Kisah diatas bisa saja terjadi di lingkungan kita, tapi mereka tidak menunjukkannya. Dan masih kurangnya pemahaman masalah tentang wajibnya memenuhi kebutuhan nafkah keluarga terutama istri.
Ada ga ya seorang Ibu bertanya terlebih dahulu kepada anak laki-laki nya.
"Nak, apakah kamu sudah mencukupi kewajiban kamu menafkahi istri dan anakmu?" "Jika sudah mencukupi, apakah Ibu boleh minta sedikit rejeki darimu?"
Sang istri hanya bisa berdoa, agar Allah Subhanallahu Wa Ta'ala membukakan pintu rejeki lewat tangan dan usahanya sendiri. Karena saat itu sang istri berkeyakinan, rejekinya bukan lewat tangan suaminya.
Pada kenyataannya, ada sosok laki-laki yang sudah beristri, dia seorang yang pelit. Jarang memberikan uang saku terhadap istrinya, sehari 5rb saja bisa dihitung beberapa kali dalam setahun. Tapi sang istri memilih diam dan selalu tersenyum.
Ketika seorang anak laki-laki curhat, memiliki beban sebagai anak pertama, bingung harus bagaimana. Aku cuma bisa do'akan, semoga kamu bisa buka pintu surga karena berbakti kpd orang tua