Kita lahir dengan tangan kosong.
Menjalani hidup sambil mengumpulkan banyak hal:
usia, kenangan, rumah, dan orang-orang yang kita kira akan selalu ada.
Perlahan waktu berjalan, usia tak mau kembali, dan rumah tak selalu menunggu.
Kita menyibukkan diri, mencari pengalihan, seolah lupa bahwa kehilangan adalah bagian dari perjalanan.
Hingga akhirnya kita sadar:
kita akan pergi dengan tangan kosong juga.
Maka yang benar-benar berarti
bukan seberapa banyak yang kita miliki, tapi seberapa sungguh kita menjaga saat masih diberi waktu untuk pulang.