Di antara kuas-kuas yang mulai beristirahat dan cermin yang terus memantulkan bayanganku, masih ada satu sentuhan akhir yang belum diberikan. Sedikit warna di bibir, lalu semuanya akan lengkap.
Instruksinya sederhana: lakukan satu kedipan mata setiap kali berhasil melakukan sesuatu. Aku hanya sedang menjalankan tugas dengan baik. Kalau diperhatikan lagi, kedipan mataku sekarang sudah jauh lebih baik daripada sebelumnya, bukan?
🪄✨ 𝘵𝘦𝘭𝘭 𝘮𝘦 𝘺𝘰𝘶𝘳 𝘸𝘪𝘴𝘩! Ada lagu yang berlalu bersama waktu, ada juga yang tetap bersinar setiap kali diputar kembali. Aku dan Minjeong kembali mengikuti irama Genie, membiarkan nostalgia dan pesonanya hidup sekali lagi dalam setiap gerakan.
Aku dan Eunchae berhasil membuat LEMONADE terasa sedikit lebih manis. Apakah karena tantangannya? Apakah karena kami terlalu bersenang-senang? Jawabannya mungkin keduanya! Silakan tonton dengan hati-hati. Efek sampingnya dapat berupa senyum mendadak karena melihat kegemasan kami.
Aku dan Ryujin menghabiskan hari ditemani hembusan kipas angin yang tidak pernah jauh dari tangan kami. Cuacanya memang menyengat, tetapi tawa yang muncul sepanjang hari terasa jauh lebih membekas daripada panasnya.
Cuacanya memang sedang terik, tetapi sayang rasanya jika melewatkan sudut ini begitu saja. Ditemani naungan pepohonan dan cahaya yang jatuh dengan sempurna, sulit untuk tidak mengabadikannya dalam beberapa foto.
Hari kedua promosi berjalan dengan nuansa yang berbeda. Tak ada warna-warna cerah yang menemani, hanya hitam yang menyelimuti penampilanku. Namun seperti segelas lemonade yang tak pernah kehilangan rasanya, selalu ada semburat manis di balik warna pekat.
Aku dan Ryujin berhasil menyelesaikan tantangan LEMONADE tanpa kehilangan energi sedikit pun. Bahkan sepertinya kami meninggalkan lebih banyak energi daripada yang kami bawa.
Aku dan @ningnrnng punya satu misi: membuat LEMONADE semakin sulit keluar dari kepalamu. Jadi kalau setelah ini kamu mendadak ingin ikut menari, jangan salahkan kami. Anggap saja itu efek samping dari tantangan yang terlalu menyenangkan.
Promosi pertama LEMONADE berhasil kututup dengan manis. Masih mengenakan warna yang paling mencolok ini, aku ingin menyisakan beberapa foto sebagai penanda bahwa perjalanan ini telah dimulai.
Siapa sangka sudut gudang penuh tumpukan kayu bisa terlihat secantik ini di kamera? Rasanya tempat ini tidak berubah apa-apa, hanya aku yang datang membawa sedikit warna. Kebetulan? Oh, kurasa tidak sama sekali.
Jika matamu tiba-tiba tertuju ke arahku lebih lama dari yang seharusnya, anggap saja itu efek samping dari perpaduan hitam, hijau neon, dan helaian rambut yang sengaja kuberi semburat warna serupa. Hasilnya cukup bagus, bukan?
Dalam hembusan cahaya neon yang membakar malam, aku berdiri di hadapanmu dengan tangan terbuka. Stop? Terlambat, sayang. Aku sudah jadi satu-satunya lampu lalu lintas yang kamu langgar malam ini.
Sedikit drama kecil saat pengambilan foto di balik layar ini. Aku sengaja menggenggam tangan patungnya untuk berfoto, lalu tiba-tiba terlintas sebuah ide, "Bagaimana kalau dibuat seolah-olah aku ditampar?" Dan begitulah cerita di balik hasil foto terakhir.