jgn jahat2 plis. i’ve gone thru all of this alone. it’s been so heavy lately. wiping my own tears every single time and begging myself to stay strong just isn’t enough anymore. behind all the aku yang cheerful, there’s a girl who has forced herself to do everything on her own. standing on my own when all i wanted was a shoulder to cry on.
i’m already fighting battles no one gets to see.
menurut gue hilang respect itu bukan soal marah atau benci, tapi soal "selesai". sampai di titik di mana semua emosi mati rasa, dan yang tersisa semua datar, kosong, ngga peduli. mau apapun yang terjadi rasanya udah ngga worth it buat di ambil pusing.
Perasaan paling gaenak itu pas lo bener-bener gamau nyerah sama orang ini, tapi di sisi lain lo udah tau, lo memang harus nyerah.
Di satu sisi, masih ada rasa. Masih ada harapan kecil yang bilang "mungkin masih bisa". Masih ada bagian di dalam lo yang pengen nahan, pengen coba lagi, pengen percaya bahwa semuanya bisa balik seperti dulu. Lo belum siap bilang cukup. Lo masih nempel.
tapi jujur, nangis karena kasian sama diri sendiri itu rasanya beda. It’s not angry crying, it’s exhausted crying. Lu nangisin versi lu yang udah berjuang keras tapi jarang dapet break or appreciation—even from yourself
cuma mau bilang;
hargai selagi masih ada. boleh sibuk, tapi jangan lupa sama yg selalu ada dan yg selalu nungguin kabarmu. jangan buat dia feeling lonely, apalagi sampai dia pergi, cuma karena kamu sering menyepelekan hal kecil, jangan sampai juga kehilangan yg membuatmu sadar.
secara batin? kamu itu terluka.
secara emosi? kamu itu kacau.
secara mental? kamu itu depresi.
tapi secara fisik? kamu masih bisa tersenyum.
hebat ya kamu menutupinya?
sebenarnya sedih kalo diceritain.
tapi gue adalah satu dari sekian banyak manusia yang gak bisa ceritain kalo gue lagi sesedih dan sebanyak masalah itu. gue gak mau nambahin beban pikiran org lain.
akhirnya milih mendem, nangis sendirian, diam, sampai membaik dengan sendirinya.
15 tahun kenal, dia yg sll ksh support ketika aku down, sedih dan bahagia. Teman cerita yg bs diajak berantem. Yg gk pernah lupa ucapin hal2 bahagia dlm hidup. Meskikdg telat.
Teman yg kdg nyebelin, dia g pernah berikan aku harta tp dia sll jd teman disaat org lain pergi mksh ya