Postingan saya tahun lalu... sekarang pembabatan hutan mulai dilakukan...
Merauke, ibukota Provinsi Papua Selatan, titik 0 km Indonesia di ujung timur... di sini direncanakan akan dibuka lahan untuk proyek pembangunan sentra pertanian dan energi terintegrasi dengan target seluas 2 juta hektar...
Luas Kabupaten Merauke adalah 46.791,63 Km2 atau 4.679.163 hektare dimana 1.425.000 hektare berupa rawa...
Bukannya memulai proyek dengan mencetak sawah, Jokowi justru mendukung pembangunan perkebunan tebu lebih dulu untuk swasembada gula dan bioetanol...
Pada tahap pertama akan dibangun perkebunan tebu, pabrik gula, dan bioetanol seluas 637.420 hektare dimana ada 10 perusahaan yang punya konsesi di kluster 3 tsb...
Menurut LBH Papua, seluruh wilayah beroperasinya 10 perusahaan pemegang konsesi di Merauke tersebut jelas masuk dalam wilayah Taman Nasional, Suaka Marga Satwa dan Cagar Alam di Kabupaten Merauke dan akan menghancurkan eksistensinya...
Makanan pokok masyarakat Papua adalah sagu yang berasal dari pohon sagu (rumbia) dan dikonsumsi turun temurun... habitat pohon sagu ini adalah di dataran rendah dan rawa-rawa dengan ketersediaan yang berlimpah...
Dengan dibukanya jutaan hektare lahan di sana untuk proyek food estate Papua, maka masyarakat Papua tentunya akan kesulitan untuk mencari makanan pokoknya...
Jadi ini bukan cuman soal kerusakan lingkungan secara masif, tapi juga hilangnya sumber makanan bagi masyarakat Papua...
#FoodEstate
Pak Presiden @prabowo , kpn bpk mengganti Kapolri? Apakah saat ini tdk ada Pati ⭐️⭐️⭐️ di Mabes Polri yg layak menjd Kapolri yg baru?
Ada apa dgn semua ini, atau jangan2 bpk Presiden tdk berani mengganti Kapolri! 🤔🤔🤔
Update terbaru!!!
Berdasarkan dokumen yang diterima, setidaknya ada 243 SHGB diterbitkan saat Agus Harimurti Yudhoyono menjabat sebagai Menteri ATR/BPN pada tahun 2024.
Semua SHGB tersebut berada di Desa Kohod, Pakuhaji, Tangerang.
Panik nih kayaknya Demokrat..
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis persentase suku yang paling banyak melahirkan sarjana di Indonesia. Hasilnya, suku Batak tercatat sebagai etnis yang menghasilkan lulusan sarjana terbanyak pada 2024.
Posisi ini diikuti oleh suku Minangkabau dengan 18 persen.
Simak selengkapnya dalam infografik berikut.
^ #sarjana #suku #bps ##infografik
@alisyarief Utk bersihkan ikan itu dimulai dr kepalanya. Apakah presiden @prabowo msh akan terus pertahankan kapolri skr utk tetap pd jbtnnya? Sdh bnyk saran & usulan utk segera ganti kapolri, krn masalah demi masalah penegakan hukum yg tdk adil & profesional trus terjadi o/ polisi @DPR_RI
Anak Presiden itu begini jika ingin meniti karier hrs menempuh proses yg pahit dan manis dari bawah, tdk spt anak Mulyono ujug² langsung menggunakan fasilitas Bpknya utk merubah UU demi memuluskan kariernya.
Pengembang PIK-2 akan menempuh segala cara untuk menguasai laut dan pantai krn mengejar untung selangit.
Biaya reklamasi dan sogok sktr Rp 7-10 jt per ha (biaya sogok sktr Rp 3-5 milyar per ha) dg harga jual Rp 60 juta per meter, akan untung sktr Rp 50 milyar per ha !!!