Ifan Seventeen .
vokalis band, 2x gagal nyaleg (Gerindra 2014, PKB 2019), juru kampanye Gerindra urutan ke-804 , ditunjuk jadi Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN), 10 Maret 2025.
Latar belakangnya? S1 Ekonomi UGM.
Bukan perfilman. Bukan produksi. Bukan manajemen BUMN.
Pengalaman di industri film? Nyaris nol.
Proses seleksinya? Ditelepon dari Kementerian BUMN. Tanpa fit and proper test. Tanpa seleksi terbuka.
Langsung ditunjuk.
Ifan sendiri ngaku: "Ada salah satu orang dari Kementerian BUMN yang menunjuk. Awalnya menelepon, menghubungi, terus menunjuk saya jadi Direktur Utama."
Yang dia punya untuk dapat jabatan ini:
a. Aktif puji Prabowo di media sosial
b. Masuk daftar juru kampanye Gerindra
c. Nol rekam jejak signifikan di industri film
Fedi Nuril , aktor senior dengan puluhan film nasional ,langsung sindir keras penunjukan ini.I
ni bukan soal Ifan.
Ini soal sistem yang kasih jabatan Dirut BUMN lewat telepon, tanpa tes, modal rajin puji penguasa di Instagram.
REPUBLIK KLAIM
Kok mirip dgn "klaim" MBG 99,9 % berhasil ya ?! 😁
Polanya kembar fraternal.
Tentu yg mirip bukan substansinya, tp gaya klaimnya :
1. Klaim besar | dampak kompleks.
2. Tanpa indikator terukur.
3. Tanpa mekanisme verifikasi.
4. Tanpa relasi sebab - akibat yg jelas.
Seolah, Presiden bilang ;
"Tenang, penderitaan itu sudah berkurang"
Padahal, penderitaan itu bukan saklar ON/ OFF, pun kebijakan bukan mantra.
Sama seperti klaim MBG 99,9 % berhasil :
berhasil menurut siapa ?
diukur dgn apa ?
kegagalan 0,1% tanggung jawab siapa ?
di mana titik kegagalannya ?
____________
Benar bhw, kalimat Presiden Prabowo ini tidak salah scr tata bahasa, tp absurd scr epistemologi.
Bukan pernyataan faktual, melainkan cuma kalimat performatif khas kekuasaan :
cukup "omon - omon", lalu dianggap terjadi.
Di Republik Klaim, angka bukan alat ukur, tapi "obat bius" yg menenangkan.
___________
TERUSLAH BODOH, JANGAN PINTAR !
(Seperti Wapres Fufufafa)
.
.
😁🍻