Selamat pagi, selamat hari Minggu, ada info bagus nah.๐ค
Kabarnya akan ada 8.000 mangkok bakso gratis, alamat dan waktunya ada dibawah.
Tuh pak @jokowi sy sudah bantu sebarkan ke seluruh Indonesia, semoga nanti banyak yang datang biar bisa diklaim datang karena bapak. Biar ternak bapak bisa bikin narasi Jokowi dan PSI dicintai rakyat. Nggak usah dipikirkan sebenarnya mereka datang karena bakso atau karena suka keramaian.
Baikkan sy?๐
Ada 8 perda di kabupaten, bayangkan!
Boleh bakar 2 hektar!
COMPLETE NONSENSE!
ITU KAN MENIPU!!!
PERDA INI MENIPU!
***
Kata Presiden yang punya segala kuasa buat bikin aturan baru.
Ombudsman Republik Indonesia berwenang melakukan inspeksi mendadak (sidak) atau pemeriksaan lapangan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).
Dasar kewenangan UU 37 tahun 2008
.
Dasar dia apaโ๏ธ...
.
anjay ini parah sih ini, pejabat yang harusnya ngayomi rakyat malah jadi tukang palak berkedok jabatan, bupati gowa sitti husniah talenrang alias ht sekarang resmi jadi tersangka pemerasan sama kortas tipidkor polri, dan ini bukan kaleng-kaleng, doi diduga maen di empat kasus sekaligus, dari meres pengembang perumahan buat urusan pkkpr sampe minta upeti ke minimarket yang mau buka gerai baru
duitnya pun konon dipake buat bayar rumah sama beli mobil hiace, sementara rakyat kudu banting tulang cuma buat bertahan hidup, geledah rumah jabatan sampe kantor bupati juga udah dilakuin, jadi ini emang serius bukan settingan doang
yang bikin makin nyesek, katanya pemimpin itu harusnya digugu dan ditiru, tapi ini malah jadi contoh paling buruk buat generasi muda, jabatan bupati itu amanah rakyat, bukan mesin atm pribadi buat ngumpulin cuan lewat pemerasan terselubung, kalo pemimpin daerah aja udah kayak preman berdasi, gimana nasib daerahnya, apalagi modusnya juga licik banget, minta duit ke minimarket dibungkus pake istilah csr biar keliatan formal dan sah, padahal ujung-ujungnya numpuk di kantong pribadi lewat orang kepercayaan, ini bukan csr, ini pemerasan berjubah kata-kata manis
parahnya lagi, kadis perumahan sampe sopir pribadi disebut ikut jadi kurir setoran, ini nunjukin power abuse yang udah mengakar, atasan tinggal perintah, bawahan yang takut dipecat atau dimutasi ya nurut aja, budaya feodal kayak gini yang bikin korupsi di daerah susah diberantas, siapa yang berani nolak kalo posisi kerja jadi taruhannya
sementara itu duit hasil peras pengusaha kecil sampe menengah malah dipake buat gaya hidup pribadi, bayar rumah, beli hiace, sementara pengembang sama pemilik minimarket kudu keluar duit ratusan juta cuma biar urusan izin lancar, ini namanya nikmatin darah keringat orang lain buat kesenangan sendiri
satu hal lagi yang bikin publik was-was, doi disebut adik kandung komjen pol purn fadil imran, polri emang udah tegesin ga ada intervensi, tapi wajar publik curiga dan bakal terus ngawasin, jangan sampe ada previllege tersembunyi yang bikin proses hukum jalan setengah-setengah, ini momen krusial buat polri buktiin ga ada yang kebal hukum, dan yang paling penting, publik udah kenyang liat kasus pejabat jadi tersangka terus lama-lama ilang gitu aja tanpa vonis berat
kalo kasus ini juga berakhir gitu, ya jangan harap korupsi di level kepala daerah bakal berkurang, harus dikawal sampe tuntas biar ada efek jera yang bener-bener bikin pejabat lain mikir dua kali
Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang diduga membuat skema dana CSR bagi minimarket yang disosialisasikan secara terbuka. Namun, menurut penyidik, Rp850 juta yang ditarik dengan dalih CSR justru digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk membayar rumah dan membeli Toyota HiAce.
Pak Presiden benar @prabowo
Peraturan daerah yg memperbolehkan membakar hutan ini gila dan jahat sekali terhadap lingkungan, fllra dan fauna juga masyarakat.
Dugaan Pencurian Paket Rp49 Juta, Oknum Ojol Terekam CCTV Di Perumahan Karawang โผ
Dua paket senilai total Rp49 juta milik warga di Komplek Perumahan Cluster Kabandungan, Desa Gintungkerta, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, diduga dicuri oleh seorang oknum pengemudi ojek online. Rabu (23/09/2026).
Aksi tersebut terekam kamera CCTV di pos keamanan perumahan. Dalam rekaman, seorang pria mengenakan jaket hijau datang menggunakan sepeda motor dan menunjukkan layar ponselnya kepada petugas keamanan.
Pelaku kemudian mengaku diperintah mengambil paket milik warga bernama Nita Oktapiani. Petugas keamanan yang tidak menaruh curiga kemudian menyerahkan dua paket tersebut. Setelah menerima barang, pelaku langsung meninggalkan lokasi.
Nita mengatakan, saat kejadian dirinya sedang tidak berada di rumah dan meminta kurir pengirim menitipkan paket di pos keamanan.
Namun, ketika hendak mengambilnya, Nita mendapat informasi bahwa paket tersebut sudah diambil oleh seseorang yang mengaku sebagai pengemudi ojol.
Nita menegaskan tidak pernah memesan layanan ojek online maupun mengutus orang untuk mengambil paket senilai Rp49 juta tersebut.
Rekaman CCTV aksi tersebut kemudian beredar di media sosial. Warga berharap identitas pelaku dan nomor polisi kendaraan yang digunakan dapat diketahui untuk membantu proses penanganan kasus.
@DivHumas_Polri
๐ฅinka
#elshintaviral