Ini yang kupahami tentang Lauhul Mahfuz.
Aku menggambarkannya seperti notulen rapat.
Saat rapat, semuanya bertindak dengan "free will". Dan tercatat dalam notulen.
Allah itu Maha Mengetahui.
Sebelum lahir ke dunia, Allah sudah tahu si A akan bagaimana menjalani kehidupannya. Dari awal sampai akhir.
Itulah yang tertulis di Lauhul Mahfuz.
Seperti notulen rapat mencatat "kehidupan" kita dalam rapat.
Pertanyaannya:
"Kalau Allah tahu si A akan mengarah ke neraka, kenapa tidak dicegah?"
Justru itu mengingkari konsep free will manusianya. Dan sebenarnya Allah akan menolong kita kalau kita berdoa (Dan Allah juga sudah tahu sejak awal kita akan berdoa).
Bingung?
Itu mengapa memahaminya gak bisa dari kacamata manusia. Perlu mengimani saat Allah menciptakan semua ini dengan sifatnya:
✨ Maha Adil ✨
Oh ya, mungkin kamu bertanya ini juga:
"Tapi kenapa Allah 'memaksa' kita perlu menjalani kehidupan dunia?"
Sebenarnya Allah gak pernah memaksa.
Kita yang minta dilahirkan ke dunia. Karena tahu kalau hidup bener, kebahagiaannya jauh lebih besar daripada tidak dilahirkan.
Seingatku ini tercantum dalam surat Al-A'raf ayat 172 😊