Mau ikut ngomongin yang lagi viral berdasarkan POV aku,
Aku paham sih kenapa sekarang banyak yang jadi kasihan sama yang punya akun. Wajar kok berempati. Tapi menurutku yang perlu diwaspadai itu pas alasan mulai berubah jadi pembenaran.
Semua orang juga butuh uang tambahan. Hampir semua dari kita lagi berjuang cari uang. Tapi kalau semua keputusan akhirnya dibenarkan karena โlagi butuh uangโ, lama-lama batas mana yang benar dan salah jadi kabur.
Bayangin ada orang yang susah-susah bangun akun dari nol, konsisten upload, mikirin ide konten tiap hari, tapi impresinya biasa aja. Sementara ada yang bikin persona pakai AI, dapet impresi gede, terus payout. Yang jadi masalah buatku bukan AI-nya, tapi kejujurannya.
Empati sama akuntabilitas menurutku bisa jalan bareng. Kasihan boleh, tapi bukan berarti kritiknya hilang. Kadang aku ngerasa netizen kita tuh gampang banget geser fokus. Awalnya bahas tindakannya, ujung-ujungnya malah bahas kasihan sama pelakunya.
Mungkin itu juga yang bikin cancel culture di Indonesia sering nggak bertahan lama. Begitu ada cerita yang bikin iba, diskusinya berubah. Padahal empati itu nggak harus menghapus akuntabilitas.
Jangan nyinyir sama pendemo.
THR, upah minimum, hak lembur, sampai Reformasi 1998 yang membuka jalan demokrasi hari ini. Semuanya lahir dari orang-orang yang berani bersuara dan turun ke jalan.
Demo di Bundaran HI ini unik, karena biasanya demo ke lembaga pemerintahan tertentu
Tapi bundaran HI itu sumber traffic: masyarakt dan sosial media
peluang media ngeliput naik
peluang sosmed divideoin orang juga naik
orang aware-> tujuan demo terpenuhi dengan cara baru
Before we label or jump on the avoidant demonisation trend, maybe sit with this: why did we stay for a half-present, 1-sided connection? Also worth gently asking ourselves how we can notice & tend to our growing feelings to the said person earlier, with care for everyone involved
Jumat minggu lalu mencoba main ke The Butterfly di Chengdu. Tempatnya mayan gede, masuknya gratis, di area lobby ada lokernya buat simpen barang2 (scan pake alipay/wechatpay i think). Areanya kebagi 2, ruang pertama ada bar, table, n dance floor agak kecil.
Ruang dalemnya lebih gede, ada dj n gogo. Salahnya gw dateng pas kpop night, di vid pertama literally orang2 pada diem doang, gogi nya aja pada joged, giliran musik Kpop langsung kek dizkorea cabang Chengdu ๐คฃ. Overall seru, dpet kenalan bbrp local juga n 1 cowo Thai ๐คญ.