Hari ini 392 tahun lalu, Galileo Galilei berlutut di depan Inkuisisi Roma dan dipaksa mangatakan bahwa ia mengutuk dan membenci teorinya sendiri terkait yang Bumi bergerak mengelilingi Matahari.
Gereja waktu itu memegang keras doktrin bahwa Bumilah pusat alam semesta. Galileo yang nulis sebaliknya langsung dicap menyesatkan.
Galileo akhirnya dinyatakan bersalah, kemudian bukunya dilarang beredar, dan ia dijatuhi tahanan rumah seumur hidup di villanya di Arcetri, dekat Florence.
Vatikan akhirnya meminta maaf secara resmi, meskipun butuh waktu yang sangat lama, hampir 360 tahun setelah persidangan tersebut.
Proses pemulihan nama baik Galileo ini dilakukan oleh Paus Yohanes Paulus II melalui serangkaian langkah panjang yang puncaknya terjadi pada tahun 1992.
Tahun 1979, Paus Yohanes Paulus II mulai membentuk komisi khusus untuk meninjau ulang kasus Galileo.
Tiga belas tahun kemudian, 31 Oktober 1992, ia berpidato di depan Pontifical Academy of Sciences dan secara resmi mengakui bahwa Gereja telah keliru mengutuk Galileo.
#OnThisDay
Rencana Kabur
Mereka tahu satu hal, kalau kabur tanpa bukti, pemerintah Korsel bisa anggap mereka pembelot sukarela.
Jadi sebelum kabur, mereka diam-diam merekam suara Kim Jong-il pakai tape recorder kecil yang disembunyikan di kantong baju.
Rekaman itu berisi pengakuan langsung dari Kim bahwa dia yang memerintahkan penculikan.
Maret 1986
Kim mengirim mereka ke Vienna, Austria untuk mencari investor film tentang Genghis Khan.
Di hotel InterContinental, mereka berhasil dapat waktu privasi saat diwawancara jurnalis Barat yang sudah mereka kontak diam-diam sebelumnya.
Begitu agen lengah, mereka lari.
Shin, Choi, dan sang jurnalis lompat ke dalam taksi & minta supir ngebut ke Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Agen Korut sadar dan langsung mengejar tapi taksi mereka terjebak macet saat mobil para agen Korut makin mendekat.
Mereka nekat keluar dari taksi, berlari di sela-sela mobil yang macet menuju gerbang Kedutaan AS.
Mereka berhasil menerobos masuk beberapa detik sebelum agen Korut menangkap mereka.
Mereka minta perlindungan hukum dan akhirnya bebas.
Korut yang malu langsung bikin propaganda tandingan, menuduh mereka mencuri uang produksi & kabur ke Barat.
Shin sempat hidup di bawah perlindungan CIA di Amerika, bahkan menyutradarai film Hollywood Three Ninjas dengan nama samaran Simon Sheen.
Mereka akhirnya pulang ke Korea Selatan dengan selamat.
Kisah ini diangkat menjadi buku non-fiksi The Lovers and the Despot (2016) dan dokumenter dengan judul yang sama.
Kim Jong-il (sebelum jadi pemimpin tertinggi Korut) punya obsesi gila terhadap film.
Dia punya ribuan koleksi film Barat, tapi frustrasi karena film Korea Utara kaku & membosankan, isinya cuma doktrin komunis melulu.
Akhirnya Kim punya ide untuk menculik sutradara & aktris Korea Selatan.
Ini kisah nyata yang lebih gila dari film Hollywood.
π§΅
Pasangan ini lalu dikasih dana tak terbatas, studio raksasa (Shin Film) dengan 700 staf, dan diperintahkan bikin film berkualitas tinggi untuk dipamerkan di festival internasional.
Dalam 3 tahun, Shin menyutradarai 7 film untuk Korea Utara. Yang paling terkenal, Pulgasari (1985), film monster jiplakan Godzilla versi sosialis.
Kisah monster pemakan besi yang bantu petani melawan raja korup. Murni propaganda, tapi jadi cult classic di internet sampai sekarang.
Fun Fact
Sampai sekarang, warna nasional Belanda tetap oren, lihat aja jersey timnas bola mereka, atau perayaan King's Day yang serba oren.
Padahal bendera Belanda itu Merah, Putih, Biru. Semua fanatisme ini berakar dari satu dinasti yang sama yang secara nggak langsung juga mengubah warna sayuran di piring kita.
Siapa sangka wortel bisa punya sejarah yang panjang.
Tau nggak, wortel oren yang kamu makan tiap hari itu sebenernya hasil rekayasa politik abad ke-17?
Yap. Warna asli wortel itu bukan oren, tapi berwarna ungu dan putih.
Terus kenapa berubah jadi oranye?
π§΅
Kenapa wortel oranye yang lebih banyak mendunia?
Kalau cuma faktor politik, belum tentu wortel oranye bisa mengalahkan yang asli. Tapi ada alasan praktis diantaranya:
1. Lebih enak, jauh lebih manis, lebih berair, lebih renyah dibanding wortel ungu yang pahit.
2. Estetika dapur wortel ungu punya masalah saat dimasak,warnanya luntur. Rebus di sup? Air supnya jadi ungu gelap, kelihatan kotor, nggak menggugah selera.
3. Jaringan dagang VOC
Berkat jaringan dagang VOC lewat jalur maritim Belanda yang kuat di abad ke-17, benih wortel oranye ini tersebar ke seluruh dunia diantaranya Inggris, Amerika, Asia, hingga akhirnya mendarat di piring kita juga.
@Pirat_Nation This issue is often found in 12V-2x6 connector cables, right?
My GPU with 8-pin connector cable should be safe from this if it is installed correctly, right?
@insidefolkative Emang paling bener minum air putih paling bagus, udh hampir 2 tahun ini lebih sering minum air mineral dibanding minuman kemasan. Selain murah, seger plus sehat.
Menjabat selama 20 tahun, Stubbs ngantor di Nagleyβs General Store buat dengerin keluhan warga. Meski awalnya terkesan bercanda, The Stubbs Effect nyatanya menyelamatkan ekonomi kota.
Talkeetna yang tadinya cuma jalur perlintasan sepi ke Gunung Denali, mendadak kebanjiran puluhan ribu turis global dan surat penggemar dari berbagai belahan dunia.
Stubbs sukses naikin pendapatan daerah dari sektor pariwisata tanpa pernah mungut pajak satu sen pun dari warganya.
Layaknya politikus papan atas, hidupnya penuh teater drama. Tahun 2013, dia sempat selamat dari percobaan pembunuhan setelah diterkam anjing lokal sampai paru-parunya robek dan harus pake ventilator, memicu dana global dari para fansnya, sebelum akhirnya wafat tenang di usia 20 tahun pada 2017 lalu.
Tahun 1997, warga Talkeetna di Alaska udah muak sama politikus manusia yang kerjanya cuma debat masalah pembangunan proyek yang berisiko merusak alam kota mereka.
Pas hari pemilu tiba, warga kompak ngelakuin aksi protes kolektif lewat sistem write-in (nulis nama kandidat sendiri di luar kertas suara).
Dan tebak siapa yang menang mayoritas suara dari 900 penduduk? Stubbs.
Seekor anak kucing oren tanpa ekor yang baru aja diselametin dari kotak rongsokan di parkiran toko kelontong.
Kok bisa legal?
Nah, secara hukum tata negara, Talkeetna itu statusnya Unincorporated Community (wilayah lepas/sensus). Artinya, mereka gak punya pemerintahan resmi, dewan kota, ataupun jabatan walikota yang mengikat.
Posisi walikota di sana murni cuma kehormatan dan simbolis. Karena gak ada regulasi hukum yang kaku, warga bebas nunjuk siapa aja, termasuk seekor kucing buat jadi representasi perlawanan mereka terhadap birokrasi manusia.
Tapi, Karma Itu nyata.Strategi Stephen VI gagal total. Kebrutalan terhadap mayat ini justru memicu amarah besar rakyat Roma.
Hanya beberapa bulan setelah sidang horor itu, rakyat melakukan pemberontakan bersenjata. Istana diserang. Paus Stephen VI ditangkap, dilucuti jubahnya, dan pada Agustus 897, ia tewas dicekik di dalam sel penjara bawah tanahnya.
Sementara itu, jasad Formosus ditemukan nelayan, lalu direhabilitasi oleh Paus berikutnya, dan dimakamkan kembali dengan megah di Basilika Santo Petrus.
Vatikan pun resmi melarang pengadilan terhadap mayat untuk selamanya.
Bayangkan lu dipaksa jadi pengacara di sebuah sidang, tapi klien yang harus lu bela adalah mayat yang udah membusuk 9 bulan dan didudukkan di atas kursi takhta.
Ini bukan sinopsis cerita horor, tapi kejadian nyata paling gila dalam sejarah Vatikan, The Cadaver Synod (897 M). Sidang pengadilan resmi, tapi terdakwanya jenazah.
Paus Stephen VI punya dendam kesumat sama pendahulunya, Paus Formosus. Karena Formosus udah mati (diduga diracun), si Stephen ini gak puas. Dia pengen mengadili Formosus secara hukum.
Kuburan Formosus dibongkar. Jasadnya yang mulai hancur dipakaikan baju kebesaran Paus, dipasang mahkota, terus diikat kencang ke kursi takhta biar gak merosot.
Bisa bayangin bau busuknya kayak apa di dalam ruangan?
Bagian paling sakitnya, Stephen VI nunjuk seorang diakon muda buat jadi pengacara si mayat. Tugasnya bener-bener siksaan mental.
Di tengah bau busuk yang menyengat, diakon yang gemeteran ini dipaksa berdiri di samping jenazah dan ngomong atas nama Formosus seolah-olah roh si mati lagi merasuk dan ngejawab langsung semua makian hakim.
Sepanjang sidang, Paus Stephen VI teriak-teriak histeris, maki-maki, dan nunjuk wajah mayat itu.
Seperti yang sudah ditebak, mayat Paus Formosus dinyatakan bersalah. Di sinilah aksi balas dendam politik yang kejam dan dieksekusi langsung di tempat.
Mutilasi Jasad
Petugas sidang merobek paksa jubah kepausannya. Mereka kemudian memotong tiga jari tangan kanan Formosus, jari sakral yang selalu ia gunakan untuk memberikan berkat suci.
Penghancuran Eksistensi (Damnatio Memoriae)
Seluruh kebijakan dan pentahbisan Formosus selama 5 tahun menjabat dihapus dari sejarah. Jasadnya yang diamputasi kemudian diikat batu dan dilempar ke Sungai Tiber seperti bangkai.
Mengapa Stephen VI melakukan kegilaan ini?
Ini bukan cuma soal gila atau dendam. Di abad pertengahan, tubuh tokoh suci dianggap memiliki kekuatan spiritual (Holy Relic). Stephen VI takut makam Formosus jadi tempat ziarah yang memicu pemberontakan.
Dengan menyatakannya sebagai penjahat dan membuang jasadnya, Stephen VI ingin menghancurkan kesucian Formosus selamanya.