Tau nggak sih lambang Liverpool yang ada di dada pemain itu?
Banyak orang menyebutnya Liver Bird.
Tapi yang menarik, di kota Liverpool sebenarnya ada dua Liver Bird yang sangat terkenal.
Mereka berdiri di atas Royal Liver Building sejak tahun 1911 dan namanya adalah:
Bella (Perempuan)
Bertie (Laki-laki)
Menurut legenda yang paling populer,
Bella menghadap ke Sungai Mersey dan Laut Irlandia.
Tugasnya menjaga para pelaut yang pergi berlayar dan memastikan mereka bisa pulang dengan selamat.
Sedangkan Bertie menghadap ke kota Liverpool.
Tugasnya menjaga keluarga yang menunggu para pelaut pulang ke rumah.
Tapi seperti semua legenda yang bagus, ceritanya ga berhenti di situ.
Ada cerita yang jauh lebih terkenal di Liverpool. Konon Bella dan Bertie sengaja dibuat saling membelakangi.
Karena jika suatu hari mereka saling berhadapan mereka akan jatuh cinta dan terbang bersama, yang menyebabkan Sungai Mersey meluap dan membanjiri seluruh kota. Itulah sebabnya patung-patung tersebut didesain saling membelakangi.
Yaha namanya, standar legenda mereka memang segitunya.
Makanya sampai hari ini kedua Liver Bird itu tetap berdiri di tempatnya.
Satu melihat ke laut.
Satu melihat ke kota.
Seolah menjaga Liverpool dari dua arah sekaligus.
Dan mungkin itu alasan kenapa banyak warga Liverpool sangat mencintai simbol ini.
Karena Liver Bird bukan sekadar logo klub.
Dia adalah simbol sebuah kota pelabuhan.
Kota yang selalu hidup di antara dua hal:
orang-orang yang pergi mengejar mimpi...
dan orang-orang yang menunggu mereka pulang. ❤
Gambar ini diambil pada tahun 1946. Lelaki dalam gambar ini ialah Ken Shimizu.
Dia berumur 35 tahun, sudah berkahwin dan mempunyai 2 orang anak.
Shimizu tidak pernah berlari, makan apa sahaja yang dia mahu, suka minum sake, selalu tidur lewat.
Thread 👇🏻
Hati2 memilih sopir onlen.
Perhatikan sopir ini. Tangannya melakukan kode2 tertentu spt bergelinjangan gak karuan. Lalu ia melihat ke belakang dgn pandangan aneh dan sinis. Semoga penumpang bisa sampai ke tujuan dgn selamat
Terjemahan lowongan kerja:
1) Mampu bekerja di bawah tekanan = manajemen kantor payah,
2) Fast learner = gak ada training, belajar sendiri,
3) Flexible work hours = kerja 24/7,
4) Gaji kompetitif = kompetisinya sama UMR,
5) Full stack developer = superman ngerjain semua.
Salah satu kebodohan saya di masa lalu:
Menyogok Tuhan, Menipu Tuhan.
Dengan apa? Dengan Doa saya sendiri.
"Tuhan, berikan saya rejeki yg banyak, saya janji akan membantu orang banyak kalau dikasih rejeki yg banyak. Saya akan bantu Panti Asuhan. Saya akan bantu Rumah Ibadah. Dll".
Memang, semua perbuatan baik tadi akan lebih mudah terlaksana jika Doa saya Benar² Terkabul.
Tp tanpa sadar, semuanya itu PALSU.
Saya tidak benar² peduli dengan menolong orang lain. Tidak peduli dengan Panti Asuhan. Tidak peduli dengan Rumah Ibadah.
Semua tentang saya Sendiri: Saya Ingin Rejeki Yang Banyak.
2015, saya ketemu teman, saya lupa namanya, tp saya terkesan. Waktu itu saya pulang ibadah diantar sama dia, motornya bukan motor yg bagus, motor jadul yg sangat sederhana.
Jam 9 malam, Lewat jalan belakang Pasar BSD (saya dulu ngekost di Serpong) kami liat bapak² yg kondisinya memprihatinkan, gak jalan tp ngesot. Itu jalanan gelap, gak ada orang sama sekali.
Singkatnya temen saya ini berhenti, tau² keluarin uang 50ribu (cuma ada 1 di dompetnya), dikasih ke bapak ini. Bapaknya nangis² bilang terimakasih.
Saya malu, di dompet saya ada uang sekitar 300ribu, tp saya cuma diem liatin saja.
2016 saya ketemu teman lagi (maybe kamu baca thread ini sekarang) dimana waktu itu saya belanja sama dia, tau² dia beli beberapa coklat, selesai belanja, dibagikan ke anak² pengemis diluar minimarket.
Daru situ saya sadar:
bahwa sebaik²nya menolong orang, bersedekah, beramal, dll itu bukan tentang apa yg kita wacanakan kedepan, tapi apa yg bisa kita lakukan hari ini dan seterusnya, dengan apa yg kita punya/apa yg dititipkan orang lain kepada kita saat itu juga.
Dari situlah niatan kita akan benar² diuji.
Apakah kebaikan kita hanya untuk kita sendiri, sekedar pencitraan kepada Tuhan supaya kehendak pribadi kita tercapai, atau memang kita ingin benar² berpartisipasi menjadi perpanjangan Tangannya.
Saya percaya bahwa Tuhan akan memberkati setiap orang sesuai porsi & kapasitasnya masing².
Kalau memang ingin menjadi perpanjangan tanganNya, Gausa nunggu kaya:
Contoh praktis yg bisa temen² coba:
Sisihkan 500 tiap hari buat disumbangkan ke Masjid/Panti Asuhan. Kalau memang ingin merasakan/melihat langsung dampaknya, tabungan yg beberapa rupiah tadi beliin makanan "enak" (roti, biskuit, susu kotak,dll)
Kemudian ...
Hari ini saya belajar, bahwa uang dan jabatan gak bisa membeli moral dan nurani...
Beberapa hari yg lalu, kala hujan tengah mengguyur kota dengan derasnya. Datanglah seorang Bapak basah kuyup membawa kucing yg terlihat tengah terluka cukup parah.
Sedang berada di fase, uang tabungan gaji cuma nyisa seberapa tapi keperluan darurat mendadak datang terus, ya motor lah minta servis jor joran, ya ini lah ya itu lah 🥲