udah gila ini pola pikir ASN ini
KDM: orang yang tidak kerja layak tidak dapat tunjangan kinerja?
ASN: layak dong pak
KDM: yasudah kalo layak, seluruh ASN tidak usah kerja besok pak
KDM: pura pura langsung angkat telepon
Ketemuan dangan ybs di Bank pengirim/penerima, minta bank lakukan pengecekan secara detail asal dan sumber dananya
Jika tidak ada potensi hukum dan benar ybs pemilik sah uangnya, kembalikan, bikin berita acara
Jika bukan pemilik sah dan berpotensi hukum, minta bank blokir rekening sejumlah dana yg ditransfer, bikin berita acara
Jangan kembalikan langsung
Saya sih nggak terlalu kaget soal isu sensitif istana yang lagi beredar. Yang justru bikin saya kaget adalah fakta bahwa ternyata Komdigi bisa secanggih itu.
Bisa gerak cepat. Bisa responsif. Bisa menekan platform besar. Bisa bikin akses media sekelas YouTube/Google ikut kena tindakan (walaupun masih bisa diakses lewat VPN h3h3). Bisa bikin pernyataan resmi (padahal target subyek pembahasan di video bukan Komdigi, tapi Komdigi rela nyebokin).
Bahkan bisa sigap ambil langkah hukum dan bisa bypass aturan MK soal pedoman UU ITE yang nggak bisa digugat oleh badan/instansi.
Berarti kemampuan teknisnya ada.
Dan kalau kemampuan itu memang ada, harusnya ruang digital kita bisa jauh lebih bersih dari sekarang.
Harusnya iklan penipuan nggak semudah itu lewat. Harusnya nomor pribadi masyarakat nggak seenaknya dipakai SMS promosi.
Harusnya data kita nggak gampang bocor lalu dipakai buat nawarin pinjaman, j*dol, investasi bodong, sampai lowongan kerja palsu. Harusnya platform-platform digital yang merugikan masyarakat juga bisa ditindak dengan kecepatan yang sama.
Karena ternyata masalahnya bukan karena negara ini nggak punya alat. Alatnya ada. Jalurnya ada. Kapasitasnya ada.
Cuma selama ini kita terlalu sering melihat teknologi negara bekerja cepat ketika yang terganggu adalah kekuasaan, bukan ketika yang dirugikan adalah masyarakat.
Karena ternyata tombolnya memang ada.
Cuma rakyat sering kebagian tulisan:
“mohon menunggu”.
Tapi yaa kita sama-sama paham lah ya, kenapa isu-isu krusial yang lain terkesan sulit diberantas.
Sekelas warung remang-remang saja mesti "koordinasi" dulu biar bisnisnya tetap jalan.
Paham kan ya..
cc:cakraadinegara
Mari kita galakkan gerakan timpuk tai ke warung tramadol 💩
Ciri-ciri warung tramadol:
- Jualan handbody lotion, tissue, autan, soklin, dll
- Stok warung cuma di depan doang. Belakangnya kosong mlompong
- Display barang cuma satu baris/ satu renceng
- Pembeli rata2 anak muda
- ... (silakan tambahin cirinya KLO ada yg kelewat)
🚨🚨🚨 Gugurnya Ayatollah Ali Hosseini Khamenei sudah dikonfirmasi oleh banyak media Iran, yang sebelumnya hanyalah "klaim" dari sisi Amerika Serikat dan Israel.
Klaim ini diresmikan langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan jajarannya, termasuk Gedung Putih. Israel juga langsung "menyambut" dan "membenarkan" klaim ini, membuat mereka berdua mencapai kesepakatan dalam membawakan narasi Ali Khamenei meninggal dunia karena serangan udara dan rudal yang mereka lakukan beberapa jam lalu. Tersebar juga narasi yang menyebutkan bahwa jajaran pejabat senior Amerika Serikat, termasuk Trump, dan Israel, sudah mendapatkan konfirmasi visual dari jenazah Ali Khamenei yang diambil oleh operative mereka di darat, membuat mereka akhirnya "percaya diri" untuk mengumumkan ini ke publik.
Di sisi lain, sudah beberapa jam berjalan, Iran, lewat beberapa sumber kanal berita dan televisi mereka, gagal melaksanakan pengumuman yang seharusnya dibawakan langsung oleh Ayatollah Ali Hosseini Khamenei. Ini menyebabkan kebingungan yang cukup terasa, bahkan diantara kalangan masyarakat Iran sendiri. Jika kita menganggap bahwa Ayatollah Ali Hosseini Khamenei ternyata masih hidup, Iran dihadapkan oleh pilihan yang cukup sulit, menampakkan pemimpin mereka untuk bisa "memerangi" misinformasi yang sudah diberitakan oleh Israel dan Amerika Serikat, namun ini menjadi pedang bermata dua yang membuat keberadaan Ali Khamenei terekspos, rentan.
Dengan Iran kehilangan pemimpin mereka, sudah bisa dipastikan bahwa penggantinya sudah disiapkan untuk naik menggantikan. Pertanyaan besarnya adalah, seberapa besar "efek" yang dirasakan oleh kalangan politisi Iran sendiri? Apakah masih akan menjalankan kebijakan pemerintahan Iran, se-keras Ayatollah Ali Hosseini Khamenei? Pasti Israel dan Amerika Serikat sudah melakukan dorongan lainnya di dalam, namun apakah akan berhasil? Jelas masih diragukan karena tidak se-mudah itu.
Netflix is deliberately choosing to pay people to create sexualized content for children.
Freedom of speech should be respected, but this is PAID speech. Netflix is going out of their way and reaching into their wallet to push this.
BREAKING:
Israel has just killed Dr. Marwan Sultan in Gaza.
They dropped a bomb on his home, murdering him, his wife, and their children.
He wasn’t a combatant.
He was a doctor who devoted his life to saving others.