Banyak perempuan memilih untuk tidak bercerita tapi mereka memilih, tidur, sibuk bekerja, mempercantik diri, pergi jalan jalan, banyakin jajan. Karena itu bentuk pelarian mereka kalo dunianya sedang tidak baik-baik aja.
Makasih banyak ya buat siapapun yang udah ngingetin tentang kebaikan, asli deh gue bersyukur bgt. Tapi inget juga, kondisi hati dan kesiapan orang tuh beda-beda.
Step by step~🤍
Friendly reminder.
Belajarlah untuk tidak terlalu emotionally attached sama siapa pun.
Karena suatu hari nanti, kalau dia tiba-tiba diam, jarang balas, atau bahkan berhenti ngobrol sama kita, belum tentu kita bisa recover seperti biasa.
Manusia itu bangun setiap hari dengan perasaan yang berbeda-beda.
Hari ini dia sayang.
Besok dia mungkin lagi penat.
Lusa dia mungkin berubah.
Makanya, jangan taruh seluruh kebahagiaan kita pada manusia.
Stay grounded.
Cari Tuhan, karena Dia selalu available 24/7 buat kita.
Karena kita tidak pernah tau, mungkin orang yang hari ini terlihat paling ceria adalah orang yang semalam menangis sendirian. Mungkin orang yang selalu menghibur orang lain, sebenarnya sedang butuh dikuatkan juga. Mungkin orang yang terlihat baik-baik saja, sedang berusaha keras agar tidak menyerah.
Jangan hanya melihat apa yang orang tunjukkan, tapi ingat bahwa setiap manusia punya cerita yang tidak mereka ceritakan. Ada luka yang disimpan rapat, ada masalah yang dipendam sendiri, ada perjuangan yang tidak pernah terlihat.
Ada yang bilang:
"Jika seorang perempuan begitu sibuk mengejar karier, mungkin ada luka yang sedang ia alihkan menjadi semangat. Jika ia mulai lebih merawat dan mempercantik dirinya, mungkin ia sedang berusaha memulihkan hati. Dan ketika keduanya dilakukan bersamaan, bisa jadi ia sedang melalui fase yang tidak mudah."
Menurutku, kalimat ini bisa relate bagi sebagian orang. Tapi tidak bisa disamaratakan.
Aku berhenti menghitung hari. Aku berhenti mengumpulkan tahun demi tahun untuk menunggu. Pada akhirnya, aku memilih melepas—yang sebenarnya tidak pernah benar-benar aku genggam erat. Kali ini, dengan semua hal yang tidak lagi utuh, aku memilih diriku sendiri.
“lamaraannya sederhana”
“menikahnya sederhana”
“pestanya sederhana”
tapi setelah nikah ada punya kendaraan sendiri, rumah sendiri, keluarga kecil bahagia, usaha dimana-mana, dan punya mertua serta ipar yang baik.
Kalau memang kamu sudah ikhlas, jangan memaksa hati untuk sembuh sesuai dengan waktu yang ditentukan orang lain.
Luka dan trauma tidak hilang begitu saja karena kita berusaha melupakan. Semuanya akan pulih perlahan, ketika Allah menghadirkan kembali rasa tenang dan aman di dalam hati.
Tetaplah bertahan. Tidak semua yang pernah patah akan selamanya retak.
Ada hati yang Allah pulihkan, bahkan dibuat menjadi lebih kuat daripada sebelumnya. InsyaAllah.
pas aku bilang “aku udah pasrah, sekarang ga nikah juga gapapa.”
i lied, i’ve been always wanted to get married. i’ve been always dreamed of being a mom, a good wife, someone my children would be proud to call their home. i dreamed of a small little family, a quiet life filled with love.
maybe that’s why i still believe in fairytales. because deep down, i’m still hoping my happy ending is out there, making it’s way for me.
energi aku ga sebanyak itu, jadi kalo tiba-tiba aku mundur dan menghidar itu demi ketenangan hati, aku lebih memilih gatau apapun yang bakalan bikin aku sakit hati dan kepikiran.
Kucing tidak menyelam. Tapi rezekinya ikan.
Burung tidak menanam. Tapi tetap menemukan makanan.
Pohon tidak berlari mengejar hujan. Tapi tetap tumbuh saat waktunya tiba.
Alam mengajarkan bahwa setiap makhluk memiliki cara masing-masing untuk menerima rezekinya.
Maka jangan putus asa hanya karena jalanmu berbeda. Terus ikhtiar, terus belajar, dan terus berdoa. Apa yang memang menjadi bagianmu tidak akan tertukar dengan milik orang lain.
Ya Allah, jadikanlah aku jalan datangnya rezeki untuk keluargaku.
Lapangkan rezeki kami, berkahi setiap usaha kami, cukupkan segala kebutuhan kami, dan karuniakan kesehatan serta ketenangan dalam hidup.
Ampunilah dosa-dosa kami yang mungkin menjadi penghalang terkabulnya doa-doa kami. Bukakan pintu-pintu kemudahan yang selama ini terasa tertutup.
Angkatlah derajat kedua orang tuaku, kakak, adik, dan seluruh keluargaku. Lindungilah mereka, bahagiakan mereka, dan pertemukan kami dengan rezeki yang halal, berkah, dan tidak pernah putus.
Aamiin Ya Rabbal 'Alamin. 🤲
Mungkin selama ini orang-orang mengira kamu baik-baik saja. Mereka melihatmu masih bisa tertawa, masih bisa menjalani aktivitas seperti biasa, masih bisa mengatakan, "Aku nggak apa-apa." Padahal hanya Allah yang tahu berapa kali hatimu terasa sesak tanpa alasan yang bisa kamu jelaskan.
Ada luka yang memang lebih nyaman dipendam daripada diceritakan. Bukan karena kamu tidak percaya kepada siapa pun, tapi karena kamu sudah terlalu lelah mengulang cerita yang akhirnya hanya dibalas, "Yang sabar ya."
Semoga perempuan kayak gini ketemu orang-orang yang bener-bener baik sama dia. Yang ngerti kalau dia capek, yang nggak cuma ambil kebaikannya doang tapi juga siap nemenin pas dia lagi lemah. Karena mereka juga butuh tempat buat istirahat, cerita tanpa takut dihakimi, didengerin dengan tulus, dan disayang apa adanya. Bukan cuma dikenal sebagai yang selalu kuat, selalu bisa handle semuanya sendirian. Mereka juga manusia yang kadang butuh pelukan, kata-kata manis, dan orang yang bener-bener ada buat mereka.
Salut banget sama perempuan yang hidupnya lagi berantakan, tapi tetep berusaha jadi orang baik.
Lagi capek banget sama kerjaan, pikiran numpuk, masalah keluarga numpuk, hubungan lagi nggak enak, atau bahkan lagi berjuang sendirian. Tapi pas ketemu orang, dia masih ramah. Masih bisa senyum. Masih jaga kata-kata biar nggak nyakitin orang lain.
Padahal kalau mau, dia punya ribuan alasan buat marah ke dunia. Tapi dia pilih nggak melampiaskan sakitnya ke orang lain.
Jika kamu melihat seorang perempuan yang mandiri, rezekinya lancar, dikelilingi orang-orang baik dan kamu menganggap hidupnya baik-baik saja, coba sesekali tanyakan tentang kehilangan, sakit hati dan ikhlas seperti apa yang sudah ia rasakan.
untungnya nyuruh orang lain cepet nikah, cepet punya anak tuh apa sih?
nikah bukan sekedar akad, tapi komitmen dan seumur hidup. dan soal anak juga bukan hal yang main-main, cuma pengen liat lucunya doang, kita harus bisa menjamin hidupnya dari semenjak dia hadir di dalam rahim sampe dewasa.
jadi, stop ngatur-ngatur hidup orang.