Ujang terkekeh karena kalimatnya sendiri.
Sampai di warung pecel lele, Ujang bertanya apa yang Louis inginkan. Lalu memesankannya sekalian. Mengajak Louis duduk di dekat gerobak penjualnya. “Nginep ya? Mas kangen tau.” Ujang berbisik sangat pelan di dekat telinga @KJHPEUK.
Lehernya jadi panas, wajahnya juga. Louis lalu berdehem. “Iya, aku nginep,” sahutnya, kemudian memandang ke samping—ke arah Ujang—sambil berpangku dagu. “Pinjem bajunya Mas Ujang, ya?”
|| @evanouirs.
Jadi, dia sepakat soal itu.
Baru saja hendak berkata bahwa ia akan menginap, dan pinjam baju Ujang, ia sudah diberi bisikan-bisikan yang membuatnya jadi degdegan.
Anjirlah, sudah pacaran lama masih degdegan kalau dibisiki begini.
@evanouirs berpotensi ditabrak.
“Tapi beli baju dulu. Mas Ujang mau temenin?” Louis melanjutkan ucapannya yang sempat terpotong. Sepertinya dia lupa kalau ada alternatif lain: pinjam baju Ujang.
@evanouirs Inginnya, sih, nginep, tapi sayangnya ‘kan …
“Aku nggak bawa baju ganti, Mas,” sahut Louis. “Bisa sih, tapi—“
NGUENG. Itu suara motor lewat, hampir menabrak Louis—untung dia buru-buru berjalan di belakang Ujang, supaya tidak terlalu makan tempat di tepi jalan dan
@evanouirs “Banyak banget.” Louis menautkan jari-jarinya di antara jemari Ujang. “Jadi kencing terus, sampe diledekin si Rudi,” imbuhnya kemudian tertawa ringan.
Rudi adalah salah satu pegawai tempat cuci mobil milik Louis yang baru buka beberapa bulan lalu.
@evanouirs Louis tersenyum lebar dan mengangguk. Tapi, sebelum ia beranjak dari pintu depan Ujang, ia memberikan sekantong plastik penuh berisi buah-buahan.
“Buat Mas,” ujarnya.