@MurtadhaOne1@grok Misalnya kepolisian Republik Indonesia ingin membuat platform seperti YouTube, dengan nama "police tube" kira kira berapa anggarannya dan apakah relevan dan efisien daripada membuat Chanel YouTube yang dikelola dengan baik saja?
Dengan ramainya #dasco#abujanda bersamaan maka tidak heran bukan, kawan pasang badan. #dascojangansampailepas
Ingat masih ada urusan judi online yang mesti diselesaikan DON.
Ada beberapa rekan X yang bertanya ttg Taruna Akademi TNI-Polri yang menggunakan seragam saat sholat Ied kemarin.
Jadi untuk Taruna Akmil, AAU, AAL dan Akpol memiliki Perduptar (Peraturan Kehidupan Taruna) yang mengatur kehidupan para Taruna sehari-hari.
Salah satunya aturan dalam rangka melaksanakan cuti, dimana disebutkan bahwa cuti adalah dinas, sehingga WAJIB menggunakan pakaian dinas sehari-hari.
Sederhananya, jika seorang Taruna keluar rumah lebih dari 100 meter maka wajib berpakaian dinas, kecuali ke warung bakso tetangga se-RT.
Jika kalian melihat/mengetahui ada Taruna yang jalan ke mall atau tempat lain dan tidak menggunakan seragam, boleh lho dilaporkan, mereka akan mendapat hukuman disiplin dan catatan di kepribadiannya.
Hukuman tambahan biasanya PDLT (PDL Tempur, pakai helm, ransel 25 kg dan senjata) selama 1 bulan penuh dalam kegiatan sehari-hari dan perkuliahan plus cabut pesiar.
Karena itulah, salah satu sisi positif Taruna wajib menggunakan seragam adalah agar di setiap tindak tanduk dan tingkah lakunya di lingkungan masyarakat mereka tidak berani melanggar aturan.
Bukan untuk pamer atau berlaku sombong, melainkan membatasi diri agar tidak bertindak aneh-aneh.
Foto: internet
Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Watubaing sebelum akhirnya dirujuk ke RS TC Hillers Maumere. Namun, nyawanya tidak tertolong. Korban meninggal pada 30 November 2024 akibat luka bakar serius.
Udah pada denger belum kasusnya? #maumeregirls dua remaja yang dilecehkan oleh polisi Aipda ihwanudin di Sikka, Merauke. Kedua korban diajak Videocall dengan melihatkan kemaluan pelaku, berhubungan badan dan diancam dipenjarakan oleh polisi penjahat kelamin.
Selain itu, istri Ihwanudin juga menuduh korban menyebarkan cerita mengenai dugaan tindakan asusila tersebut. "Baik kalau ada bukti dan saksi kalau tidak bisa pencemaran nama baik bisa dihukum," kata istri Ihwanudin.
"Saksi mengira cucunya mau memasak air karena ada tamu ternyata tidak lama berselang saksi mendengar teriakan F minta tolong, mendengar hal tersebut saksi langsung ke dapur dan melihat tubuh F terbakar api, saksi langsung mencari air untuk disiramkan ke tubuh cucu saksi."
Berdasarkan pengakuan Kartini kepada polisi, tidak berselang lama setelah Ihwanudin dan istrinya mengatakan hal tersebut, ia mendengar suara pemantik korek api dinyalakan. Diduga akibat intimidasi tersebut, korban yang berada di dapur tiba-tiba menyulut api ke tubuhnya sendiri.
Nenek korban menyebut, pada saat pertemuan itu, korban berada di dalam dapur yang jaraknya kurang lebih 2 meter dari tempat mereka bertemu dengan Ihwanudin.
Pengakuan tersebut direspons oleh nenek korban, Kartini Monte (61 tahun). "Terima kasih Pak Iwan sendiri yang datang ke rumah kasih tahu daripada saya mendengar dari orang lain belum tentu benar," kata dia.
Ihwanudin disebutkan berulang kali menyatakan bahwa korban sedang βbirahiβ sambil menunjukkan gestur tangan yang mengarah pada ajakan bersetubuh. Keterangan yang diungkap oleh saksi nenek dan kakek korban itu disebut berulang oleh terduga pelaku
Selain itu, istri Ihwanudin juga menuduh korban menyebarkan cerita mengenai dugaan tindakan asusila tersebut. "Baik kalau ada bukti dan saksi kalau tidak bisa pencemaran nama baik bisa dihukum," kata istri Ihwanudin.
Berdasarkan keterangan saksi yang diperiksa Unit Propam Polres Sikka, peristiwa remaja bakar diri ini bermula saat Aipda Ihwanudin mendatangi rumah korban bersama istrinya, Nurma. Pengakuan Mulhima (67 tahun), kakek korban, Ihwanudin datang untuk meminta agar korban dinasihati.
Mulhima bertanya kepada polisi itu, seperti apa dia harus menasihati cucunya. Ia juga bertanya ada permasalahan apa. Pada saat itu, kata kakek korban, Ihwanudin menyatakan telah memperlihatkan kemaluannya kepada korban dan bahkan sempat mengajak korban untuk menyentuhnya.
Tragisnya, pada 23 November 2024. AFN memilih membakar dirinya karena depresi dan tekanan mental, korban meninggal seminggu kemudian. Pqda 30 November 2024 lalu.