@tanyarlfes KAK MAAF BANGET BUKAN NGGA MENGHARGAI TP BISA NGGA RAMEIN JUGA SOAL BERITA BANJIR DI ACEH, DISINI UDH DARURAT BANGET, DAN BELUM ADA BANTUAN MEMADAI, BANYAK BANGET YANG MASIH TERJEBAK DIRUMAH, SIGNAL HP NGGA ADA SAMA SEKALI, LISTRIK MATI, & AKSES JALAN PUTUS. MOHON BANTUANNTA YA
mau ambil jenazah korban demo harus ttd surat untuk tidak memperkarakan dan melakukan otopsi, mau makan pun juga harus ttd ngga boleh bertindak kalo semisal keracunan. ini negara apa si. nyuruh kita diam dan mati membusuk ea.
Murid videokan MBG, langsung dilarang. Guru parodikan MBG, langsung dilarang. Kemudian muncul larangan-larangan memposting MBG di sekolah. Orang tua, guru dan sekolah ditekan agar ikut bertanggung jawab jika MBG bermasalah.
Sampai ketika guru dan siswa keracunan. Rumah sakit yang memberitakan, kebenaran tidak bisa dibungkam.
Orang tua/ masyarakat selalu menemukan solusi dalam situasi buruk.
Buka MBG, masukan kembali dalam tempat bekal, buang setelah pulang sekolah. Semata-mata menyelamatkan anaknya dari keracunan tanpa harus menyinggung pemerintah yang punya program.
Mestinya sadar, malah ceramah jangan lelah mencintai Indonesia, ceunah.
Your enemy is not Javanese, Tionghua, Sundanese, Dayak, Batak and whatever ethnicity. Your enemy is not Catholicism, Protestant, Muslim, Buddhism, Kong Fu Cu, Hinduism and other religions.
Your enemy is those elites on the top. Unite in diversy - Bhinneka Tunggal Ika.
“Sudah terjadi tidak bisa dihindari”
You hit him, he fell, could’ve given the chance for the other civilians to help and move the ojol driver first.
But you didn’t, no? You RAN him over.
So, fuck your pathetic apologies.
di situasi ini nggak ada kata netral. neutrality only helps the oppressor NEVER the victim. so you gotta pick a side. speak up!!! no matter how small your voice may seem. ingat bahwa kita bisa jadi korban selanjutnya