Ketika malingnya itu sesama aparat, maka ga berlaku semua itu tata cara dan prosedur hukum. Jadi berhentilah ngomong “ini negara hukum”.. nggak, ini semua hanya soal deal-dealan kok, sudahlah. Menjijikan.
Dalam kasus SIM, jelas-jelas kpolisian menciptakan environment utk mempersulit ujian dan menyediakan cara mudah utk lulus. itu Fakta. Gak usah ditutup2i. Hampir semua teman saya yang pernah ujian sim mengeluh karena lebih dari 3x ujian tdk pernah lolos. Manusia tdak punya endurance tinggi utk hanya sekedar mencari sim. Maka mereka milih jalur cepat. Bukan kami yang salah, tapi sistem diciptakan utk membentuk kami menjadi bajingan sejak dini. Pun itu terjadi di kasus Haji ini. Semua dikondisikan agar antrian reguler tak punya pilihan, sehingga antrian 'direbut' by sistem, dg dalih tidak mencederai aturan. Jangan pernah husnuzon dg pemerintah, apalagi yg berlindung di intitusi agama. (yg seharusnya punya standar akhlak lebih tinggi dari lainnya). Itu perbuatan mungkar mas.
Memberi kesempatan wawancara tanpa potongan dan pertanyaan arahan adalah hal yang bagus. Harus dipuji. Tapi melihat beberapa jawaban, maap, pantesan kita khawatir dengan negara ini, kayak punya fantasi sendiri terhadap realitas.
Aduh pak, perih perut saya dgn pernyataan ini. Mau belain Presiden hrs cerdas dikit pak. Mohon baca pasal 20 UUD, nda ada kata pemerintah dlm pasal legislasi, adanya Presiden. Jadi, UU TNI itu pasti maunya Presiden dan DPR, krn Presiden yg membahas dan menyetujui bersama DPR 😁
Jika kami "kampungan" krn menolak praktik buruk kalian dgn menipu aturan, iya kami memang kampungan. Jika kalian merasa "kotaan" dgn permainan busuk kalian di kekuasaan, ambillah "kekotaan" itu dengan perasaan bangga.
Ini soal tapal batas perjuangan, panjang umur perjuangan.
Kalo getol untuk UU Perampasan Aset, Pak Presiden yg sy hormati, bapak lebih kuat dlm legislasi, punya koalisi 82% di parlemen, punya penegak hukum yg biasa dipakai nekan-nekan ketua Partai. Kenapa itu dipakai di RUU Pilkada? Bukan dipake di RUU Perampasan Aset? Mikir!
Kalian bangun istana megah&ibu kota baru dgn pernik2nya. Kalian buat upacara megah dgn 87M. Tp laku kalian merobeknya, hari2 ini kalian makin pongah. Tak perlu ajari kami hormat bendera dan berbaris yang benar. Kami akan perbaiki&jahit kembali merah putih itu, di hadapan kalian!
Ada yang sedang bermain api dengan lembaga konstitusi dan demokrasi. Atau sedang menguji level muak masyarakat.
Sudah menang pilpres, anak sudah jadi wapres, para pendukung sudah dapat jabatan, koalisi sudah tambun, masih ingin mendapatkan semua?
Apa maunya seperti Bangladesh?