🇺🇦🇷🇺 Russian soldier grabs a Ukrainian drone from mid air, shows the finger to the drone operator and throws it away so it blows.
It depends on the trigger system the drone has, often there are two wires that need to touch for it to go off, so such a drone can actually be grabbed like this. Ice cold … bro.
No offense ya, cuma penasaran aja.
Kenapa ya, kayaknya yang lebih sering upload akta cerai itu pihak perempuan? Sedangkan pihak laki-laki, bahkan buat buka-bukaan soal status perceraian ke teman sendiri aja masih banyak yang enggan.
Ada video kickboxer AS ngerayain menang lawan atlet asal Israel, terus ngangkat tangan model salut Nazi + ngucapin makian rasis ke lawannya di depan penonton.
Fans-nya bawa bendera swastika, sampe bentrok fisik pecah di tribun.
Yang bikin makin heboh, pihak venue nolak larang acara ini terulang karena alasan kebebasan berekspresi.
Ini contoh nyata dari yang di teori media disebut "normalization of extremism" , begitu simbol kebencian dibiarkan tampil di ruang publik tanpa konsekuensi, batas "yang bisa diterima" pelan-pelan bergeser.
Kebebasan berekspresi itu penting, tapi bukan berarti bebas tanpa tanggung jawab sosial.
Yang paling masuk akal bukan soal ngelarang orang ngomong, tapi soal venue & promotor berani ambil sikap: siapa yang boleh naik panggung, dan simbol apa yang gak ditoleransi di acara mereka.
Itu bukan sensor, itu manajemen risiko sosial.
Kejadian kayak gini paling efektif diredam bukan lewat drama online, tapi lewat sikap tegas venue & federasi olahraga soal siapa yang mereka kasih panggung. 🙏
Bocor Alus: Rumah Dinas BAIS di Melawai Raya ternyata jadi POSKO SATGAS S buat nyusun rencana nyerang Andrie Yunus.
Kemenhan konfirmasi: Itu Barang Milik Negara (BMN) yang dikelola BAIS TNI. Pajak kita dipakai buat koordinasi nyiram air keras ke rakyat? Biadab.
Gak cuma 4 orang, tapi 13 ORANG terlibat. Ada tim intai, tim kondisikan jalan, sampe eksekutor. Pake aset Kemenhan, pake plat nomor bodong. Ini bukan oknum, ini OPERASI TERSTRUKTUR.
Sumber lengkap silahkan lihat :
https://t.co/BYep410a73
Guys ada cerita di balik layar kejatuhan Soeharto yang jarang dibahas sedetail ini.
Habibie tulis sendiri di bukunya Detik-Detik yang Menentukan. Dan isinya bukan sejarah yang manis.
Tanggal 20 Mei 1998 Soeharto masih presiden. Habibie masih wakil presiden. Dan tiba-tiba tanpa penjelasan yang jelas Soeharto bilang dia mau mundur. Tanggal 22 atau 23 Mei.
Habibie terhenyak.
Tidak ada skenario yang disiapkan. Tidak ada transisi yang direncanakan. Soeharto yang dikenal sebagai ahli strategi paling tajam di Indonesia tiba-tiba menyerah begitu saja tanpa menjelaskan kenapa.
Dan sampai hari ini Habibie mengaku dia tidak tahu benar-benar apa alasan Soeharto memilih mundur di titik itu.
Tapi yang lebih menarik dari pengunduran dirinya adalah apa yang terjadi sesudahnya.
Wiranto melapor ke Habibie ada pergerakan pasukan Kostrad yang tidak sesuai prosedur. Bergerak ke arah Istana dan kawasan Kuningan tempat tinggal Habibie.
Habibie tidak panik. Langsung kasih perintah sebelum matahari terbenam semua pasukan Kostrad harus kembali ke posisi masing-masing. Dan Pangkostrad waktu itu dicopot.
Pangkostrad waktu itu Prabowo Subianto.
Beberapa hari kemudian Prabowo datang langsung ke Habibie. Merasa tersinggung. Merasa dihina. Merasa pencopotan itu melecehkan keluarga Sumitro — ayah kandungnya yang Habibie akui sebagai idola sejak SMA dan keluarga Soeharto mertuanya.
Habibie dengarkan.
Tapi jawabannya singkat dan tegas.
Masa bodoh. Yang penting saya presidennya. Saya yang menentukan.
Dan ini yang paling gw catat.
Habibie bukan orang militer. Bukan politisi kawakan. Banyak yang meremehkan dia bilang dia cuma tukang bikin pesawat yang tidak ngerti politik dan kekuasaan.
Tapi di momen paling kritis dalam sejarah Indonesia ketika ada pergerakan pasukan yang tidak jelas arahnya dan dua nama besar menekan dari dua sisi dia tidak bergetar. Tidak minta izin siapapun. Ambil keputusan dan jalankan.
Dan hubungannya dengan Soeharto setelah itu?
Soeharto tidak pernah mau bertemu Habibie lagi. Enam tahun penuh. Sampai Soeharto meninggal.
Habibie coba berkali-kali. Selalu ditolak. Satu-satunya komunikasi satu kali telepon dan Soeharto bilang cukup laksanakan tugasmu. Kita ketemu secara batin saja.
Ada yang menduga Soeharto kecewa karena Habibie tidak ikut mundur bersamanya. Ada yang bilang ada sesuatu yang lebih dalam yang tidak pernah diungkap.
Habibie sendiri bilang hanya satu orang yang bisa jawab pertanyaan itu.
Dan orang itu sudah tidak ada.
Ada yang tau siapa ???
Fakta kejadian:
1. IRIS Dena datang ke India dalam rangka misi damai.
2. India selaku tuan rumah acara melarang peserta membawa amunisi.
3. Lokasi berada diluar zona perang.
4. AS dan zionis melakukan serangan dadakan tanpa deklarasi perang terbuka sebelumnya.
5. IRIS Dena ditorpedo oleh kapal selam AS saat berlayar di perairan Sri Lanka.
6. Setelah melakukan serangan, kapal selam AS menonton IRIS Dena hingga tenggelam tanpa berusaha memberikan pertolongan terhadap awaknya.
Apa yang dilakukan oleh zionis dan AS terhadap Iran adalah tindakan pengecut dan sebuah pelanggaran terhadap hukum internasional.
Kalo ngomongin sejarah yah, di peradaban besar kayak Romawi Kuno, prajurit Sparta, atau Samurai di Jepang. Nilai seorang pria tidak pernah diukur murni dari tumpukan koin emasnya. Maskulinitas pada masa itu dibangun di atas empat pilar
Kebijaksanaan (Wisdom) - Kemampuan memecahkan masalah.
Keberanian (Courage) - Pasang badan di masa krisis.
Ketahanan (Resilience) - Tetap tenang di bawah tekanan
Kehormatan (Honor) - Memegang prinsip dan janji.
Nah konsep pria = provider tunggal yang nilainya sebatas materi dan lagian itu baru benar-benar mengakar sejak Revolusi Industri dan kapitalisme modern. Jadi, kalau elu merasa maskulinitas nya ilang saat uang nya seret, yahh sebenarnya sedang termakan standar industri, bukan standar alamiah laki-laki