Faktanya, Argentina adalah jajahan Spanyol. Spanyol mengekploitasi sda dan sdm rakyat Argentina selama bertahun-tahun. Kalian pikir mudah memaafkan negara kolonial?
Orang-orang selalu bilang sepak bola Argentina keras. Lho, hampir semua pemain-pemain dari Amerika Latin itu keras. Mereka adalah masyarakat yang dulu terjajah. Tentu saja untuk membuat mereka jadi “berpendidikan” ala Eropa yang kalian agung-agungkan itu sulit. Mereka terluka sejak nenek moyang mereka.
Belum lagi serunyam apa negara mereka hari ini. Sama seperti Indonesia, presiden mereka merapat ke Amerika dan Isrewel, dan hobinya memotong anggaran! Persis presiden kita. Walaupun masyarakat Argentina demo berjilid-jilid, presiden mereka tidak peduli. Lagi-lagi persis seperti di negara kita.
Argentina ini, negara yang kalah sejak nenek moyangnya ini, hancur lebur sampai sekarang. Dan memang begitulah nasib negara ketiga. Mereka akan selalu jadi kacung negara superior! Baik di dunia nyata maupun di dunia maya, mereka akan kalah perang, kalah dukungan, dan kalah segala-galanya.
Lihat, setelah puluhan tahun, negara-negara kolonial itu, negara-negara yang telah mengeksploitasi seluruh dunia itu, sampai sekarang masih mendapatkan tempat terhormat, dipuja-puja sebegitu rupa, diikuti gaya hidupnya, diikuti pola pikirnya, diikuti semuanya.
Oh, maaf, opini ini mungkin kurang populer dan malah menyerupai rintihan kekalahan.