sekitar 5.000–7.000 penerima per tahun dengan anggaran di bawah Rp5 triliun.
Sementara MBG mendapat 67 kali lipatnya.
Dengan Rp335 triliun, Indonesia bisa mengirim 1 juta mahasiswa kuliah S1 penuh selama 4 tahun ke universitas terbaik dunia. Atau membiayai 3 juta mahasiswa S1 di universitas dalam negeri terbaik lengkap dengan biaya hidup. Atau membangun 500 pusat riset dan inovasi teknologi di seluruh Indonesia.
Akhirnya
kita akan sampai di 2045
dengan perut kenyang
tapi
masih mengimpor teknologi,
masih mengimpor insinyur,
masih mengimpor solusi dari bangsa lain yang justru hari ini sedang serius mencetak ilmuwan mereka.
Sejarah 1965 kehilangan satu generasi intelektual karena paksaan politik.
Sejarah 2026 berpotensi kehilangan satu generasi intelektual karena salah prioritas anggaran.
Dua jalur kehilangan yang berbeda. Tapi akibatnya bisa sama besarnya.