Pukimak betul kalian ini. Berkelahi dan saling mempermalukan satu sama kalian lalu cipokan didepan kami. Besok-besok jangan lagi gunakan kalimat ‘Kita ini negara hukum’. Kalian menunjukkan ini bukan negara hukum tp ini negara milik nenek klean.
War on Iran has had GLOBAL RAMIFICATIONS — Malaysia's PM Anwar Ibrahim speaks to RT's Donald Courter at ASEAN summit
'I've publicly THANKED President Putin and President Xi for taking a position for PEACE'
Watch in full tomorrow, June 18th
Perjanjian ‘damai’ US dan Iran di Istana Prancis ini mengingatkan momentum Treaty of Versailles di Juni 1919.
Sebagaimana Jerman saat itu dipaksa menyerah dan menanggung ganti rugi penyebab WW1 oleh the Big 4, giliran US menyerah ke.
Indonesia has swung from an emerging-market darling to a global laggard, with insiders blaming the president and his inner circle for erratic and poorly communicated policies. Read more: https://t.co/kwD7XVZsip
📷️: Dimas Ardian/Bloomberg
Kemunduran demokrasi Indonesia hari ini sebetulnya sudah diperingatkan oleh satu dosen FISIPOL UGM tahun 1998: adanya orang dalam kekuasaan yang akan membangun wacana tandingan demokrasi dan membeli loyalitas dari rakyat. Aksi mahasiswa UGM sudah tepat.
https://t.co/T1ca1Ifzsx
Tidak banyak yg tahu fakta ini... Berapa lama Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara, menjabat sebagai Menteri Pendidikan (saat itu Menteri Pengadjaran)?
Karakter yang dimiliki Guru dan Dosen berbeda dengan karakter birokrat. Jika Guru dan Dosen bersuara kritis, itu memang tugasnya, terlepas dia ASN maupun non ASN.
Ada artikel bagus dari sobat saya @MunimSirry mengenai istilah ulil amri. Secara singkat dalam artikel ini, definisi ulil amri di Islam tidak tunggal, karena didasarkan atas konstruksi tafsir dari zaman ke zaman. Silakan baca di https://t.co/aTKAXdfDIM. Semoga bermanfaat!
Berikut video pandangan saya mengenai "Indonesia dan Board of Peace: 4 lampu kuning + 6 saran untuk Pemerintah Indonesia". Silahkan disimak, disebarkan, dikomentari & dikutip. Semoga didengar Pemerintah 🇮🇩. Salam diplomasi, Dr. Dino Patti Djalal
Kemarin PM Kanada Mark Carney berpidato di World Economic Forum, Davos, dan rasanya perlu kita simak. Ia bicara blak-blakan, mengakui secara terbuka bahwa tatanan dunia yang katanya berbasis hukum dan keteraturan itu ternyata selama ini penuh kepura-puraan.
Negara-negara besar sering mengecualikan diri mereka dari tata aturan, aturan perdagangan diterapkan berat sebelah, dan ketat atau longgarnya penegakan hukum internasional itu tergantung pada siapa pelaku dan siapa korbannya. PM Carney menyebutnya “living within a lie”, bahwa mereka semua hidup dalam kebohongan yang selama ini mereka pelihara sama-sama.
Beberapa waktu lalu saya pernah twit soal perlunya negara-negara Global South bersatu supaya tidak mudah disetir dan diintervensi kekuatan besar. Menariknya, kegelisahan ini ternyata juga dirasakan negara menengah di belahan Utara seperti Kanada.
PM Carney juga sampai pada kesimpulan yang sama, bahwa kalau negara menengah hanya bernegosiasi sendiri-sendiri dengan negara besar, maka kita akan bernegosiasi dari posisi lemah. Kita malah jadi saling sikut, berlomba jadi yang paling tunduk. Jelas itu tidak bisa disebut sebagai kedaulatan.
Kenyataannya, dunia kini sudah berubah. Sudah multipolar, sudah sangat dinamis. PM Carney mengajak negara-negara menengah untuk bangun dan sadar akan kenyataan ini, lalu mulai membangun koalisi yang fleksibel. Beda isu bisa beda mitra, tak harus loyal buta pada satu polar, sambil terus memperkuat ekonomi di dalam negeri.
Pesan itu jadi sangat relevan juga untuk Indonesia. Diplomasi harus proaktif, tak bisa netral yang pasif. Membangun jembatan, jangan sekadar ikut arus.
Kanada bicara dari posisi negara menengah Barat. Sedangkan Indonesia bisa mengambil peran sebagai jembatan antara negara-negara menengah Barat yang mulai melek ini dengan Global South yang sudah lama merasakan ketidakadilan tatanan dunia. Kita punya legitimasi di kedua sisi.
Di tengah dunia yang makin terpecah, justru negara-negara menengah punya kesempatan membentuk tatanan baru yang lebih adil. Syaratnya, harus berani bergerak bersama. •••
Transkrip pidato PM Carney: https://t.co/07LhGa0OJ9