Gue jujur aja, sedikit banyak nyalahin kaum nyinyir!
Tiap hari kerjanya ngereog tentang Pemerintah kurang inilah kurang itu lah, semua salah!
Akhirnya membawa dapak buruk untuk IDR kita.
Gegara mereka, semua kena imbasnya.
Dikondisikan lah efek dari postingan sosmed kalian.
pertama kali gue denger pertanyaan "kok mahasiswa belum turun" itu setelah gue lulus kuliah dan jujur gue agak emosi dan heran dengernya... krn kita sama2 butuh... kenapa bebaninnya ke mahasiswa doang?
saking boroknya negara ini, mahasiswa selalu diharapkan untuk jadi garda terdepan buat belain masyarakat—nyaris tumbal... i mean ya we would but that's not even our main job... seberapa gagal sistem di sini dawg 😭
on a serious note, ini butuh kesadaran dan pergerakan KOLEKTIF
saking boroknya negara ini, mahasiswa selalu diharapkan untuk jadi garda terdepan buat belain masyarakat—nyaris tumbal... i mean ya we would but that's not even our main job... seberapa gagal sistem di sini dawg 😭
on a serious note, ini butuh kesadaran dan pergerakan KOLEKTIF
hy tman timun,, aku bkin website baru yg isinya 200+ daftar platform internasional bwt bantu km cari kerjaan remote dri luar negeri 😭😭
udh ak rapihin & ak bedain stiiap kategorinya,, jdi km bisa lansung cari aj ssuai dengan minat dan bakat kmuu 😎
link ny dibawah yahh 👇🏻
Kalau rupiah benar-benar tembus Rp20.000 per dolar, ada satu kelompok yang bisa sangat tertekan.
Bukan orang miskin.
Bukan juga orang kaya.
Tapi kelas menengah.
Kelompok yang "terlalu kaya" untuk dibantu tapi "belum cukup kaya" untuk terlindungi.
Mereka terlihat baik-baik saja dari luar.
Padahal sedang menopang semua bebannya sendiri.
Cicilan rumah, sekolah anak, orangtua yang mulai menua, dan standar hidup yang harus terus dipertahankan.
Masalahnya, selama bertahun-tahun banyak yang mengira mereka sedang membangun kekayaan.
Padahal yang dibangun baru kehidupan yang lebih mahal.
Penghasilan naik, tapi cicilan ikut naik.
Penghasilan naik, tapi kebutuhan ikut naik.
Penghasilan naik tapi rasa aman tidak ikut naik
Itulah mengapa banyak keluarga merasa:
“Gaji saya jauh lebih besar dibanding beberapa tahun lalu, tapi kenapa hidup terasa lebih berat?”
Kalau dolar benar-benar menuju Rp. 20.000, yang perlu dikhawatirkan bukan cuma kursnya, tapi kenyataan bahwa banyak keluarga akan baru sadar:
selama ini mereka hidup nyaman bukan karena keuangannya yg kuat, melainkan karena kondisi ekonomi masih cukup baik untuk menopangnya.
dan ketika kondisi itu berubah…
yang bertahan bukan siapa yang bergaji besar tapi siapa yang punya bantalan finansial.