Innalilahi wa innailaihi raji'un 🥀
Turut berduka cita atas meninggalnya kiper Palestina, Saleem Al-Ashqar, yang berusia 32 tahun.
Ia meninggal setelah ditembak oleh pasukan Israel pada 30 Juni kemarin di jalur Gaza.
Saleem dilaporkan baru menikah 5 bulan, istrinya hamil anak pertama, dan ia sedang mencoba mendapatkan air saat kejadian tersebut terjadi.
Gayanya pakai tas Papua lagi, padahal dia dan bapaknya yang menggunduli hutan masyarakat adat di Papua.
Noken (tas khas Papua) dibuat dari serat tumbuhan yang didapat di hutan-hutan adat Papua.
Era Jokowi hutan Papua hilang seluas 296 ribu ha. Sementara era Prabowo-Gibran, kayak yang dilaporin film “Pesta Babi”, hutan Papua akan digunduli hingga 2,5 juta ha.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
We are outraged. An Indonesian peacekeeper is murdered. Another is fighting for his life. Israel bombed the base where they served.
This is clearly not an accident, nor a collateral damage. This is Netanyahu’s regime showing, once again, that they don’t care about international law, about UN personnel, and about the lives of those who dedicate themselves to peace.
Indonesia has gone above and beyond. We have sent over 1,200 of our troops to serve under the UN flag. The Indonesian government also joined the Board of Peace to push for a just and lasting resolution in the Middle East. We extended our hand in good faith. Yet the answer to that good faith is a bomb dropped on our soldiers’ base. They spat on every effort Indonesia has made for peace.
But let us be honest, this is not surprising. Netanyahu’s regime has shown time and again that they are indifferent to the world’s calls for restraint. They ignore UN resolutions. They strike UN facilities. They kill civilians, journalists, aid workers, and now peacekeepers. No one is off-limits. No one is safe. Sadly, it keeps going because the world keeps allowing it.
To the UN Secretary-General, we appreciate your condemnation and your condolences. But words are not enough anymore. The UN must move beyond statements. Concrete, enforceable, and urgent action is what this moment demands. The credibility of the UN is on the line. If the world body cannot protect its own peacekeepers, what exactly is it protecting?
To the nations of the world, now is the time to act together. Push for accountability. Refer those responsible to international courts. Enforce the rules that you all signed up to uphold. International law is only as strong as the willingness of nations to defend it. That willingness has been tested over and over again by Netanyahu’s regime. For countless of times, the world has failed the test.
Do not let this death be forgotten in a news cycle. Do not let this become just another statistic in a long list of violations. Demand justice. Demand accountability. Make clear that those who attack UN peacekeepers will face real consequences.
Kepada prajurit TNI yang gugur, selamat jalan, Pahlawan. Doa kami menyertai, juga bagi keluarga yang ditinggalkan. Kepada yang terluka, semoga lekas pulih. Indonesia berduka, tapi kita yakin, Indonesia tidak akan diam.
🎥 Israel meledakkan menara masjid di Khiam, Lebanon bagian Selatan. 💔
Israel mengatakan sedang memerangi Hezbollah, tetapi telah secara paksa membuat lebih dari satu juta orang mengungsi dan terus mengurangi populasi seluruh bagian selatan Lebanon. 🥀
Seperti biasa, selain pembunuh mereka juga pembohong.
Kita enggak lupa angin disalahkan dalam kasus Kanjuruhan, Gamma difitnah tawuran, Arianto Tawakal adalah korban fitnah yang kesekian kalinya.
Komandannya dari AS, tapi malah ga ngirim pasukan sama sekali 🙈. Tugas pasukan ISF diantaranya melucuti senjata pejuang Palestina, menghancurkan terowongan bawah tanah dan embargo senjata agar tdk ada senjata baru yg masuk ke Gaza. Duh...mau-maunya dikerjain AS & Sirewel utk menghabisi para pejuang Palestina...Astaghfirullah 😭
Terlalu sakit, terlalu pilu, memikirkan tragedi yang menimpa Arianto Tawakal, murid usia 14 tahun yang dibunuh oleh seorang oknum Brimob…
Ibu-Bapak yg saya cintai, tren kesewenang-wenangan sudah mencapai sebuah titik di mana kita harus berkaca: kita ingin dikenal sebagai bangsa dengan budaya seperti apa? Apakah di mata Tuhan Allah dan di mata dunia, kita ingin dikenal dan dikenang sebagai masyarakat yang beringas dan liar?
Saya tetap yakin di segenap aparat hukum kita, mayoritas anggota merupakan manusia yang baik. Namun, peristiwa ini harus menjadi peringatan keras untuk mengembalikan profesionalisme sebagai kiblat utama lembaga penegak hukum.
Kematian Arianto Tawakal ini ekstra sedih bagi saya, karena tujuh bulan lalu saya sangat terinspirasi diajarkan oleh sesama tahanan di penjara yang beragama Islam tentang makna kata “Tawakal”, di tengah perjuangan saya untuk mengungkap kebenaran dan mendapat keadilan.
Tambah heran, bahwa kelakuan oknum Brimob ini juga terjadi di bulan suci Ramadan dan di bulan suci pra-Paskah. Saya tidak bisa membayangkan trauma yang dirasakan keluarga Arianto. Innalillahi wa innailaihi roji’un…
Turut berduka yang mendalam; saya dan Ciska doakan Allah SWT menyelimuti keluarga Arianto dengan segala kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi tragedi ini…
It’s too painful, too excruciating, to think about the tragedy that befell Arianto Tawakal, a 14-year old schoolboy who was killed by a member of Indonesia’s police paramilitary unit (Brimob)…
My dearest colleagues, this trend of ever-greater impunity has reached a point where we have to reflect: what kind of a society do we want to be known and remembered as? Do we want to be seen in the eyes of the Almighty and in the eyes of the world, as a savage and atrocious people?
I remain convinced that each and every one of our law enforcement agencies consists primarily of good human beings – but this incident MUST be a harsh wake-up call for us to return professionalism as the central guiding principle for our security forces.
It adds an extra layer of sadness for me that around 7 months ago, I was so inspired being taught the meaning and concept of “Tawakal” (utmost thriving followed by surrender to God’s Will) by Muslim fellow inmates in prison, as I was fighting to expose the truth and obtain justice for myself. It’s also bewildering to think that this depravity by a paramilitary police officer took place in the Holy Fasting Month of Ramadan and the Holy Month of Lent…
I can’t imagine the trauma that Arianto’s family is experiencing right now… We belong to Allah and indeed to Allah we shall return…
My deepest condolences to Arianto’s family; Ciska and I pray that God provides any and all strength and resilience to them in confronting this senseless tragedy…
Ngomongin boikot, kalian tahu nggak?
Per Feb 2026, MBG sudah menyalurkan 4,5 miliar porsi dimana Nestlé salah satu suppliernya.
Dengan asumsi memasok 10–15% kebutuhan MBG dengan harga khusus Rp2.000,
Maka potensi pendapatan Nestlé dari MBG: Rp1,35 triliun.
Oh, The Irony.
Ikut membership, bayar triliunan, nyicil, bilangnya demi perdamaian.
Noh, Tepi Barat dicaplok, drone mau dikerahkan. Mana diplomasinya, katanya kalau di dalam bisa lebih tau pergerakan?
A N T E K
Duduk semeja di BoP dengan Israel
Mau kirim tentara, bayar 17 triliun cebokin Israel
Kasih izin geotermal ke investor Israel
Transaksi peralatan militer dengan Israel
Di Gaza, hampir tiga ribu warga Palestina dilaporkan “lenyap” tanpa jenazah saat Israel membombardir Palestina sepanjang perang dari 7 Oktober 2023.
Investigasi terbaru Al Jazeera menyebut, Israel menggunakan senjata berpanas ekstrem untuk menyerang Gaza dan asal senjata itu dari Amerika.
Apa saja temuan investigasi Al Jazeera?
| Narasi Daily
Di reply, cukup banyak yang denial terhadap hasil survei ini. Kalau saya pribadi yakin hasil survei Indikator ini bisa dipertanggungjawabkan.
Di lapangan, 72% masyarakat memang puas dengan MBG (setidaknya menurut hasil survei Indikator ini). Tapi, perlu digarisbawahi, puas bukan berarti baik. Itu dua hal yang berbeda.
Puas dan tidak puas, suka dan tidak suka, itu urusan persepsi. Sedangkan baik atau tidak, itu urusan analisis.
Sebagai contoh, masyarakat kita suka dengan amplop serangan fajar jelang pemilu karena memang politik uang dalam iklim pemilu kita sangat kental. Lantas, hanya karena banyak masyarakat suka dan senang saat menerimanya, apakah kemudian serangan fajar itu menjadi baik? Tentu saja tidak.
Ini sama seandainya masyarakat kelompok pengangguran diberikan dua pilihan, antara dikasih duit 500 ribu atau kursus pelatihan vokasi. Niscaya akan lebih banyak yang memilih 500 ribu alih-alih kursus pelatihan vokasi. (Fenomena ini dikenal dengan istilah diskon hiperbolik).
Mana yang akan lebih membuat masyarakat puas? Jelas duit 500 ribu. Tetapi secara analisis sederhana, mana yang jauh lebih baik dan efektif untuk mengatasi pengangguran? Tentu saja kursus pelatihan vokasi.
Sikap itu pula yg saya yakini sampai sekarang. MBG saat ini adalah program yang pasti membuat banyak orang puas. Baik penerima, pekerjanya, maupun siapa saja yang kebagian proyeknya. Tetapi, apakah MBG adalah program yang baik? Di mata saya, setelah membaca banyak berita dan pendapat orang-orang yg saya percayai dan saya yakini keilmuannya, saya masih yakin, MBG adalah program yang bukan hanya buruk dan tidak tepat prioritas, tetapi juga politis.
Namun, kalau ada yang menganggap MBG sebagai program yang bagus, oke, keren, luar biasa, ya silakan. Pemikiran orang kan beda-beda. 😅
Baru beberapa hari setelah dibentuk BoP, penjajah sdh 2x melanggar gencatan senjata. Kemarin Presiden Prabowo janji di hadapan pengurus MUI utk keluar dari BoP jika tdk membawa maslahat utk kemerdekaan Palestina. Kayaknya sekarang sudah saatnya deh...sebelum terlanjur bayar 16,9 T. Ayo pengurus MUI tagih janji Pak Presiden.
Halo min, saya sudah melakukan pemesanan esim, sudah melakukan pembayaran, tapi belum dapat email berisi QR eSIM indosat. Order ID:950001588520 @CareIM3